Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Ratna, Oh Ratna

Published 06/10/2018 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Oleh: Franz Magnis-Suseno*

Ratna, oh Ratna! Terima kasih, terima kasih! Di saat bangsa Indonesia diliputi rasa ngeri atas ledakan kemarahan alam di Palu dan Donggala, di tengah-tengah memuncaknya ketegangan pemilihan presiden dan pemilu beberapa bulan lagi, Ratna Sarumpaet bersedia membuat bangsa Indonesia tersenyum rileks gembira, barangkali juga sedikit nakal.

Dipukul apa tidak?

Operasi kecantikan: wow? Lalu wajah serius Pak Prabowo Subianto dan senyuman manis asisten beliau, Pak Fadli Zon. Teka-teki tentang apa yang sebenarnya terjadi? Harapan akan suatu hoaks yang menyenangkan: bangsa Indonesia memerlukan satu-dua hari opera slapstick di antara ketegangan dan keseriusan yang menjadi makanannya sehari-hari.

Sebenarnya kok tak masalah Mbak Ratna mau sedikit mempercantik diri di hari tua. Saya saja sebenarnya ingin, hanya belum ada waktu (dan duit). Saya enggak mengerti, keluarga kok begitu menakutkan sehingga Mbak Ratna merasa perlu menyembunyikan operasi kecantikan. Keberatan apa keluarga dengan Mbak Ratna menjaga penampilannya di hari tua?

Tetapi ya sudah. Mbak Ratna memilih sedikit hoaks tentang dirinya sendiri. Menurut saya, sebenarnya tak apalah itu. Hanyalah, yang sering membuat masalah adalah konteksnya.

Lain kali, sebaiknya konsultasi dulu dengan seorang sahabat mengenai rencana hoaks. Saya saja heran membaca di salah satu  Whatsapp bahwa Ratna dipukul babak belur di dalam mobil. Waktu itu saya sudah merasa, memukul di dalam kesempitan suatu mobil kok susah, lebih efektif tunggu sampai orangnya ke luar mobil, baru pukul.

Tetapi yang gawat-menyenangkan memang konteks lain: Mbak Ratna adalah anggota tim sukses pemilihan presiden (pilpres) bagi Pak Prabowo Subianto dan Pak Sandiaga S Uno.

Begitu kedengaran Mbak Ratna dikerjai orang, tentu yang dipikirkan adalah, itu mesti ada kaitan dengan Mbak Ratna membantu Pak Prabowo. Jadi mesti dari lawan Pak Prabowo. Dari orang yang benci-marah karena Mbak Ratna mendukung Prabowo. Jadi serius itu!

Kampanye beradab

Jelas juga, begitu berita pemukulan itu muncul, Pak Prabowo tak bisa tidak muncul juga. Harus berdiri di samping pendukungnya yang setia itu. Begitu juga Fadli Zon.

Lebih dari itu. Kalau benar ada orang dipukul atau dikerasi karena menjadi anggota tim pembantu Prabowo, atau tim sukses Presiden Joko Widodo, itu memang serius. Yang membesarkan hati, dalam suasana pemanasan situasi pra-pilpres sampai sekarang adalah bahwa kompetisi dan ketegangan kampanye—masih!— berlangsung dalam suasana  beradab, ya seperti seharusnya suatu kompetisi demokratis.

Kalau lalu ada kekerasan, itu tidak boleh dibiarkan, itu perlu ditindak. Reaksi tim Prabowo atas berita bahwa Mbak Ratna dihajar—dan kita melihat muka Mbak Ratna yang memang,   maaf ya Mbak, cukup mengerikan—sudah tepat. Itu tidak dapat dibiarkan saja. Kita menginginkan kampanye yang bersih, beradab, tanpa kekerasan, obyektif, berfokus pada kemajuan bangsa. Menghajar orang seperti Mbak Ratna tidak boleh dianggap sepi.

Lha, belakangan Mbak Ratna sadar juga bahwa ia kurang memperhatikan implikasi suatu hoaks kecil (yang di luar konteks pilpres yang mendekat sebenarnya tak apa-apa).  Tim Prabowo seperti kecipratan juga (padahal reaksi mereka ya sudah semestinya).  Sekarang Ratna Sarumpaet malah harus keluar dari tim sukses (ya, memang, tidak sukseslah hoaks itu).

Akhirnya, Mbak Ratna, tidak perlu Anda terlalu menyesal! Belum ada yang rugi serius. Apa Pak Prabowo akan berhasil menjadi presiden di 2019 atau tidak, tidak akan terpengaruh oleh operasi kecantikan Mbak Ratna.

Dan Mbak Ratna membuat bangsa Indonesia sebentar terangkat dari segala macam ketegangan yang senantiasa, apalagi di saat ini, meliputinya. You gave us all a healthy laugh! Harapan saya ada dua. Pertama, semoga Mbak Ratna tidak kehilangan semangatnya. Kita masih perlu semangat garang-keras khas Sumatera Utara dari Mbak Ratna. Yang kedua, semoga operasi kecantikan Mbak Ratna berhasil. (LiputanIslam.com)

* Guru Besar Emeritus Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, disalin dari Kompas, 6 Oktober 2018.

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account