IAEA: Iran Perkaya Cadangan Uranium 8 Kali Lipat Jumlah yang Diperbolehkan

0
229

Wina, LiputanIslam.com –  Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan menyatakan bahwa Iran memperkaya cadangan uraniumnya sebanyak delapan kali lipat jumlah yang diperbolehkan oleh kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Konprehensif (JCPOA).

JCPOA sendiri yang diteken Iran bersama sejumlah negara besar dunia pada tahun 2015 terancam buyar sejak Amerika Serikat (AS) keluar darinya secara sepihak pada tahun 2018.

Perjanjian ini menetapkan batas uranium yang diperkaya sebanyak 300 kg dalam bentuk senyawa tertentu, yang setara dengan 202,8 kg uranium.

Cadangan Iran pada 20 Mei mencapai 1.571,6 kg (3.465 pon), hampir delapan kali lipat dari batas, menurut laporan rahasia IAEA yang dibagikan ke negara-negara anggota.

IAEA, Jumat (5/6/2020), melaporkan bahwa Iran juga terus memperkaya uranium dengan kemurnian 4,5 persen, lebih tinggi dari 3,67 persen yang diizinkan oleh JCPOA, dan melebihi batasan batasan dalam pakta tentang air berat.

Badan pengawas nuklir PBB itu juga menyayangkan keengganan Iran membuka akses ke dua lokasi yang hendak ditinjau IAEA terkait dengan kemungkinan adanya material dan aktivitas yang tidak diumumkan.

Baca: Rouhani Sebut Trump Memalukan Karena Membawa-Bawa Alkitab

“dengan keprihatinan serius bahwa, selama lebih dari empat bulan, Iran telah menolak akses badan in ke dua lokasi” sesal IAEA.

IAEA pada Maret lalu juga merilis laporan yang memperingatkan Iran karena gagal menjawab pertanyaannya mengenai kegiatan nuklir masa lalu di tiga lokasi dan karena menolaknya mengakses dua di antaranya.

Baca: Venezuela Mengaku Perlu Tambahan Stok Bahan Bakar dari Iran

Sejak Presiden AS Donald Trump menarik keluar negaranya dari JCPOA dan lalu menerapkan kembali sanksi ekonomi terhadap ekonomi Iran sebagai bagian dari kampanye “tekanan maksimum”, Teheran membalasnya dengan mengurangi kepatuhannya kepada JCPOA yang bertujuan terutama mencegah Iran mengembangkan bom nuklir, hal yang berulangkali dibantah Teheran. (mm/raialyoum/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS: