Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Pujo Bae, Mesin Pemilah Sampah Milik Pujo Hartono

Published 15/05/2019 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Diambil dari Mongabay.com

LiputanIslam.com – Seorang warga Desa Karangreja Kecamatan Karangreja Purbalingga bernama Pujo Hartono mampu menciptakan sebuah alat atau mesin pemilah sampah yang cukup canggih bernama Pujo Bae. Pujo Bae terbukti dapat memilah sampah organik dan anorganik. Bahkan untuk sampah organik sendiri pun dipilah, yaitu sampah organik yang telah menjadi bubur dan sampah organik kering yang telah tercacah. Mesin tersebut telah masuk dalam 10 besar lomba teknologi tepat guna (TTG) pada September tahun 2018 lalu. Mesin tersebut akan memperoleh hak kekayaan intelektual (HAKI). Kini mesin tersebut telah dibeli dan dimanfaatkan oleh sejumlah daerah di seluruh Indonesia.

Harga Pujo Bae hanya berkisar Rp. 32,5 juta dengan sistem pajak pembelian ditanggung oleh pihak yang membeli.

Awal mula ide penciptaan mesin canggih tersebut adalah sejak 6 tahun lalu ketika Pujo Hartono masih menjabat sebagai kepala desa Karangreja. Ceritanya seperti yang dilansir Mongabay, ketika itu ada ide dari pemuda untuk membuat bank sampah yang bisa mengelola sampah dari seluruh desa.

“Setelah berjalan menjadi bank sampah, ternyata justru memunculkan persoalan yang tidak tuntas. Bank sampah itu umumnya hanya mengambil sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis, seperti plastik, kardus, dan logam. Kisarannya hanya 30% dari total sampah, sehingga tersisa 70% sampah organik. Ini yang kemudian menimbulkan masalah, karena setiap hari sampah kian menumpuk,” tutur Pujo.

Oleh sebab itu, Pujo dan ayahnya yang kebetulan pandai mekanik dan permesinan berusaha untuk membuat alat yang bisa memilah sampah agar seluruh sampah yang ada di bank sampah desa dapat dikelola secara maksimal. Hari demi hari, mesin itu pun jadi dan terus diperbarui agar semakin canggih dan efektif.

“Dalam perkembangannya, akhirnya terbentuk mesin pemilah sampah. Setiap saat, kami terus melakukan perubahan dan pembaruan. Hingga kini, mesin pemilah dan pencacah telah mengalami modifikasi hingga 14 kali. Secara teknis, generasi terakhir mesin pemilah dan pencacah sampah, mampu memilah tiga jenis sampah sekaligus. Yakni sampah organik yang telah menjadi bubur, kemudian sampah organik kering serta sampah anorganik. Semuanya berguna, tinggal tindak lanjut pengelolaan masing-masing pihak yang memanfaatkan mesin,” lanjutnya.

Menurut Pujo, kapasitas mesin pemilahnya saat ini sudah mampu memilah 3 kubik per jam ketika musim penghujan dan mampu memilah 5 kubik per jam ketika musim kemarau.

“Kalau selama seharian, ada sekitar 14 ton sampah yang dapat dipilah. Seperti yang kami praktikkan di TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Karangcegak ini, satu mesin sudah dapat dioptimalkan untuk memilah sampah. Namun sebetulnya masih dapat dimaksimalkan lagi kalau posisi mesin pemilah berada di bawah tempat penampungan sampah, sehingga tidak perlu ada pekerja menumpahkan sampah ke bagian atas mesim,” jelas Pujo.

Menurut seorang warga yang telah menggunakan produk Pujo Bae, mesin tersebut sangat efektif untuk membantu mengelola dan mengolah sampah. Mesin tersebut menjadi solusi awal bagi pemanfaatan sampah yang lebih optimal dibandingkan sebelumnya. Tanpa ada mesin pemilah seperti Pujo Bae, warga akan kesulitan memilah sampah yang sudah tercampur secara manual. (Ay/Mongabay)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account