Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Pemuda yang Tak Takut Miskin

Published 24/07/2017 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Oleh: Budi Bastian

Dalam novelnya yang berjudul “Angkatan Baru”, Buya Hamka mengisahkan seorang anak muda bernama Hasan, keluaran sekolah agama yang menjadi guru. Ia beristrikan Syamsiar, perempuan dari keluarga kaya. Kehidupan mereka makmur karena disokong harta keluarga Syamsiar, namun hal ini justru membuat Hasan resah.  Ia lebih menyukai kehidupan yang mandiri, bukan hidup di sangkar emas.

“Saya tak senang kalau rumah tangga tidak di tangan kita, 100%, Syam! Walaupun sangkar itu dari emas, ia tetap sangkar juga, dan burungnya tetap terkurung. Jangan saya diberi minum kehidupan, kalau akan dicampurkan dengan kehinaan. Namun, berilah saya setegak air kematian, asal di dalamnya cukup kemuliaan. Neraka dengan kemuliaan lebih aku sukai menderitanya, daripada surga dengan kehinaan,” kata Hasan.    

Kalau dapat diibaratkan sebagai penyakit, maka penyakit yang merasuki sebagian besar umat manusia dalam zaman globalisasi ini adalah penyakit ‘takut miskin’. Baik orang yang sudah memang keadaannya miskin, maupun orang-orang yang sudah hidup cukup, mapan, bahkan yang sudah berkelebihan, dihinggapi penyakit ini. Meski pelajaran sudah berkali-kali dimunculkan Allah lewat berita, tentang nasib orang-orang yang mendepankan ambisi mencari harta, mereka terhina dan masuk penjara, namun banyak yang tak jera. Bukti nyatanya adalah banyaknya orang mau menyuap demi sebuah jabatan di pemerintahan, banyaknya kasus korupsi, dan berbagai kasus penipuan. Demi mencari harta berlebih, mereka rela melakukan berbagai kejahatan. Dan ironisnya, banyak di antara mereka yang melakukan berbagai aksi maksiat demi menumpuk harta, adalah kaum muslimin.

Inilah fenomena nyata yang membuktikan betapa faham materialisme telah merasuki banyak kaum muslimin. Buya Hamka dalam bukunya “Lembaga Budi’ menulis, “Hendaklah pada diri itu ada kemauan menempuh jalan yang benar dan menjauhi kehendak yang jahat. Kalau nafsu dituruti, dialah yang menjadi raja di dalam kehidupan, dan celakalah dia; tetapi kalau tidak semua kehendaknya dituruti, selamatlah dia dunia dan akhirat.”

Banyak orang telah menjadikan kesuksesan meraih harta sebagai tujuan utama dalam kehidupan di dunia. Mereka berlomba-lomba mencari kekayaan karena takut miskin, sampai-sampai rela menghinakan diri, mennjilat, menjegal, mencuri (korupsi) dan lain sebagainya. Padahal Allah SWT telah mengajarkan cara terbaik dalam mencari harta, seperti difirmankan-Nya dalam Al Qur’an surat An-Nahl ayat 97, “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia) dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Kehidupan yang baik, tak lain tak bukan, hidup berkecukupan, terhormat, dan penuh berkah. Ternyata Allah sudah mengajarkan cara mencapai kehidupan seperti itu, yaitu dengan mengerjakan amal saleh dalam keadaan beriman. Jadi, mengapa menyibukkan diri melakukan kejahatan, korupsi, menyikut, menipu, menyuap, atau mengurangi kualitas pekerjaan demi mendapat laba lebih, padahal semua itu hanya akan menyeret kita kepada kehinaan? Mengapa kita tidak menyibukkan diri dengan perbuatan amal saleh, lalu tawakal kepada-Nya, dan Dia akan memenuhi janji-Nya, yaitu memberikan kehidupan yang baik kepada kita, di dunia maupun akhirat?

Dan terkadang, untuk melakukan itu, sikap mental terbaik adalah ‘pantang hina dan tak takut miskin’.  Ketika sudah bertekad lebih baik miskin daripada terhina karena melakukan perbuatan jahat, lalu beramal saleh dengan sekuat tenaga, Allah SWT pastilah akan melunasi janji-Nya, yaitu memberi kita kehidupan yang baik. (LiputanIslam.com)

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account