Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Ustadz Ahmad Sarwat: Islam di Antara Kebodohan Guru dan Fanatisme Murid

Published 04/08/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Ahmad-Sarwat-Lc1LiputanIslam.com — Salah satu penyakit yang paling sering menyerang pemahaman para juru dakwah dan aktifis Islam adalah mengidentikkan antara pendapat pribadi mereka dengan agama Islam. 

Dalam pandangan mereka, semua pendapat dan pandangan subjektif yang lahir dari otak mereka adalah Islam. Kemudian, luas  agama Islam itu dipenjara sedemikan rupa hanya sebatas apa yang mereka pahami saja. Di luar itu dianggap bukan Islam dan harus diperangi.

Kalau baru sampai disitu barangkali masih belum terlalu jadi masalah. Sebab kenyataannya memang banyak sekali umat Islam yang sangat awam dan punya pemikiran seperti itu.

Tetapi pemikiran semacam ini menjadi gawat kalau bersemayam di dalam kepala para juru dakwah dan aktifisnya. Sebab mereka punya banyak murid yang biasanya merupakan pengikut fanatik, karakter yang selalu ditumbuhkan adalah mengamini semua yang keluar dari mulut gurunya serta setia selalu membela sang guru. 

Buat mereka, sama sekali tidak penting lagi apakah gurunya itu benar atau keliru. Dan mereka pun tidak terlalu peduli apakah wawasan dan ruang lingkup keilmuan guru mereka itu bermasalah atau tidak. Yang mereka tahu hanya bagaimana menjadi pembela sang guru. Dan membela sang guru berarti membela agama Islam. Titik.

Sayangnya sang guru pun kurang bijaksana. Mereka mendapat dukungan fanatik dari para murid, jadinya malah bersikap besar kepala, sombong dan merasa besar. Ujung-ujungnya seringkali main vonis sendiri seenaknya. 

Maka tidak sedikit para guru yang sejatinya merupakan juru dakwah dan aktifis yang terlalu mudah bersikap antipati pada pendapat siapa pun yang tidak sejalan dengan pendapatnya. Bahkan pendapat yang tidak disukainya itu dengan mudah dijatuhi vonis sebagai bukan Islam.

Lebih jauh lagi, karena punya kekuatan masa, secara masif diajaknya para pendukung fanafik itu untuk memerangi pendapat lain yang tidak disukainya itu. Dan semua diberi legitimasi sebagai bagian dari perjuangan dan dakwah Islam.

Padahal duduk masalah yang diributkan sebenarnya bukan perbedaan antara Islam dan bukan Islam. Yang diributkan ternyata sekedar perbedaan pendapat di kalangan ulama yang sudah ada sejak masa lalu. Bahkan ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits nabi pun memberi peluang atas perbedaan itu. 

Kalau saja mereka sedikit belajar dan memandang lebih luas, maka apa yang selama ini dijadikan komoditas materi dakwah ternyata sekedar ribut-ribut tanpa ilmu yang sama sekali tidak produktif dan hanya menyakiti hati sesama muslim saja. 

Sayangnya, karena wawasan dan ilmu yang sangat terbatas, yang dia kenal hanya satu versi saja. Versi-versi lain yang tidak dikenalnya selama ini, langsung dicap sebagai bukan Islam.

Kalau sudah begini, seringkali aktifitas dakwah dan gerakan-gerakan di dalamnya akan menjadi kurang efektif dan buang-buang energi. Kita jadi sibuk perang pada wilayah yang sebenarnya kurang penting dan tidak prinsipil. Menang tidak menambah pahala dan kalah pun cuma bikin dendam saja.

Inilah fenomena paling menyakitkan yang melanda umat Islam saat ini. Kalau dulu Rasulullah SAW dan para shahabat berjihad melawan orang kafir harbi, sekarang kita justru sibuk memerangi umat dan pengikut Nabi Muhammad SAW sendiri. Wal ‘Iyadzu billah.

Hari ini di hampir semua lini, kita tidak lagi berperang melawan orang kafir yang sesungguhnya, tetapi kita justru sibuk membunuh dan memerangi sesama muslim. Di level dakwah, kita makin asyik menjadikan saudara muslim kita sendiri sebagai musuh. Lalu kita sibuk bertengkar, mencaci, menghujat, memaki, melecehkan, menuduh saudara kita sendiri, yang nota bene sama-sama mengaku sebagai umat Nabi Muhammad SAW. 

Konten dakwah kita berubah dari mengajak kepada Islam menjadi senjata untuk menghabisi kehormatan sesama muslim. Materi dakwah bukan lagi mengajak kita mendalami Islam, tetapi sekedar menjadi bumbu-bumbu penyedap untuk mengunyah daging saudara kita sendiri dengan lahap. 

Nun di kejauhan sana, orang-orang kafir lagi asyik menonton kita, umat Rasulullah SAW, yang lagi sibuk saling memukul, saling menggebuk, saling balas dendam dan mewariskan dendam kesumat untuk saling berperang dengan sesamanya. 

Orang-orang kafir itu sekarang bisa duduk santai, tidak perlu kerja keras lagi. Toh, lawan-lawannya sedang sibuk perang sendiri-sendiri.

Disalin dari tulisan Ustadz Ahmad Sarwat, Lc. di RumahFiqih.com

______________________
Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke [email protected]

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account