Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Perlukah Belajar Islam di Timur Tengah?

Published 05/12/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

sahara-desertOleh: Prof. Sumanto Al Kurtuby

Informasi tentang dunia Arab & Timur Tengah pada umumnya di Indonesia begitu “njomplang” dan “parsial” karena kebanyakan info itu disampaikan pleh para juru dakwah atau guru ngaji warga Indonesia yang pernah belajar di kampus-kampus jurusan “kajian Islam” di sejumlah negara-negara Arab, khususnya Arab Saudi, Mesir, juga Sudan.

Mereka pandai berkhotbah dan berdalil tapi miskin wawasan sosio-kultural-historis dunia Arab karena para murid Indonesia waktu belajar di sini tidak dilengkapi dengan perangkat analisis sosial, proses pembelajaran dengan masyarakat & lingkungan sekitar yang beragam, atau pembahasan aneka ragam teks-teks keislaman dari berbagai sarjana dan aliran pemikiran. Singkatnya, mereka (meski tidak semuanya) hanya “mengaji” tidak “mengkaji”. Mereka “dicekoki” dengan pemahaman, wacana, dan buku-buku keislaman yang seragam dari kalangan ulama tertentu saja yang seide dan sealiran. Akibatnya, setelah selesai sekolah, mereka menjadi ustadz-ustadz yang buta warba dan rabun budaya laksana kuda delman di Indonesia. Sayangnya, ustadz-ustadz model begini yang digemari oleh sejumlah kaum Muslim di Indonesia.

Jurusan-jurusan studi Islam di kawasan Arab itu jelas beda dengan pesantren-pesantren di Indonesia pada umumnya. Di Indonesia, santri bukan hanya diajari untuk mengaji aneka ragam kitab-kitab keislaman saja tetapi juga belajar bersosialisasi dan bermasyarakat sehingga mereka tdk hanya melek teks-teks keislaman saja tetapi juga teks-teks kemasyarakatan. Mereka bukan hanya paham tentang pluralitas keislaman tetapi juga pluralitas kemasyarakatan. Karena itu para santri pada umumnya sangat arif dan bijaksana dalam menyikapi fakta-fakta sosial keberagaman masyarakat dan kemajemukan budaya. Jika ada santri yang tidak sensitif dengan kebhinekaan, pasti dia salah urus waktu di pesantren.

Karena itu saya sarankan kepada lembaga & masyarakat di Indonesia, jika tujuannya untuk belajar Islam, kalian tidak perlu jauh-jauh mengirim para murid ke negara-negara Arab. Buat apa jauh-jauh belajar ke sini kalau hanya untuk mengaji kitab dan belajar agama? Buat apa jauh-jauh belajar Islam ke negara-negara ini, kalau pada akhirnya akan menjadi pembenci negara kita sendiri? Pesantren-pesantren di Indonesia sudah melimpah-ruah dan lebih dari cukup untuk mempelajari semua ini. Kalau mau mengirim murid ke negara-negara ini, suruh belajar ilmu-ilmu sosial seperti antropologi dan sosiologi guna mempelajari keragaman masyarakat dan Muslim di Arab, atau mempelajari ilmu-ilmu perminyakan kalau di Arab Teluk (termasuk Saudi, Qatar, Kuwait, Emirat Arab, Bahrain, dan Oman). Itu jauh lbh bermanfaat buat nusa, bangsa, dan negara kita tercinta. (LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink1

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account