Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Yogya, Florence dan Demokrasi Kita

Published 31/08/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
yogya memafkan florence
meme yang beredar di jejaring sosial dari warga Yogya yang memafkan Florence

Oleh : Anton DH Nugrahanto.

Bagi kebanyakan orang Batak, Kota Yogya adalah tempat dimana para intelektual mendapatkan legitimasinya, dimana mobilitas sosial menemukan jalan bagi mereka. Di Tapanuli misalnya, mereka adalah anak petani, tapi ketika mereka lulus sekolah di Yogya menjadi boss di BUMN atau pejabat negara. Banyak orang Batak menjadi bangga dengan ke-Yogya-an mereka, dan mereka menjadi “Jawa yang lebih Jawa”.

Dulu kita kenal aktor Maruli Sitompul yang kalau main film dia kerap menggunakan logat Jawa-nya, seorang Batak macam Maruli yang dibesarkan dalam budaya Batak yang egaliter bisa saja memerankan bangsawan Yogya dengan sikap feodal dan bahasa Jawa Kromo yang superior melihat rakyat jelata. Atau berperan sebagai seorang Bapak yang mementingkan status sosial seperti layaknya orang tua dimasa lampau dalam langgam Jawa yang kental. Kuatnya hubungan Batak-Jawa dalam adegan teatrikal juga ditunjukkan oleh WS Rendra yang menjadi pemberontak dalam keluarga di film ” Terminal Cinta” dimana dalam scene terakhir dengan cantiknya WS Rendra menderetkan bait “Sajak Widuri untuk Joki Tobing”.

Ada anekdot lucu soal orang Batak yang berhasil menelpon mamaknya di Toba sana setelah lulus dari UGM lantas dia jadi pejabat BUMN, satu saat pejabat Batak itu telpon ke mamaknya, “Mak, aku berhasil sekarang jadi direktur, Maaak” teriak anaknya. Tapi mamaknya yang agak lemah pendengarannya malah marah “Hai, Ucok kujual sawah ladang bapak kau, biar kau sekolah di Yogya, sekarang kau malah kerja jadi kondektur…”

Indonesia terbentuk oleh hubungan-hubungan budaya, seperti contoh lekatnya orang Batak dengan tanah Yogya. Dan Yogya menjadi lebih istimewa karena kepemimpinannya di masa lalu adalah kepemimpinan yang rendah hati.

Ada cerita terkenal satu pagi Sultan HB IX, ia menyetir jeep-nya hendak menuju keraton, di dekat pasar Beringhardjo tiba-tiba dia dihentikan seorang ibu-ibu pedagang beras, tanpa menengok ke arah Sultan, ibu-ibu tadi memerintahkan Sultan mengusung dagangannya dan minta diantar ke Pasar Beringhardjo.

Sampai di pasar, Sultan menurunkan dagangan ibu tadi lalu ibu tadi memberikan uang kepada Sultan namun ditolak. Si ibu  mengira Jeep tadi adalah mobil tumpangan. Sultan bilang dia hanya membantu dengan nada yang amat sopan, lalu si ibu membalas, “Uh Pak Sopir sudah kaya ya, dikasih duit ndak mau.”

Seorang polisi memperhatikan kejadian tersebut. Setelah Sultan selesai menurunkan dagangan ibu tadi, polisi tadi datang ke arah ibu-ibu itu lalu berkata,”Bu, sampeyan tau siapa tadi yang menurunkan dagangan?”

“Ya, saya ndak tau, ya pastinya dia pak sopir, tho,” jawab si ibu.

“Dia itu yang punya ringin kembar itu lho,” terang polisi tersebut.

Si ibu pingsan saat mengetahui bahwa yang dikira sopir adalah Sri Sultan HB IX.

Yogya menjadi amat istimewa karena sikap rendah hati Sultan-nya, juga karena memang budayanya yang tinggi, jadi amat aneh bila pisuhannya seorang Florence ditanggapi seperti kita menghadapi musuh negara. Orang yang sudah berbudaya tinggi ketika dimaki ia hanya tersenyum.

Yogya bukanlah kota yang butuh pengakuan, Yogya adalah kota yang sudah besar sejak awal mulanya. Kota yang pertama kali gantung leher untuk Sukarno menjamin Republik, untuk itulah ia menjadi istimewa. Jangan sampai keistimewaannya ini lantas tercoreng hanya karena hal-hal sepele, bebaskan Florence dari tahanan polisi maka akan menunjukkan bahwa Yogya memang kota berbudaya.

______________
Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke [email protected]

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account