Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Benarkah AS Salah Sasaran?

Published 20/10/2016 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

us-airstrike-syriaLiputanIslam.com–Pada Sabtu, 17 September, 2016,  AS dan koalisinya telah melancarkan serangan udara yang brutal sehingga menewaskan 70 tentara Suriah dan melukai 100 orang lainnya. AS kemudian menyatakan bahwa serangan tersebut adalah ‘kesalahan’ karena tujuan serangan sebenarnya adalah markas pasukan ISIS di dekat kota Deir Al Zour.

Serangan di pagi hari itu adalah serangan beruntun, dimana selama 1 jam, pesawat-pesawat udara AS, Inggris, Australia, dan Denmark menjatuhkan bom-bom lalu melarikan diri.

Lebih menarik lagi, setelah koalisi AS membunuhi tentara Suriah, pasukan ISIS turun dari gunung dan berpindah ke posisi yang lebih strategis di Deir al Zour.

Pertanyaannya: benarkan AS dan pasukan koalisi salah sasaran dan tidak sengaja membombardir tentara Suriah?

Rusia sebenarnya telah mengontak AS dua kali untuk memperingatkan bahwa pasukan koalisi sedang menyerang tentara pemerintah Suriah, sebelum akhirnya serangan benar-benar berhenti. Hal ini diungkapkan oleh Col. John J. Thomas, juru bicara Komando Sentral AS, kepada para reporter di Pentagon. Menurutnya, setengah jam setelah serangan berlangsung pada tanggal 17 September itu,  Pusat Udara Koalisi (CAOC) menerima telepon dari staf Rusia.

Staf tersebut meminta disambungkan dengan seseorang, namun orang itu tidak ada di sekitar telepon. Beberapa saat kemudian, orang Rusia kembali menelpon, lalu lima menit kemudian, serangan dihentikan.

Namun demikian, kerusakan telah terjadi dan mencabut nyawa 70 serdadu Suriah.

Sementara itu, juru bicara militer Rusia, Major-General Igor Konashenkov  mengatakan, “Jika serangan udara itu disebabkan kesalahaan koordinat target, ini adalah konsekuensi dari sikap keras kepala AS yang menolak berkoordinasi dengan Rusia dalam menyerang kelompok teroris di Suriah.”

Menurut Konashenkov, pesawat pengebom itu masuk ke wilayah udara Suriah dari Irak. Serangan dilakukan oleh dua pesawat tempur F -16 dan dua pesawat pendukung A-10.

Sementara itu, berikut ini pernyataan beberapa tentara Suriah yang selamat dari serangan tersebut.

“Kami pertama mengira bahwa pesawat-pesawat itu datang untuk membantu kami yang sedang bertempur melawan ISIS. Namun setelah dua tembakan pertama, kami segera menyadari bahwa mereka menargetkan kami secara agresif. Pesawat tempur itu menggunakan bom cluster untuk menyerang kami.”

“Sehari sebelum serangan, beberapa drone terbang dan men- scanning seluruh area ini.”

“Serangan AS telah menghancurkan seluruh perlengkapan pertahanan kami.”

 “Petempur ISIS menyerbu kami segera setelah serangan AS berhenti. Sebagian dari mereka tertawa. Pesawat tanpa awak AS (drones) dan helikopter kemudian menembaki kami di tempat perlindungan.”

“Sudah jelas ini bukan kesalahan, mereka menargetkan kami secara sengaja, untuk membantu ISIS.” (dw/RT/21stcenturywire)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account