Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Syaikh Ahmad Yassin: Negara Pendukung Hamas Pertama Kali adalah Iran

Published 04/08/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Syaikh Ahmad Yassin menyampaikan ceramahnya di bawah spanduk bertuliskan salam kepada Imam Husain  pada acara pertemuan dengan pelajar asing di Qom, Iran.
Syaikh Ahmad Yassin menyampaikan ceramahnya di bawah spanduk bertuliskan salam kepada Imam Husain pada acara pertemuan dengan pelajar asing di Qom, Iran.

Syaikh Ahmad Yassin dalam kunjungannya ke Iran pada tahun 1998, menyampaikan bahwa negara yang secara resmi pertama kali mendukung perjuangan HAMAS adalah Republik Islam Iran.

Beliaupun menyampaikan rasa terimakasih kepada bangsa Iran terkhusus kepada Imam Khomeini yang telah menggagas hari Jum’at terakhir Ramadhan sebagai hari solidaritas kaum muslimin sedunia atas perjuangan kemerdekaan Palestina dari penjajahan rezim Zionis Israel. 

Menurut Kantor Berita ABNA, Hari Quds adalah hari mengenang ketertindasan bangsa Palestina, dan ketertindasan Palestina mengingatkan pada para mujahidin yang syahid dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, diantaranya Syaikh Azaladin Qasem, DR. Fatahah Syaqaqi, Syaikh Raqib Harb, Sayyid Abbas Musawi dan Syaikh Ahmad Yassin. 

Syaikh Ahmad Ismail Yassin dilahirkan di desa Al Jaurah, pinggiran Al-Mijdal, selatan Jalur Gaza (sekarang dekat Ashkelon di Israel). Tanggal lahirnya tak diketahui secara pasti: menurut paspor Palestinanya, ia lahir pada 1 Januari 1929, namun ia telah menyatakan sebenarnya telah lahir pada 1938. Sedangkan sumber Palestina mendaftarkan tahun lahirnya ialah 1937. 

Saat masih kanak-kanak, ia dan keluarganya telah dipaksa menjadi pengungsi yang diakibatkan oleh perang dengan Zionis Israel pada tahun 1948. Karena sikap perlawanannnya terhadap rezim Zionis, beliau pernah divonis hukuman penjara pada tahun 1983 selama 13 tahun oleh pengadilan Israel. Namun bisa keluar penjara pada tahun 1985 karena kesepakatan tukar tawanan perang Israel dengan pejuang pembebasan Palestina. 

Kemudian pada tahun 1987, Syaikh Yassin mendirikan Hamas – al-Harakatul Muqawwamatul Islamiyah – dengan rekannya Abdel Aziz al-Rantissi dan Khaled Meshal. Dengan aktivitas politiknya tersebut yang semakin membahayakan eksistensi rezim Zionis, ia kembali dijebloskan ke penjara pada tahun 1991. Setelah mendekam dalam penjara selama 6 tahun, beliau kemudian dibebaskan pada bulan November 1997. 

Keluar masuk penjara tidak menghentikan perlawanannya. Sampai akhirnya senin, 22 Maret 2004 helikopter Israel menghantamkan 3 roket ke kendaraan yang ditumpanginya seusai shalat subuh di Masjid Gaza. Beliaupun syahid dalam usia 68 tahun dan sedang dalam keadaan berpuasa.

Syaikh Ahmad Yassin adalah seorang tuna netra dan juga seorang paraplegic akibat kecelakaan olahraga pada masa muda-nya sehingga beliau harus menggunakan kursi roda sepanjang sisa hidupnya. Ia merupakan pejuang Intifadhah, mujahid dakwah yang berjuang menegakkan Islam dan qiyadah/pemimpin Palestina. 

Sangat jarang diketahui orang, bahwa pada bulan April 1998 beliau pernah melakukan perjalanan ke Iran selama 6 hari. Dalam lawatannya ke Iran waktu itu, beliau bertemu dengan Ayatullah al Uzhma Sayyid Ali Khamanei dan Presiden Republik Islam Iran waktu itu. 

Memenuhi undangan Majma Jahani Ahlul Bait, Syaikh Ahmad Yassin juga berkunjung ke Qom. Di Qom, beliau berjumpa dengan sejumlah ulama besar Iran yang tergabung dalam pengurus Majma Jahani Ahlul Bait. Syaikh Ahmad Yassin bertemu dengan Sayyid Kadzim Hairi, Misbah Yazdi, dan ulama lainnya. 

Beliaupun sempat bertemu dengan civitas akademika Hauzah Ilmiah Qom termasuk pelajar-pelajar asing yang menimba ilmu di Qom saat itu. Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, Syaikh Ahmad Yassin menyampaikan bahwa negara yang secara resmi pertama kali mendukung perjuangan HAMAS adalah Republik Islam Iran. 

Beliaupun menyampaikan rasa terimakasih kepada bangsa Iran terkhusus kepada Imam Khomeini yang telah menggagas hari Jum’at terakhir Ramadhan sebagai hari solidaritas kaum muslimin sedunia atas perjuangan kemerdekaan Palestina dari penjajahan rezim Zionis Israel.

Disalin dari Abna.ir

__________________
Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke [email protected]

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love1
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account