Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Israel Dan Tertembaknya Pesawat Militer Rusia Di Suriah

Published 20/09/2018 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan resminya telah sepenuhnya menyalahkan Israel atas tertembak jatuhnya pesawat militer Il-20 Rusia di angkasa Suriah oleh sistem pertahanan udara Suriah, dan empat jet tempur Israel yang menyerang sasaran-sasaran militer Suriah di kawasan Latakia dinyatakan telah menyelinap di balik Il-20 sehingga pesawat pengintai Rusia inilah yang tertembak dan 15 awaknyapun tewas.

Menteri Pertahanan Rusia Sergeiy Shoygu telah menghubungi sejawatnya di Israel, Avigdor Lieberman, dan mengingatkan kepadanya bahwa Rusia bisa jadi akan menempuh tindakan-tindakan tertentu untuk bereaksi atas jatuhnya Il-20.

Rusia terimbas oleh sikap sendiri, karena selama ini selalu diam atas serangan Israel ke Suriah yang, menurut negara Zionis ini sendiri, tercatat sudah mencapai 207 kali dalam 18 bulan terakhir. Kebungkaman Rusia telah membuat Israel tak segan-segan menyerang Suriah, apalagi Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai sahabat, dan telah tiga kali menyambut kunjungannya ke Rusia pada tahun ini.

Dengan jatuhnya Il-20, Israel terbukti telah memperdaya dan meremehkan Rusia, karena beberapa faktor sebagai berikut;

Pertama, serangan terbaru Israel menyasar posisi militer Suriah di kawasan Latakia yang berdekatan dengan Pangkalan Udara Hmeimim yang ditempati Rusia. Serangan ini praktis menjadi provokasi dan ancaman bagi Rusia.
Kedua, para petinggi militer Rusia yang terlibat dalam koodinasi militer dengan Israel mengenai operasi militer di Suriah memberikan kesaksian bahwa pihak Israel tidak memberi peringatan akan serangannya ke Latakia kecuali hanya satu menit sebelumnya. Ini jelas merupakan penghinaan bagi Rusia dan pertanda tidak adanya kepercayaan kepada Rusia, sebab pemberitahuan seharusnya dilakukan beberapa jam sebelumnya agar Rusia berkesempatan untuk mengantisipasi keadaan buruk.

Ketiga, serangan Israel tersebut dari segi waktu merupakan tekanan bagi Rusia yang telah menjalin perjanjian strategis dengan Turki untuk pencegahan ataupun penundaan solusi militer bagi provinsi Idlib. Serangan udara ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Putin mencapai kata mufakat dengan sejawatnya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, di kota Sochi, Rusia.

Tak jelas mengapa jet tempur Rusia di Pangkalan Hmeimim tidak bertindak atas serangan udara Israel segera setelah jet-jet tempur Israel melanggar zona udara Suriah di dekat Hmeimim dan merobos masuk ke kawasan “terlarang”.

Reaksi Rusia

Layak dipertanyakan bagaimana reaksi yang akan ditunjukkan Rusia atas penghinaan itu, dan apakah akan segera dilakukan, ataukah baru akan ditunjukkan beberapa minggu atau sekian bulan lagi?

Israel sendiri masih akan berprovokasi meskipun tindakan terbarunya sudah menerjang rambu Rusia. Netanyahu saat menghubungi Putin terkait insiden tersebut masih bersikukuh dan membuat pernyataan bahwa Israel akan terus melancarkan serangan anti Iran di Suriah, padahal dalam suasana demikian tidak seharusnya dia melontarkan statemen bernada arogan kecuali jika memang meremehkan negara setambun dan sekuat Rusia yang kebetulan sedang menggelar latihan militer terbesar dalam sejarah.

Serangan udara Israel ke sasaran-sasaran militer Iran ataupun Suriah juga merupakan pelanggaran terhadap undang-undang internasional dan kedaulatan sebuah negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Karena itu, tidak sepatutnya Rusia yang juga merupakan anggota tetap Dewan Keamanan dan sekutu utama Suriah bersikap bungkam ataupun koordinatif dengan Israel. Sebaliknya, Rusia semestinya mengambil langkah preventif di depan Israel.

Mengenai bagaimana bentuk reaksi Rusia atas insiden tersebut, ada dua kemungkinan sebagai berikut;

Pertama, bereaksi secara langsung dengan menghentikan ulah Israel di angkasa Suriah. Dalam rangka ini Rusia akan bertindak tegas dengan mencegat dan menjatuhkan jet-jet tempur Israel yang berani memasuki zona udara Suriah dalam beberapa hari mendatang.

Kedua, membekali pertahanan udara Suriah dengan rudal S-300 dan bahkan juga S-400 demi menjaga kedaulatan Suriah dan mengantisipasi serangan Israel selanjutnya. Rusia sebenarnya sudah pernah menjanjikan rudal tersebut tapi kemudian mundur setelah mendapat desakan AS dan Israel.

Alhasil, Rusia telah memperlihat sikapnya dan merasa diremehkan oleh Israel sehingga sudah sepatutnya Negeri Beruang Merah ini mengambil tindakan tegas. (mm/raialyoum)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account