Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Isu Senjata Kimia, Kartu Pamungkas Terhadap Suriah

Published 15/03/2018 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Untuk mengetahui sejauhmana krusialitas operasi pembebasan kawasan Ghouta Timur di dekat Damaskus oleh tentara Suriah cukuplah kiranya melihat tingginya ketegangan dunia Barat, terlebih Amerika Serikat (AS), sehingga di Dewan Keamanan PBB terjadi upaya intensif Barat untuk menghadang operasi itu. Namun demikian, pemerintah Suriah yang didukung oleh Rusia tampak tetap bertekad dan pantang mundur untuk menuntaskan pembebasan Ghouta Timur dan memulihkan keamanannya.

Operasi militer di Ghouta Timur merupakan bagian dari babak-babak akhir dari perubahan peta militer di Suriah yang bermula sejak awal tahun 2016 dalam bentuk yang fatal bagi mimpi Barat dan sekutunya di Timteng. Mereka praktis kehilangan kesempatan untuk menjatuhkan pemerintah Suriah secara militer melalui intervensi asing.

Kehancuran kelompok teroris besar Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan terbebaskannya semua kota dan daerah utama dari pendudukan ISIS tidak menyisakan alasan lagi bagi Barat untuk bertahan eksis di Suriah. Hanya saja, Barat tampak masih tak sudi menyerah begitu saja. Mereka masih memiliki satu kartu untuk melakukan intervensi, mengubah skenario operasi Pasukan Arab Suriah (SAA), dan menunda kemenangan tuntas SAA di sebagian wilayah. Kartu itu tak lain adalah klaim penggunaan senjata kimia oleh SAA.

Menlu Rusia Sergay Lavrov dalam jumpa pers bersama sejawatnya dari Turki, Mevlut Cavusoglu, di Moskow, Rabu (14/3/2018), menyebutkan adanya “tindakan provokatif telah dipersiapkan, mengenai penggunaan senjata kimia terutama di Ghouta Timur, sebagai pembenaran untuk penggunaan kekuatan oleh pasukan koalisi internasional, termasuk terhadap ibu kota Suriah.”

Sehari sebelumnya, kepala staf militer Rusia Jenderal Valery Gerasimov mengaku “memiliki informasi akurat bahwa kelompok-kelompok oposisi telah menyiapkan skenario serangan kimia oleh pasukan pemerintah terhadap warga sipil.”

Dia menambahkan bahwa hal ini diperkuat oleh adanya “temuan laboratorium pembuatan senjata kimia di distrik Aftaris yang telah berhasil dibebaskan dari para teroris.”

Menurut Gerasimov, di beberapa distrik Ghouta Timur “sudah ada para aktor laki-laki, anak kecil, dan lansia untuk diperankan sebagai korban serangan kimia”, dan “sebuah tim televisi dengan sarana siaran via satelit” juga sudah ada di tempat.

Tuduhan anti Suriah ini sebenarnya kerap mengemuka dalam setiap beberapa waktu, meskipun senjata terlarang ini sudah dimusnahkan di bawah pengawasan PBB pada tahun 2013. Hanya saja, tuduhan itu tak pernah didukung bukti faktual, dan hanya berorientasi politik semata. Serangan rudal AS terhadap pangkalan udara Shayrat di provinsi Homs, Suriah, tak lain adalah upaya Presiden AS Donald Trump membungkam para pengkritiknya.

Pada prinsipnya, di mata Barat, mati dengan senjata kimia tak berbeda dengan mati dengan rudal atau bahkan senjata laras panjang. Barat sebenarnya tak peduli pada soal penggunaan senjata kimia atau bukan. Bagi mereka, yang terpenting ialah pembenaran untuk kelanjutan campurtangannya di Suriah. Semua orang mengetahui bahwa berkat isu senjata kimialah diktator Saddam Hossein jatuh ditangan pasukan koalisi pimpinan AS. Dan berkat isu senjata terkutuk ini pula mereka dapat memblokade Libya selama puluhan tahun.

Sekarang, isu ini masih hendak diandalkan untuk mengintimidasi Suriah dengan cara yang jelas-jelas menyalahi prosedur dan hukum internasional. Barat dalam hal ini mengabaikan logika sederhana yang menutup kemungkinan SAA menggunakan senjata kimia dalam berbagai pertempurannya melawan kawanan bersenjata.

Sebab, SAA memerangi mereka di darat, sedangkan serangan udara hanyalah untuk mendukungnya. Dengan posisi di darat dan di kawasan yang sama tidak mungkin SAA berusaha menghabisi musuhnya dengan bom kimia karena juga akan menimpa mereka sendiri karena zat beracun akan cepat menyebar luas tertiup angin.

Lagi pula, SAA berperang di negerinya sendiri sehingga petaka yang diakibatkan oleh senjata itu juga praktis juga petaka bagi mereka sendiri. Semua orang mengetahui bahwa senjata kimia yang digunakan AS terhadap Irak juga berdampak pada wilayah Suriah, termasuk area pertaniannya, dan bahkan berdampak pula wilayah Saudi dan Kuwait. Karena itu, tidak mungkin SAA menggunakan senjata demikian.

Isu penggunaan senjata kimia menjadi andalan Barat karena berhasil mengundang kepedulian publik Barat, mengingat benua Eropa pernah mengenyam petaka senjata ini dalam Perang Dunia II. Pertanyaannya sekarang ialah sampai kapan isu menjadi andalan bagi Barat dalam upaya melampiaskan dendamnya terhadap Suriah? (mm)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account