Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

AS Versus Iran Dan Turki

Published 12/10/2017 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –  Mengapa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba-tiba memancing gejolak hebat pada hubungan negaranya dengan Iran dan Turki sekaligus? Apakah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) akan “bereaksi sengit” terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Teluk Persia? Seriuskan warning senator Republikan AS Bob Corker bahwa Perang Dunia (PD) III sudah dekat?

Warning dari sosok moderat Corker yang mengetuai komisi luar negeri Majelis Senat AS tampaknya tidak berlebihan. Belum lama ini dia mengingatkan bahwa ancaman Trump terhadap negara-negara lain akan membuat AS tergiring pada PD III.  Corker mengaku prihatin dan menilai orang lain yang memikirkan keamanan AS juga sama prihatinnya atas perilaku Trump.

Setelah mengancam “akan menghancurkan Korut secara total”, Trump nyaris mengobarkan krisis dengan dua kekuatan besar regional Timteng, Iran dan Turki, bukan semata karena Teheran-Ankara merapat satu sama lain terkait dengan penolakan keduanya terhadap referendum Kurdistan Irak, melainkan juga dengan karena pendekatan keduanya berkenaan dengan isu Suriah.

Hubungan AS-Turki

Hubungan Turki-AS kian hari kian memburuk. AS menggugat tiga pengawal Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan tuduhan melakukan kejahatan terhadap para demonstran dalam kunjungan Erdogan ke AS pada Mei lalu. Trump meminta tiga orang itu diserahkan.

Selanjutnya, Trump mengeluarkan keputusan penundaan pemberian visa kepada warga Turki yang hendak berkunjung ke AS sebagai reaksi atas tindakan aparat Turki menangkap staf lokal Kedubes AS di Ankara dengan dakwaan terlibat aksi mata-mata untuk kepentingan agamawan Turki Fethullah Gulen yang tinggal di AS.

Erdogan membalas keputusan Trump itu dengan balasan yang lebih keras, yaitu menghentikan pemberian visa masuk kepada warga AS. Selain itu, Ankara meneken pembelian sistem pertahanan udara S-400 dengan Rusia sekira dua pekan lalu.

AS dan Turki sama-sama anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Tapi aliansi ini terancam buyar karena AS memilih Kurdi sebagai sekutu “yang dapat dipercaya” ketika Erdogan menyilakan Trump memilih antara Kurdi dan Turki. Ada beberapa laporan yang mengkonfirmasi bahwa Trump diam-diam mendukung referendum Kurdistan, meskipun secara terbuka mengaku menentangnya .

Hubungan AS-Iran

Kemelut hubungan AS dengan Iran terkait dengan perjanjian nuklir kini memasuki krisis babak baru setelah Trump berpotensi menyatakan negaranya keluar dari perjanjian ini pada Minggu 15 Oktober mendatang. Hal ini kemudian diperburuk lagi dengan rencana baru Trump untuk mencantumkan IRGC dalam daftar hitam organisasi teroris.

Menanggapi hal ini, Panglima IRGC Mayjen Mohammad Ali Jafari menegaskan, “Jika benar kabar bahwa pemerintah AS akan melakukan tindakan bodoh mencantumkan IRGC dalam daftar teroris maka AS hendaknya menunggu reaksi sengit, dan IRGC akan memandang tentara AS di dunia, terutama Timteng, tak ubahnya dengan ISIS.” Lebih dari itu, Jafari juga menyarankan AS memindah pangkalan militernya di luar jangkauan rudal Iran, yaitu radius 2000-an km dari Iran.

Rencana Trump terhadap perjanjian nuklir Iran maupun IRGC mengundang keprihatinan pemerintah Perancis terhadap konsekuensinya, karena pasti menambah gejolak di Timteng. Presiden Perancis Emmanuel Macron mengimbau Iran menahan diri.

Perdana Menteri Inggris Theresa May adalah satu-satunya pemimpin Eropa yang mendukung “kebodohan” dan ancaman Trump. Juru bicara May mengatakan bahwa May dalam percakapan telefon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah bersepakat dengannya mengenai keharusan masyarakat internasional “menyadari ancaman Iran bagi kawasan Teluk Persia dan Timteng dan melanjutkan upaya mencegah sepak terjang Iran untuk mengacaukan kawasan ini.”

Luar biasa, Israel dipandang sebagai pihak yang mengobsesikan stabilitas Teluk Persia dan Timteng sehingga Inggris mendukungnya dan meminta khalayak internasional menganggap Iran sebagai sumber ancaman. Rezim Zionis yang telah mengobarkan sedikitnya delapan kali perang terhadap Arab selama kurun waktu 60 tahun silam diposisikan sebagai pihak yang mendambakan stabilitas regional, sedangkan Iran dipandang sebagai satu-satunya biang malapetaka!

Pernyataan Senator Corker,  kesepakatan Theresa May dengan Netanyahu bahwa Iran merupakan ancaman bagi Teluk Persia dan Timteng, dan keprihatinan Perancis, semua ini menandakan adanya rencana kolektif untuk memprovokasi Iran agar tergiring kepada perang. Dan jika perang ini berkobar maka kondisinya jelas akan berbeda dengan peperangan sebelumnya.

Langkah awalnya bisa jadi adalah keluarnya AS dari perjanjian nuklir. Selanjutnya adalah pemberlakukan lagi sanksi terhadap Iran, dan pada puncaknya ialah pembakaran sumbu ledak berupa pencantuman IRGC dalam daftar organisasi teroris.

Kebijakan “bodoh” Trump dan eskalasi provokasi Israel untuk melibatkan AS dalam perang baru di Timteng mungkin akan menjadi isu-isu utama pada tahap selanjutnya. (mm)

Sumber: Ray al-Youm

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account