Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

ANNAS Menyerang, Kemenag dan Ketum MUI Bela Syiah

Published 11/02/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

ANNAS ke DPRLiputanIslam.com — Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), pada Rabu, 4 Februari 2015 menyambangai Komisi VIII DPR, untuk melakukan audiensi. Menurut keterangan dari Islampos, hadir sejumlah ulama dari Nahdlatul Ulama (NU). Muhammadiyah, MUI, DDII, LPII, FUI, Persis, dan lain sebagainya.

“Pertemuan ini dilakukan untuk melaporkan keresahan ulama di Indonesia terkait penodaan agama yang dilakukan Syiah. Seperti diketahui MUI telah mengeluarkan buku Mewaspadai Penyimpangan Syiah untuk membentengi akidah umat Islam dari aliran sesat,” tulis Islampos.

Islampos, yang mengutip pernyataan dari Ketua ANNAS, KH. Athian Ali Dai, MA, menyatakan, bahwa aliran Syiah telah meresahkan. Perlindungan umat beragama, kata Athian, tidak boleh dibarengi dengan kezhaliman terhadap mayoritas.

“Ajaran ini sesat dan sudah meresahkan. Pernah terjadi di Sampang, bentrokan antara Syiah dengan kalangan Nahdliyin.”

Hadir anggota Komisi VIII di antaranya, Deding Ishak, Shodiq Mujahid, dan Arzeti Bilbina. Sementara dari pihak ulama yang hadir diantaranya, Habib Zein Al Kaff (PWNU Jatim), KH. Ali Kharrar (NU Sampang), KH. Kholil Ridwan (Ketua MUI) dan Fahmi Salim (Muhamadiyah).

Bimas Islam: ANNAS Berlebihan, Syiah itu Islam

Benarkah Syiah telah melakukan penodaan agama? Benarkah Syiah merupakan aliran sesat? Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Bimas Islam), Machasin justru menyatakan hal yang berbeda. Menurutnya,  sejak dulu Syiah merupakan Islam dan bagian dari Islam.

Ia menjelaskan, jika dalam Syiah ditemukan berbagai macam aliran ekstrim memang ada. Namun prinsip ajaran pokok yang ada di Syiah tidak berbeda dengan Sunni.

Untuk itu,  jika menemukan ajaran yang dirasa meresahkan maka perlu diadakan dialog dan pendekatan untuk meluruskan dan menyelesaikan masalah dan meluruskan hal yang menyimpang tersebut. Ia menambahkan, jika berbicara HAM maka pemerintah tidak hanya bertugas untuk melindungi kaum minoritas maupun mayoritas saja. Namun melindungi semua pihak.

“Kalau menurut saya itu berlebihan (menjadikan Syiah agama baru). Syiah itu dari dulu Islam, bagian dari Islam. Saya kira tidak arif jika melaporkan seperti itu. Bahwa dalam Syiah ada cabang-cabang ekstrim iya,” ujar Machasin.

Adapun terkait pemberian izin untuk Syiah mengadakan Muktamar di kantor Kementerian agama. Ia mengatakan, tidak ada larangan pemberian izin terhadap organisasi atau golongan untuk melakukan muktamar jika melakukan kegiatan yang tidak menimbulkan keributan dan bekerja baik untuk Indonesia.

Benarkah ANNAS Merupakan Representasi dari NU, MUI dan Muhammadiyah?

Dalam berbagai kesemapatan, kelompok ANNAS mengklaim bahwa pihaknya didukung oleh ulama-ulama NU, Muhammadiyah, ataupun MUI. Namun yang menjadi pertanyaan, benarkah tokoh-tokoh seperti Habib Zein Al Kaff (PWNU Jatim), KH. Ali Kharrar (NU Sampang), KH. Kholil Ridwan (Ketua MUI) dan Fahmi Salim (Muhamadiyah), merupakan perwakilan dari lembaganya?

Seperti diketahui, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga merupakan Ketua Umum PP Muhammadiyah, justru berulang kali menyerukan agar semua pihak berlaku arif dalam menyikapi Sunni-Syiah.

“Konflik Sunni-Syiah dimulai pada saat Rasulullah wafat terkait siapa yang akan menggantikan Rasulullah. Apakah Abu Bakar Atau Ali Bin Abi Thalib. Lalu kemudian konflik ini  berkembang menjadi teologis. Selama semuanya masih berada dalam lingkaran syahadat yakni meyakini Allah dan Muhammad Rasulullah sebagi Nabi terakhir maka mereka berada dalam wilayah akidah Islamiyah. Walaupun sering terdapat perbedaan pendapat untuk hal-hal lainnya,” jelas Din.

“Ini sungguh memperihatinkan ada pertentangan yang membawa perpecahan di tubuh umat Islam. Yang sebenarnya konflik Sunni-Syiah dimulai sudah berabad-abad lalu setelah nabi Muhammad wafat. Tentu kita berharap tidak terulang kembali. Kalau masing-masing pihak dapat mengendalikan diri,” ujar Din, seperti dilansir Republika, 6 Februari 2015.

Menurutnya, untuk mendorong konflik ini agar tidak menjadi besar kembali maka diperlukan kearifan dan kebijaksanaan semua pihak. Hal ini  sejalan dengan perubahan geo ekonomi politik Timur Tengah yang memiliki kecenderungan untuk mengadu domba umat Islam. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account