Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Saat Kebencian Terbungkus Fatwa Ulama

Published 10/06/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

 

www.kiblat.net
www.kiblat.net

Oleh: Khadija, Blogger

Kita mungkin masih ingat, bagaimana Syeikh Yusuf Qaradhawi (SYQ) mengeluarkan fatwanya atas Libya pada tahun 2011 lalu. Sebagai salah satu ulama terkemuka, SYQ telah menyerukan kepada tentara Libya yang bisa menembak Muammar Ghaddafi untuk tidak menahan senjata mereka.

“Barangsiapa di militer Libya mampu menembakkan peluru ke arah Gaddafi maka mereka harus melakukannya,” kata Qardhawi kepada saluran berita al-Jazeera yang berbasis di Qatar.

Beberapa bulan kemudian, Muammar Ghadafi tewas. Dan kini, Libya tengah sekarat. Tidak ada kedamaian, ataupun kehidupan yang kondusif di Libya. Perekonomian, politik, dan keamanan hancur dengan maraknya pemberontakan.

Kemudian badai Arab Spring menyapa Suriah. Di negeri yang pada mulanya damai tersebut, berubah menjadi tempat pembantaian dengan berbagai motif. SYQ kembali mengeluarkan pernyataannya kepada Al-Jazeera, bahwa dibolehkan untuk melawan siapapun yang mendukung Presiden Bashar al-Assad, baik itu tentara, rakyat sipil ataupun ulama. Syeikh Buthi ra, ulama kharismatik Ahlussunah wal Jamaah, Sarya—putra Grand Mufti Suriah, dan lebih dari 150.000 jiwa melayang.

Kemudian di Indonesia, beberapa waktu yang lalu digelar Deklarasi Anti-Syiah di Bandung, yang menampilkan berbagai ulama yang berhaluan Wahabi dan melakukan hal serupa dengan yang dilakukan SYQ, yaitu memberikan pernyataan yang provokatif. Dalam orasinya, Abu Jibril, Wakil Amir Majelis Mujahidin dengan berapi-api berseru “Syiah wajib dikafirkan dan dibunuh”. Liputan selengkapnya bisa dibaca di sini.

Dan kini, saat kita tengah larut dalam euforia pemilu, fatwa dari FUUI pun keluar, sebagai berikut: “Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), KH Athian Ali Lc, MA. menegaskan haram memilih Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014/2019. Sebagaimana dikuti dari islampos.com, secara tegas dan bertanggung jawab di hadapan Allah, Athian Ali menyatakan haram memilih calon presiden dan wakil presiden yang didukung oleh kekuatan anti Islam.”

Menurut Muslimedianews (MMN), situs Ahlussunah wal jamaah, dinyatakan bahwa FUUI itu adalah forum Wahabi yang ekstrim pemikirannya, yang dipimpin KH. Athian Ali Da’i. Untuk itu, umat Islam perlu mencermati baik-baik siapa yang “berfatwa” dan kualitas si “mufti”, meskipun mereka mengatas namakan forum ulama.

Lebih lanjut MMN menjelaskan bahwa pemilu ini adalah ranah politik (siyasi), dan kedua capres / kedua kubu ada ulama-ulama Aswaja/Ahlussunnah wal Jama’ah yang ikut berpatisipasi di dalamnya. Sehingga vonis FUUI itu sangat berlebihan.

Sementara itu, Muhammad As Hikam, pengamat politik dari kalangan NU menilai bahwa fatwa FUUI itu termasuk dalam kategori kampanye yang menggunakan kebencian dan berpotensi memecah belah rakyat khususnya umat Islam. Fatwa haram memilih pasangan Jokowi-JK  sangat tidak nalar dan tidak bisa dibenarkan sesuai dengan  hukum yang berlaku. FUUI berhak penuh untuk tidak mendukung Jokowi-JK  tetapi harus dengan cara-cara yang tidak menabrak aturan dan etika. Mengapa?

Fatwa haram bisa berdampak buruk bukan saja bagi pasangan Jokowi –JK  dan PDIP serta parpol-parpol pendukungnya, tetapi juga bagi kehidupan umat dan bangsa. Sebab mayoritas pendukung Jokowi-JK  adalah umat Islam. Mengharamkan memilihnya jelas bisa menimbulkan reaksi keras dan bisa membahayakan ketertiban umum serta kedamaian dalam masyarakat.

Seyognyanya pemerintah, penyelenggara Pemilu dan para pemimpin ormas Islam yang punya komitmen terhadap demokrasi dan keamanan serta ketertiban umum harus menyikapi fatwa dan ormas pembuat fatwa tersebut.  Hukum perlu ditegakkan dengan melakukan investigasi dan pelarangan bagi penyebaran fatwa provokatif itu.  Sebab kita tidak bisa menyepelekan pengaruhnya jika fatwa seperti itu tersiar sampai akar rumput.

Akankah pemerintah berani mengambil langkah-langkah hukum bagi pihak yang terbukti menebarkan kebencian yang berpotensi memicu konflik di negeri ini?

————-

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini. Silahkan kirimkan ke [email protected]

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account