Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Erdogan Gagas Koalisi Segi Tiga Turki, Rusia, dan Iran, Benarkah?

Published 22/07/2016 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

rusia iran dan turkiLiputanIslam.com –  Pakar Rusia bidang Timteng Stanislav Taranov menyebutkan bahwa dalam percakapan telefon Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan sejawatnya di Iran Hassan Rouhani terdapat indikasi akan adanya “koalisi segi tiga” yang melibatkan Rusia dan meniscayakan perubahan sikap Turki terhadap Suriah.  Demikian dilaporkan RT milik Rusia dan al-Alam milik Iran. Kamis (21/7)

Taranov yang menjabat direktur Pusat Kajian Timteng-Kaukasus yang bernaung di bawah Institut Internasional Negara-Negara Baru mengatakan bahwa menyusul kandasnya proses perdamaian Timteng, Erdogan berusaha mengembangkan pengaruh geopolitik melalui “sayap-sayap NATO” tapi dia ternyata bangkrut di depan para mitra Baratnya dan menyebabkannya terjerumus pada konflik regional yang meliputi Suriah dan Irak.

RT mengutip laporan IRNA bahwa dalam percakapan telefon dengan Rouhani Senin lalu (18/7) Erdogan mengatakan, “Sekarang kami lebih bertekad lagi untuk berjalan seiring dengan Iran dan Rusia untuk dapat andil dan bekerjasama dengan keduanya dalam penyelesaian isu-isu internasional, sebagaimana kami bertekad untuk menggandakan upaya menuju pemulihan perdamaian dan stabilitas di kawasan.”

Di pihak lain, lanjut RT, Rouhani mengapresiasi “keberanian dan kematangan politik” rakyat Turki karena telah bangkit membela pemerintahan yang sah dalam menghadap para pelaku upaya kudeta gagal.

“Stabilitas dan ketentraman di Turki berpengaruh positif bagi iklim di kawasan secara keseluruhan, dan kami tidak ragu bahwa ketentraman di negara-negara Islam tidaklah menarik bagi para teroris maupun negara-negara besar,” ujar Rouhani. Rouhani juga mengatakan bahwa insiden upaya kudeta yang terjadi di Turki memperlihatkan mana kawan dan mana lawan yang sesungguhnya bagi Turki, di dalam maupun di luar negeri.

Mengenai kondisi Presiden Turki pasca upaya kudeta gagal, Taranov berpendapat bahwa Erdogan sebenarnya sudah lama menyadari telah masuk ke dalam jebakan agenda politik Barat serta menganggap agenda itu sebagai biang problematika pengungsian, dan ini dinyatakan Erdogan berulang kali secara blak-blakan sehingga mendobrak pintu Eropa bagi para pengungsi dan lantas keamanan Eropapun mendapat ancaman besar.

Menurut pakar Rusia ini, desakan Erdogan agar AS mengekstradisi Fethullah Gulen tanpa disertai argumentasi dan bukti dari Ankara mengenai keterlibatan Gulen di balik upaya kudeta menunjukkan bahwa Turki memang berniat mengusik hubungannya dengan Washington dan sengaja memainkan lagi “kartu Timur”.

Taranov juga menyebutkan ancaman Erdogan sebelumnya untuk mengarahkan Turki kepada Organisasi Kerjasama Shanghai  (Shanghai Cooperation Organisation/ SCO) apabila Uni Eropa menutup pintu bagi Ankara.

Taranov kemudian menyinggung spontanitas upaya Turki untuk menormalisasi hubungan Turki dengan Israel sekaligus Rusia, yang kemudian disusul dengan insiden serangan teror di Bandara Ataturk, Istanbul, dan lalu terjadi upaya kudeta menyusul adanya pernyataan bahwa akan segera diadakan pertemuan antara presiden Rusia dan presiden Turki. Menurut Taranov, semua ini terjadi bukan secara kebetulan.

Taranov menilai bahwa skenario awal upaya kudeta yang dikemukakan oleh Ankara mengindikasikan adanya sekelompok perwira tinggi Turki yang berusaha mengandaskan proses pendekatan dengan Israel dan Rusia. Sedangkan skenario kedua berbicara mengenai adanya kaitan sekelompok perwira tinggi dengan dinas rahasia Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA), dan skenario ketiga yang dinyatakan sendiri oleh Erdogan ialah keterlibatan Fethullah Gulen yang terasing di Amerika.

Taranov kemudian menyinggung kejutan lain yang terjadi bersamaan dengan upaya Erdogan memperkuat pemerintahannya dan mengamandemen konstitusi demi mengembalikan negaranya kepada sistem presidensial, sementara sekutu utamanya, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, juga menyerahkan RUU kepada Mahkamah Konstitusi untuk memperpanjang masa jabatan presiden menjadi tujuh tahun.

Taranov mengingatkan keberhasilan Baku menggagalkan upaya kudeta pada Oktober lalu yang kemudian muncul data-data mengenai keterhubungan para pelaku upaya kudeta di Azerbaijan itu dengan beberapa tokoh di Ankara. Dia menilai tidak kecil kemungkinan Erdogan mendapatkan data dan informasi dari Baku mengenai rencana-rencana para pelaku kudeta di Turki sehingga Erdogan dapat menggagalkannya.

“Sketsa geopolitik mengalami perubahan. Jika Erdogan solid pada pendekatan politiknya itu, yakni gagasannya untuk membentuk koalisi dengan Iran dan Rusia, maka dia harus mengakui efektivitas pemerintahan al-Assad (Presiden Suriah) dan mengadakan perundingan soal ini, dan inilah yang akan membuka cakrawala penyelesaian krisis Suriah,” ujar Taranov.

Stanislav Taranov mengatakan bahwa sejauh ini statemen-statemen Turki memang belum menunjukkan adanya perubahan secara fundamental dalam pendirian Ankara terhadap pemerintahan Bashar al-Assad, tapi tidak kecil kemungkinan Turki dalam waktu dekat ini akan berhadapan dengan krisis yang lebih besar sebagai buntut kudeta yang gagal dilakukan oleh kalangan yang pro-Barat.

“Jelas bahwa dalam kondisi demikian Ankara akan masuk ke dalam koalisi-koalisi taktis, dan pemerintah Turki akan berusaha mengeruk dukungan dari para mitra koalisi yang memungkinkannya untuk memainkan ‘peran keseimbangan’ di tengah keruntuhan hubungan Turki dengan Barat,” pungkas Taranov.  (mm)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account