Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Ganja, dan Kebijakan Ikhwanul Muslimin

Published 09/03/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

Tahun 2012, Okezone mengabarkan tentang Iran, yang merupakan negara terbesar pengekspor narkoba di Indonesia sepanjang tahun 2012 adalah Iran. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Anang Iskadar mengatakan sebanyak 62 pengedar narkoba dari Iran ditangkap oleh BNN.

“Terbesar dari Iran ada 62 orang berturut-turut seperti air bah selama dua bulan yang diringkus,” kata Anang Iskandar dalam jumpa pers akhir tahun di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (26/12/2012). Anang menjelaskan, BNN sudah melakukan kerjasama bilateral dengan Iran maupun sejumlah negara di Asia Tenggara untuk mengantisipasi pengedaran narkoba dari Iran. Selain itu, BNN juga sudah melakukan penjagaan di bandara untuk mencegah masuknya narkoba.

Selain itu, media lainnya juga memuat berita yang kurang lebih isinya hampir sama, hanya saja ada yang provokatif, dan ada yang bersikap  arif dalam mengabarkan.  Gema Islam ( http://www.gemaislam.com/berita/indonesia-news-menuitem/878-sukses-menyebarkan-ajaran-syi-ah-iran-kini-menjadi-pemasok-narkoba-terbesar-di-indonesia ) misalnya, mengabarkan supplai narkoba dengan mengaitkan kepada mazhab Syiah. Seharusnya kita semua memahami dan menyadari bahwa kejahatan itu, tidak mengenal agama, tidak mengenal mazhab, dan tidak mengenal ras maupun atribut lainnya. Hal ini yang harus diluruskan.

Saya [redaktur] akan mengetengahkan sebuah fakta menarik yang mungkin luput dari pengamatan, saya ambil cuplikan  buku  ‘Journey to Iran’ karya Dina Y Sulaeman.

Narco-terorist, itulah kata yang dipakai koran Tehran Times dalam mendefinisikan para penyelundup madat di Iran. Iran memang benar-benar kewalahan menghadapi mafia narkoba yang tak jera-jeranya menjadikan negara ini sebagai jalur penyelundupan narkoba dari Afghanistan ke negara-negara Teluk. Menurut Tehran Times, setiap tahunnya, Iran sudah mengeluarkan dana 800 juta USD untuk menangkis bahaya narkoba ini, yang ditanggungnya sendirian. Masih kata Tehran Times, pemerintah Iran mengeluhkan sikap negara negara adidaya Eropa dan negara Teluk yang kaya raya yang diuntungkan karena Oran pasang badan menghalangi aliran narkoba ke Eropa dan Teluk. Mereka hanya memberikan ‘penghargaan’ dan dukungan tapi tidak ada bantuan dana yang keluar dari kocek mereka.

Bukan cuma rugi uang dalam jumlah yang sangat besar, kerugian nyawa harus diderita Iran. Hingga kini, lebih dari 4.000 tentara Iran telah gugur sebagai syuhada dalam memberantas sindikat narkoba internasional yang bersenjata lengkap itu. Belum lago dampaknya terhadap rakyat Iran sendiri, menurut data dari Iran Drugs Control Headquarters, saat ini ada dua juta pecandu narkoba di Iran…” (Journey to Iran, halaman 190-191)

Catatan BNN bahwa telah ditangkap 62 orang berkewarganegaraan Iran selama tahun 2012 adalah benar, tetapi yang harus digarisbawahi adalah, 62 mafia narkoba tersebut tidaklah mewakili pemerintahan Iran. Saya contohkan dalam kasus lain, ketika Amrozi dkk meledakkan bom di Bali, maka mereka tidaklah mewakili Islam secara keseluruhan. Mafia tetaplah mafia, teroris tetaplah teroris darimanapun asalnya, apapun agamanya, dimanapun tempat kejadiannya.

Disamping itu, pada berita oleh Okezone juga sudah dijelaskan bahwa BNN sudah melakukan kerjasama bilateral dengan Iran maupun sejumlah negara di Asia Tenggara untuk mengantisipasi pengedaran narkoba dari Iran. Artinya: Iran bekerjasama dengan negara-negara dunia untuk mencegah pengedaran narkoba.

Beberapa hari yang lalu, seorang komandan polisi khusus anti-narkoba Iran tewas dalam aksi tembak-menembak dengan kelompok pengedar obat terlarang di tenggara Iran, hari Rabu (26/2). Iran, yang memiliki perbatasan darat sepanjang 900 km dengan negara penghasil opium terbesar di dunia, Afghanistan, telah lama terlibat perang tanpa henti melawan para pengedar obat-obatan terlarang yang menyelundupkan narkoba dari Afghanistan ke seluruh dunia.

Menurut laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) tahun 2013, Iran merupakan negara terbesar dalam hal penangkapan opium dan heroin, masing-masing mencakup 80% dan 30% dari total penangkapan barang-barang haram itu di seluruh dunia.

Sedangkan dalam cuplikan buku tersebut, dikabarkan bahwa pemerintahan Iran justru mati-matian memerangi narkoba. Dana 800 juta USD tidaklah sedikit, dan gugurnya 4.000 tentara Iran guna memerangi narkoba juga bukan angka yang kecil. Sehingga, bagaimana bisa sebuah negara dituduh menyuplai narkoba sementara negara itu sendiri mati-matian memerangi narkoba? Selain itu, pemerintah Iran juga sangat tegas dalam menindak pelaku kejahatan. Daily Chronicle , pada tanggal 11 Februari  2013 mengabarkan; para pengedar narkoba digantung di Iran (Iran memang memberi hukuman mati terhadap pengedar narkoba, koruptor, pembunuh, dan pemerkosa).

Namun, jika masih bersikeras memaksakan bahwa mafia Iran mewakili “kebijakan Iran,” agaknya kita perlu mencari pembanding yang mirip. Melakukan uji coba teori pada kasus yang berbeda-beda  niscaya akan menunjukkan ‘nilai’ dari teori tersebut.

Mari kita simak berita ini:

Putra bungsu dari Presiden Mesir terguling Mohammed Mursi ditahan polisi atas dugaan kepemilikan narkoba. Abdullah Mursi (20), yang masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu universitas di Mesir, ditangkap setelah polisi patroli menemukan mobilnya yang diparkir di pinggir jalan di kota El-Obour, Kairo Timur. Merasa curiga, polisi kemudian menggeledah mobil tersebut dan menemukan dua linting ganja yang disembunyikan. (http://dunia.rmol.co/read/2014/03/02/145830/Putra-Bungsu-Mursi-Tertangkap-Bawa-Ganja- )

Mengingat bahwa Mursi berasal dari Ikhwanul  Muslimin dan anaknya tertangkap membawa ganja, dengan menggunakan teori yang sama maka hasil yang diperoleh:  menggunakan / membawa ganja adalah kebijakan Ikhwanul Muslimin.  Lho? (Mungkin Anda akan diseruduk jika berkata seperti ini di hadapan kader PKS) 😀

(LiputanIslam.com/af)

keledai membaca
Ini adalah foto dari kisah Abu Nawas yang mengajari keledai membaca. Keledai itu bisa membalik-balik halaman kertas pada sebuah buku namun tidak mengerti isinya. Agaknya, hal ini cocok untuk mengibaratkan orang-orang yang rajin membaca tapi tidak mampu memahami apa yang dibacanya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account