Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Saudariku, ISIS Bukanlah Pangeran Berkuda Putih

Published 28/11/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Austrian girl beaten to death by ISISOleh: Khadija, Blogger.

Gadis cantik itu namanya Samra Kesinovic. Setahun yang lalu, ia berangkat ke Suriah bersama seorang temannya untuk bergabung dengan ISIS. Sampai di Suriah, ia menikah dengan salah satu ‘mujahidin’ dan mengaku snagat menikmati kehidupan barunya di Raqqa. Ia mengaku bisa menjalankan syariat agama dengan bebas. Penampilannya pun berubah, dari seorang gadis cantik berkuncir kuda, menjadi seorang gadis yang hanya terlihat matanya saja.

Setahun kemudian…

Kesinovic dilaporkan tewas. Ia mencoba kabur dari Raqqa, namun tertangkap. Lalu, ia dihukum, dipukuli hingga tak bernyawa. Ah, usianya baru 17 tahun. Sayang sekali hidupnya berakhir seperti ini…

***

Saudariku, terorisme yang melanda Paris pada Jumat 13 November 2015 lalu telah merengut ratusan korban jiwa. Tahukah kamu, salah satu pelakunya adalah gadis cantik usia 26 tahun. Namanya Hasna Aitboulahcen. Selama ini dia dikenal sebagai gadis bertopi koboi. Namun belakangan, ia mulai mengenakan hijab. Tanpa sepengetahuan keluarganya, ia bergabung dengan ISIS.

Keluarganya sama sekali tidak menyangka gadis seperti dia direkrut ISIS. Kata kakaknya, Aitboulahcen selama ini sama sekali tidak tertarik belajar agama. Ia juga tidak pernah membaca Al-Qur’an. Sehari-harinya, ia hanya asyik dengan handphonenya, entah itu ber-Facebook-an, atau ber-chat ria melalui fitur Whatsapp…

Masih banyak gadis-gadis yang lainnya yang terpengaruh propaganda ISIS. Dan Saudariku, tahukah kamu apa penyebabnya?

“Seorang wanita yang merasa kesepian atau yang tidak menemukan kedamaian ketika menjalin suatu hubungan, adalah target yang sangat potensial untuk direkrut. Mereka mengharap ada takdir yang tiba-tiba berubah, seperti hadirnya seorang pangeran yang mempesona. Dan dengan si pangeran ini, mereka berharap bisa membangun masa depan yang bahagia. Padahal realitanya sangatlah jauh dari yang diimpikan,” tulis majalah wanita Cosmopolitan, edisi Rusia.

Saudariku, Allah menciptakan kita berpasang-pasangan. Mungkin memang ada suatu masa yang begitu pahit dan menyakitkan karena kandasnya suatu hubungan. Bila itu terjadi maka bersabarlah. Dahulu, Zulaikha begitu tergila-gila dan sangat mencintai Nabi Yusuf, padahal ia berstatus seorang istri. Putifar suaminya, sangat mencintainya. Jalan yang dutempuh Zulaikha adalah jalan yang tidak diridhoi Allah. Namun ketika Putifar meninggal, lalu Zulaikha semakin menua dan renta, disitulah ia mulai menemukan kasih karunia Allah. Ia menjadi penyembah Allah yang Esa, bertaubat atas dosa-dosanya. Dan karena cintanya kepada Allah, akhirnya Allah memerintahkan Nabi Yusuf untuk menikahinya.

Aku memahami bagaimana kerinduanmu menantikan seorang imam. Menantikan belahan jiwa, yang bersamanya kelak bersama mengarungi hidup. Hanya saja, ketahuilah wahai Saudariku, kerinduanmu ini dimanfaatkan oleh kawanan teroris ISIS yang menganggap diri mereka sebagai ‘mujahidin’.

Mereka mencoba mempengaruhimu dengan cara yang sangat halus. Melalui media sosial mereka mendekatimu dan mencoba mengorek segala sesuatunya tentangmu. Mereka berusaha mendapatkan simpati dan rasa percaya darimu.

“Para perekrut lalu menjejali gadis-gadis yang masih polos ini dengan mimpi-mimpi indah. Mereka mengaku tengah memerangi kejahatan di jalan Allah, merasa lelah dan butuh pendamping. Mereka ingin menikah, punya anak-anak yang akan dididik di jalan Islam…”

Dengan cara inilah akhirnya gadis-gadis belia itu rela meninggalkan keluarga dan negaranya untuk berangkat ke Timur Tengah dan bergabung dengan ISIS. Namun ketika sampai di sana, barulah mereka tahu seperti apa kehidupan di tengah-tengah para ‘mujahidin’ dan menyesal.

Contoh nyata adalah Kesinovic. Jika memang ia begitu bahagia di Raqqa, lalu mengapa ia mencoba kabur? Mengapa ia tidak mendampingi suaminya yang tengah ‘berjihad’ di jalan Allah?

Saudariku, jangan sampai ada penyesalan yang sama. Berhati-hatilah terhadap orang yang baru kamu kenal, apalagi kenalnya hanya melalui media sosial. Ceritakanlah masalahmu pada orang tua ataupun kepada orang yang bisa kamu percayai. Tunggulah belahan jiwamu, sambil memantaskan dirimu. (LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account