Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Pluralisme Versus Pluralitas

Published 28/07/2017 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Oleh: Budi Bastian

 

Dalam surat keputusan bernomor 7/Munas VII/MUI/11/2005, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa haramnya paham pluralisme, sekulerisme dan liberalisme agama. Fatwa ini segera diikuti oleh kritik dan protes dari sejumlah pihak, terutama kaum liberal yang mendukung pluralisme dan sekularisme.

Di dalam surat keputusan MUI tersebut tercantum definisi sebagai berikut.

  1. Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif, oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.
  2. Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan.
  3. Liberalisme agama adalah memahami nash-nash agama (al-Qur’an dan Sunnah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas, dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuaid engan akal pikiran semata.
  4. Sekulerisme agama adalah memisahkan urusan dunia dari agama, agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesama manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial.

 

Dalam tulisan ini, saya akan fokus membahas dua istilah yang seolah sama tetapi berbeda, yaitu pluralisme dan pluralitas. Banyak penulis yang menyatakan bahwa pluralisme adalah kehendak Tuhan dan sekaligus kehendak alam (sunatullah).

Biasanya, pendukung pluralisme menyodorkan QS Al Baqarah ayat 62 (yang artinya),  “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabi’in, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian serta beramal shalih, maka untuk mereka adalah ganjaran dari sisi Tuhan mereka, tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”

Bagi mereka ayat ini menjadi legitimasi kuat bahwa semua penganut agama adalah sama kedudukannya di hadapan Tuhan dan semua berkesempatan masuk surga. Karena itu,  menurut mereka, umat Muslim seharusnya tidak menolak paham ini dan semua insan mestinya menyadari bahwa pluralisme adalah potensi yang bisa melahirkan energi dalam membangun diri.

Mari kita tinjau dengan logika yang benar: ketika ada dua hal berbeda, pastilah salah satunya negasi dari yang lain. Hitam dan putih berbeda, maka yang hitam pasti bukan putih, yang putih pun pasti bukan hitam. Manusia dan hewan berbeda, maka manusia pasti bukan hewan, dan hewan pasti bukan manusia. Islam dan Kristen berbeda, tentu Islam pasti bukan Kristen dan Kristen pasti bukan Islam. Bagaimana mungkin kita sebut bahwa Islam sama dengan Kristen?

Jadi, bagaimana menjelaskan perbedaan pendapat ini?

Pertama, bila kita merujuk kepada kitab tafsir disebutkan bahwa QS Al Baqarah ayat 62 ini berbicara tentang umat terdahulu sebelum Rasulullah Muhammad SAW diutus. Setelah Islam datang, maka innad-diina ‘indal-Laahi Islaam (sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam).

Kedua, bila kita telusuri sejarah berkembangnya ajaran pluralisme, akan kita temukan bahwa tujuan akhirnya adalah membuat kaum beragama mencurigai agamanya masing-masing dan akhirnya malah bersikap skeptis atas agama. Paham ini dikembangkan oleh filsuf Inggris bernama John Hick yang mengatakan bahwa kebenaran tersebar dalam semua agama dan semua agama dapat dipakai menuju jalan keselamatan, sehingga suatu agama tidak boleh mengklaim diri sebagai satu-satunya jalan keselamatan. Paham seperti ini akan menggiring kita pada paham relativisme, yaitu semua agama bisa benar, bisa juga salah. Bahkan kemudian muncul gerakan untuk mendekonstruksi agama Islam (sebagaimana para filsuf Barat juga mendekonstruksi ajaran Kristen). Bagi umat Islam, paham pluralisme jelas membahayakan karena akan menjauhkan umat dari ajaran Islam.

Namun demikian, sebagai sesama manusia dan sesama anak bangsa Indonesia, kita harus bersikap toleran satu sama lain. Toleransi tidak sama dengan pluralisme, toleransi adalah bagiku agamaku, bagimu agamamu. Keimanan masing-masing silahkan dipegang teguh, namun kita satu sama lain tetap bersikap santun,  menjauhi kekerasan terhadap penganut agama lain, serta selalu menjaga persatuan. Inilah yang disebut pluralitas, yaitu mengakui adanya perbedaan dan keragaman dalam kehidupan di dunia. (LiputanIslam.com)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account