Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Tabayun

Akar Kemunculan Islam Radikal di Indonesia Menurut Prof. Afif Muhammad (1)

Published 26/04/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

afif muhammad“…Pada tataran doktrin, semua agama mengajarkan kedamaian dan keselamatan. Akan tetapi, ketika doktrin tersebut diaktualisasikan oleh para pemeluknya, seringkali terdapat kesenjangan yang cukup lebar. Semua agama, misalnya, mengajarkan perdamaian, persaudaraan, dan keselamatan, tetapi pada kenyataannya seringkali para pemeluk agama memperlihatkan pengamalan yang bertentangan. Di sini, agama yang semula mengajarkan perdamaian, seakan berubah menjadi salah satu faktor penyebab konflik dan permusuhan.”

Demikianlah pernyataan Prof. Afif Muhammad pada Pengantar bukunya Agama & Konflik Sosial : Studi Pengalaman di Indonesia (2013: 5). Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa agama bagai pisau bermata dua, di satu sisi berisi kedamaian, di sisi lainnya mengandung peperangan; di satu sisi menyerukan persaudaraan, di sisi lain menyerukan permusuhan. Dan hal itu terjadi secara riil di tengah-tengah masyarakat Indonesia apapun agamanya termasuk umat Islam. Apa penyebabnya?

Prof, Afif menyebutkan bahwa salah satu faktor pemicu munculnya radikalisme Islam adalah pemahaman normatif terhadap Islam yang bersifat tekstual, berorientasi ke masa lalu, eksklusif, dan menolak rasio dalam masalah agama. Pemahaman ini, menurutnya, dianut oleh kelompok yang menamakan diri salafiah atau wahabiah, yang di Indonesia ternyata cukup berkembang. Pemahaman seperti ini melahirkan sikap eksklusif dan menutup diri terhadap agama lain dan juga pemahaman pihak lain sesama Muslim. Kondisi ini menyebabkan pernyataan sesat dan kafir merebak, bukan saja hanya ke pada non-Muslim, tetapi juga ke sesama kaum muslim.

Hal ini diperparah lagi dengan sikap tokoh-tokoh agama yang adakalanya memprovokasi umat melakukan tindakan kekerasan. Hasil penelitian Prof. Afif dalam bukunya di atas menunjukkan bahwa terdapat tokoh agama—baik Kristen maupun Islam—yang selalu menyampaikan khutbah-khutbah dan ceramah-ceramah yang dapat memprovokasi dan menghasut umat untuk melakukan tindak kekerasan.Mereka juga menyebarkan pamflet, brosur, buletin, dan buku-buku. Dari sini agama dipicu menjadi radikal.

Lantas apa sebenarnya makna Islam Radikal? Istilah “radikal”, kata Prof. Afif,  diberikan kepada Islam, dimulai oleh Montgomery Watt dan Dilip Hiro untuk menyebut gerakan-gerakan di Mesir yang melakukan tindak kekerasan, misalnya Jamaah Takfir wa al-Hijrah, Hizbullah, dan Jamaah al-Jihad. Dan kembali mencuat, semenjak peledakan WTC dan Al-Qaida di belakang peristwia tersebut.

Radikal berasal dari radic yang berarti “akar”, dan radikal adalah (sesuatu yang) bersifat “mendasar” atau “hingga ke akar-akarnya”. Predikat ini bisa dikenakan pada pemikiran atau paham, sehingga muncul istilah pemikiran yang radikal, dan bisa pula pada gerakan. Radikalisme itu diartikan “paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembauran sosial dan politik dengan cara keras atau drastis”, dan “sikap ekstrem di suatu aliran politik.” Degan demikian, Islam Radikal adalah paham keislaman atau aliran dalam Islam yang menginginkan dan mencita-citakan perubahan sosial dan politik yang sesuai dengan syariat Islam yang dilakukan dengan tindak-tindak kekerasan dan drastis.

Islam Radikal menginginkan terlaksananya syariat Islam dalam bentuknya yang murni dan otentik, yang diajarkan Al-Quran dan dipraktikkan oleh Rasulullah saw. Murni, berarti tidak ada unsur-unsur luar yang masuk ke dalamnya. Tolok-ukurnya adalah Al-Quran dan sunnah. Segala yang berasal dari luar harus ditolak dan dipandang bid’ah. Sebab, bagi mereka, Islam yang ideal adalah Islam yang dipraktikkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Islam seperti itulah yang harus dihadirkan kapan pun dan di mana pun, karena, Islam sesuai untuk segala ruang dan waktu (shalihun li kulli zaman wa makan).

Dengan pemahaman seperti itu mereka selalu berorientasi ke belakang; dan membagi dunia menjadi dua : Allah atau thagut, syariat Islam atau syariat kafir, Negara Islam (Dar al-Islam) atau Negara Musuh (Dar al-Harb), Masyarakat Islam atau Masyarakat jahiliyah, Partai Allah (Hizb Allah) atau Partai Setan (Hizb asy-Syaithan). Di situ tidak ada kompromi dan setengah-setengah. Apa yang datang dari Allah pasti benar dan baik, dan karena itu harus diterima dan dilaksanakan. Sedangkan yang berasal dari selain Allah pasti salah dan buruk, dan karena itu harus ditolak dan dibasmi.

Kadang-kadang, saking semangatnya, sampai-sampai hal-hal yang teknis pun diurus. Ujung celana jangan sampai  menutup mata kaki, kenakan jubah dan sorban, dan peliharalah janggut. Lalu, istilah-istilah itu pun mesti “ditertibkan” dengan menggunakan bahasa yang lebih “islami” atau “Arabi”. Istilah sembahyang jadi shalat, “puasa” jadi shaum, dan kawan-kawan menjadi ikhwan/akhwat. Namun, Islam Radikal bergerak lebih jauh dalam memaksakan pendapatnya, sehingga menggunakan kekerasan dan cara-cara yang drastis, yang menimbulkan ketakutan pada banyak orang, dan juga mengganggu stabilitas negara. Itu sebabnya, Islam Radikal sangat dekat dengan terorisme. (hd/liputanislam.com)

Agama dan konflik sosial Judul Buku          : Agama & Konflik Sosial : Studi Pengalaman Indonesia

Pengarang          : Prof. Dr. Afif Muhammad, MA

Terbitan               : Marja, Bandung, 2013.

*Prof. Dr. Afif Muhammad, MA, cendekiawan Muslim dan ketua Program Studi Religious Studies PPS UIN Bandung.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Tabayun

PBB: Terjadi Eksekusi-Eksekusi Cepat Bermotif Sektarian di Suriah

By Muhammad
Tabayun

Gencatan Senjata Diusulkan untuk  Gaza, Begini Beberapa Rinciannya

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account