Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Fahri Hamzah, Dulu Mencaci Kini Memuji Jokowi

Published 18/08/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
fahri puji jokowi
Foto: Kompas

Jakarta, LiputanIslam.com – Dulu mencaci maki Jokowi lalu hari ini memuji, itulah yang ditunjukkan oleh Fahri Hamzah, politisi Partai Keadilan Sejahtera. Ia mengaku mengapresiasi gagasan Jokowi bahwa menteri tidak merangkap jabatan dalam partai politik. Dengan catatan, Jokowi harus benar-benar ditetapkan sebagai pemenang pemilu dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) dan dilantik menjadi presiden.

“Bagus itu, tetapi kalau dia dinyatakan menang sama MK, ya,” kata Fahri, seperti dilansir Kompas.

Menurut Fahri, kebijakan tersebut memang harus dilakukan oleh siapa pun yang akan menjadi presiden berikutnya. Dia berpendapat, sudah seharusnya pejabat pemerintahan tidak rangkap jabatan dalam pemerintahan dan partai politik. Ia menilai, selama ini masih ada elite parpol yang mengemban jabatan menteri karena belum ada peraturan mengikat yang melarang hal tersebut.

“Itu akan membuat sistem lebih fokus. Artinya, siapa yang bekerja di dalam politik dan pemerintahan, seharusnya ada pembagian tugas. Nah, itu mestinya dibuat keppres. Bisa diterapkan oleh siapa pun yang terpilih nanti, Jokowi atau Pak Prabowo,” ujar dia.

Seperti diketahui bersama, selama ini Fahri sangat vokal dalam mengkritik Jokowi. Bahkan salah satu kritikan pedasnya, yaitu mengomentari ide Hari Santri-nya Jokowi dengan “sinting” dianggap sebagai salah satu penyebab berpindahnya tiga juta suara kaum santri ke pasangan Jokowi-JK.

Berikut ini adalah berbagai kritikan pedas Fahri, yang berhasil dirangkum Liputan Islam :

1. Sinting

Fahri berkicau melalui akun @fahrihamzah, menulis, “Jokowi janji 1 Muharam hari santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!” Akibat tweet-nya itu, Fahri telah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu oleh Tim Advokasi Pemenangan Jokowi-JK. Bawaslu menerima laporan itu dan menyatakan akan memanggil Fahri secepatnya. (Kompas, 1 Juli 2014)

2. Jokowi Tidak Berprestasi

Fahri keras mengkritik pencalonan Jokowi sebagai kandidat calon presiden. Fahri menilai sejak menjadi gubernur Jokowi belum menunjukkan prestasi. Ia dengan tegas menyatakan jika partainya akan memilih menjadi oposisi ketimbang harus koalisi dengan PDI Perjuangan. Dia yakin Jokowi tidak memiliki konsep untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan. (Merdeka, 25 Maret 2014)

3. Jokowi Tidak Punya Konsep Selamatkan Indonesia

Fahri menilai, Jokowi tak mampu memimpin bangsa dan tidak punya konsep penyelamatan Indonesia yang jelas. “Kami memiliki konsep dan basis penyelamatan Indonesia di masa transisi, sementara Jokowi tidak. Sehingga kami khawatir penyelamatan bangsa ini malah makin berlarut-larut kalau Jokowi jadi presiden. Kami sudah siapkan model kepemimpinan yang sanggup menjadi penyelamat bangsa,” ujar Fahri. (Merdeka, 23 Maret 2014)

4. Jokowi Bermodal Popularitas

Menurut Fahri, Jokowi hanya bermodal popularitas tinggi, namun tidak punya konsep pembangunan yang jelas. “Pada dasarnya SBY ketika naik jadi presiden sama dengan Jokowi. Dianggap mampu padahal tidak ada bukti akan kemampuannya. Keduanya memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi karena kesantunan yang tidak bisa dijadikan alat ukur untuk menjadi pemimpin. Kesantunan tidak ada hubungannya dengan penyelesaian masalah,” katanya. (Merdeka, 25 Maret 2014)

5. Jokowi Minim  Wawasan

Fahri menyebutkan, bahwa Jokowi masih jauh dari kata pantas menjadi orang nomor satu di Indonesia, karena wawasannya sangat minim. “Jokowi wawasannya saja jangankan sampai level Indonesia, level Jakarta saja dia belum, padahal seorang pemimpin nasional wawasannya harus internasional,” katanya. (Merdeka, 25 Maret 2014)

6. Cengengesan

Fahri juga mengecam Jokowi yang dianggapnya hanya bermodal cengengesan. Baginya, pemimpin Indonesia harus bisa disandingkan dengan pemimpin-pemimpin lainnya di dunia.

“Tidak bisa modal ha ha hi hi. Dia harus disandingkan dengan Barrack Obama, Vladimir Puttin, David Cameron, Angela Merkel dan lain-lainnya,” pungkasnya. (Merdeka, 25 Maret 2014)

[ba]

 

 

 

 

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account