Bulan Agustus 2016 media-media mainstream mem-blow up foto “bocah di kursi oranye”. Meski sudah lama berlalu, foto hoax ini masih terus disebar, dan media-media mainstream juga masih terus memproduksi hoax serupa. (Baca: Terbongkar Lagi: Hoax Al Jazeera).
Berikut ini kami sajikan bukti ke-hoax-an “Bocah di Kursi Oranye”.
Bocah tersebut tampak dalam sebuah video yang berisi adegan penyelamatan korban dalam peristiwa yang disebut “pengeboman yang diluncurkan Assad”. Ketika dilakukan analisis terhadap video, terlihat kejanggalan berikut ini.
Si bocah terlihat dibawa ke dalam ambulan yang baru (in a brand new, very well equipped ambulance). Ada sekitar 15 pria berdiri di tempat itu dan tidak melakukan apapun (perhatikan: mrk katanya berada di lokasi yang “baru saja dibom”, tidak takut ada bom susulan?). Minimalnya ada 2 laki-laki disamping si videografer yang mengambil foto/video.
Ini korban lain yang muncul di video, terlihat ‘akting’. Bandingkan dengan korban real pengeboman berikut ini (bom diledakkan oleh “mujahidin”), tapi tak pernah mendapatkan simpati dari media mainstream:
Jurnalis yang disebut mengambil foto si bocah (Omran Daqneesh) bernama “Mahmoud Raslan”, tapi jika di-google, tidak ada rekam jejak karyanya yang lain. Seiring dengan waktu, tak lama kemudian terungkap siapa Mahmud Raslan. Dia ternyata jihadis, pernah berpose dengan Nurudin Zanki (jihadis yang menyembelih bocah Palestina, yang sempat membuat heboh beberapa waktu yang lalu).
Video yang lebih detil membuktikan keterkaitan Rslan dan teroris bisa dilihat di sini (Anda harus login ke facebook agar dapat melihatnya).
Di dalam video diperlihatkan bahwa relawan yang menolong korban adalah tim White Helmets. Mereka menampilkan diri sebagai relawan, tapi sebenarnya mereka adalah jihadis/teroris yang berganti baju dari hitam menjadi rompi&helm putih. Dalam video ini terlihat mereka membawa senjata (relawan bawa senjata?), atau mereka berteriak-teriak Allahu Akbar di tengah para jihadis/teroris berbaju hitam. Atau, setelah seorang jihadis/teroris melakukan eksekusi mati pada seseorang, langsung anggota WH datang dan membungkus jasad korban (jadi, WH ada di tempat itu saat eksekusi mati). Atau WH berpose bersama mayat-mayat tentara Suriah.


