Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Subsidi BBM, Siapa Pihak Ketiga yang Diuntungkan?

Published 29/08/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

bbm naikOleh: Putu Heri

Ada dua penyesalan dari masyarakat yang saya lihat pasca Pilpres. Penyesalan pertama, datangnya dari pendukung Prabowo Subianto. Tidak jauh-jauh, contohnya adalah Tante saya sendiri. Dia, adalah salah satu orang yang aktif berkampanye menyebarkan keburukan Jokowi – dengan menyebut Jokowi sebagai keturunan China, kafir, komunis, dan berbagai macam tudingan lainnya, yang disebarkan via SMS. Dia, juga rela menelepon kerabat berjam-jam untuk menghimbau agar mencoblos Prabowo-Hatta. Padahal saya tahu pasti, dia tidak dibayar sepeserpun. Namun ketakutannya punya presiden yang dikabarkan “China, kafir, komunis” membuat ia rela melakukan semua itu. Namun ketika melihat sendiri bagaimana sepak terjang Prabowo usai Pilpres, ia pun menyesal.

Penyesalan kedua, datang dari sebagian pendukung Jokowi. Alasannya, karena Jokowi sudah bertekad bulat akan menaikkan harga BBM.  Tentu saja, kebijakan itu dianggap tidak pro-rakyat. Lalu, mereka pun menyesal.

Menyesal atau tidak menyesal, toh bagaimanapun juga Jokowi sudah terpilih sebagai presiden, yang artinya, cepat atau lambat, BBM pasti akan dinaikkan. Ia sendiri sudah siap untuk mengambil kebijakan yang tidak populer, karena menurutnya, besarnya anggaran subsidi BBM tidak tepat sasaran.

“Harus dialihkan ke usaha produktif, misalnya usaha di desa, pupuk, benih, pestisida, dan mesin untuk nelayan. Jangan sampai masyarakat kita konsumtif pakai BBM terus. Harus berubah, konsumsi jadi produktif,” ucap Jokowi. Ia memastikan bahwa pengalihan subsidi bagi masyarakat kecil nantinya bakal tepat sasaran. Pemerintahannya akan menggunakan sistem kartu agar tidak ada penyimpangan. (Kompas, 29 Agustus 2014)

Sebenarnya, seberapa besar dana yang dihabiskan pemerintah untuk mensubsidi BBM?

Dalam RAPBN 2015 ditetapkan besaran subsidi energi sebesar Rp363,5 triliun. Subsidi listrik yang menyentuh masyarakat kelas bawah justru hanya Rp 103,8 triliun. Sementara subsidi nonenergi seperti pangan, pupuk, benih, dan lainnya ditetapkan hanya sebesar Rp 69,9 triliun.

Institute for Development and Economics Finance (INDEF) menilai bahwa pemerintah tak peduli dengan masyarakat kelas bawah. “Lima tahun terakhir APBN kita pincang karena subsidi BBM yang cukup besar, yakni sebesar 20-40 persen dari total pengeluaran pemerintah pusat,” ucap Enny Sri Hartati, Ekonom INDEF. (Nefosnews, 27 Agustus 2014)

Bagaimana pemerintah bisa menstimulus masyarakat kecil, UKM, infrastruktur, dan indeks pembangunan manusia jika sebagian besar APBN dialihkan ke subsidi BBM?

BBM Disubsidi, Siapa yang Diuntungkan?

Tentunya, ada pihak ketiga, yang turut diuntungkan dengan adanya subsidi BBM ini. Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia Ismed Hasan Putro, pernah mengungkapkan kegeramannya lantaran pemerintah masih saja memberikan subsidi BBM. Menurutnya, subsidi itu bukan mensejahterakan rakyat, namun mensejahterakan para produsen kendaraan.

“BBM disubsidi sekitar Rp 300 triliun siapa yang menikmati, apakah orang di Papua menikmati? Yang menikmati itu adalah orang di Jakarta, yang menikmati itu adalah Jepang, Korea, Amerika Serikat, karena kendaraan mereka laku,” ujar Ismed. (Merdeka, 23 Maret 2014)

Seperti yang dilaporkan di sini, Jepang selaku produsen kendaraan justru ‘memaksa’ agar masyarakatnya menggunakan transportasi masal, atau paling tidak, menggunakan sepeda. Berbagai macam cara dilakukan, termasuk dengan mematok harga yang sangat tinggi untuk BBM. Di Jepang, harga BBM mencapai 14.000 hingga 17.000 tergantung kualitas.

Mungkin, ada kalanya kita harus berpikir out of box. Kita melihat sendiri sepeda motor dan mobil buatan luar negeri memenuhi jalan-jalan yang menyebabkan macet dan polusi. Tiap tahun, penjualan sepeda motor maupun mobil selalu saja meningkat. Tentu saja mereka (Jepang, Korea, AS), akan mengeruk keuntungan dengan laris manisnya produk-produk mereka.

Seandainya situasinya berbalik, harga BBM dinaikkan hingga 17.000 rupiah, maka masihkah angka penjualan mobil/ motor mereka tetap tinggi? Jika iya, maka pencabutan subsidi BBM akan menjadi ‘hukuman’ bagi mereka. Namun untuk membuktikannya, kita masih harus menunggu.

Dan untuk pemerintah pusat maupun daerah, Anda memiliki PR yang sangat mendesak untuk segera dikerjakan, yaitu melakukan pembenahan infrastruktur transportasi massa.

________________

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini. Silahkan kirimkan ke [email protected]

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account