Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Pak Menteri, Kami Tak Sebodoh Itu…

Published 29/09/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Oleh: Putu Heri

Tifatul Sembiring boleh saja mengelak bahwa pemerintah sama sekali tidak memiliki wewenang untuk melakukan pemblokiran terhadap hastag #ShameOnYouSBY, namun sayang, Tifatul lupa bahwa segenap informasi di jaman digital ini sangat mudah untuk diakses.

Twitter dalam syarat dan ketentuannya menjelaskan bahwa Twitter tidak pernah melakukan pemblokiran terhadap konten standar, kecuali, ada permintaan dari lembaga berwenang yang meminta Twitter untuk memblokirnya.

Di hari yang sama, setelah pernyataan Tifatul diatas, lalu muncullah pendapat seorang pengamat media sosial di situs Detik.com, yang seolah-olah memperkuat argumen Taifatul tentang ‘ketidak-berdayaan’ pemerintah, sebagai berikut;

Menurut pengamat sosial media Nukman Luthfie, masuknya sebuah topik/hashtag ke daftar trending topic Twitter itu terkait dari algoritmanya.

Nah, algoritma trending topic itu bukan banyak atas dasar tweet, tapi lonjakan cepat pada waktu tertentu. “Namanya juga trending,” ujar Nukman.

“#ShameOnYouSBY memang masih banyak ditweet, tapi kemarin tak melonjak lagi angkanya, wajar hilang dari TT (trending topic). Karena trennya melorot meski jumlah tweetnya banyak,” Nukman menjelaskan via akun Twitternya.

Ia melanjutkan, tren itu lonjakan mendadak, bukan jumlah atau volume. Itu sebabnya tanda pagar (tagar) baru #ShamedByYou langsung bertengger di daftar puncak trending alias mentrending.

Benarkah, sebuah hastag bisa menghilang tiba-tiba?

Tentu saja bisa, apalagi jika ada hastag baru yang lebih ramai dibicarakan oleh netizen. Namun harus dicatat, jikalaupun trend pengguna hastag itu menyusut, maka yang seharusnya terjadi adalah hastag tersebut turun ke posisi 2,3, 4 dst. Sedangkan hastag #ShameOnYouSBY tiba-tiba saja menghilang tanpa turun ke posisi 2, dan sesaat sebelum hilang, Twitter memberikan penjelasan kepada dunia apa itu arti #ShameOnYouSby.

Silahkan perhatikan gambar berikut (klik untuk memperbesar)

Penjelasan dari Twitter apa itu #ShameonYouSBY
Penjelasan dari Twitter apa itu #ShameonYouSBY

Netizen yang tidak kehabisan akal, lantas mengganti hastag dengan #ShamedByYou yang juga menunjukkan inisial SBY. Namun tentu saja, untuk kembali memblokir hastag ini melalui administrasi Twitter akan menjadi sangat sulit, karena hastag ini tidak menunjukkan identitas seseorang secara langsung. Siapapun bisa menjadi sasaran dari hastag tersebut bukan?

Apa strategi yang dilakukan kemudian?

Saat #ShamedByYou menempati posisi teratas, tak lama kemudian ada hastag tandingan yaitu #PDIPAroganSBYDisalahkan.  Setelah saya klik, isi cuitan yang bertagar #PDIPAroganSBYDisalahkan sama sekali tidak nyambung dengan tagar yang mereka gunakan.

Silahkan perhatikan foto dibawah (klik untuk memperbesar);

Isi kicauan dengan hastag #PDIParoganSBYdisalahkan
Isi kicauan dengan hastag #PDIParoganSBYdisalahkan

Mengapa ada kicauan tak jelas yang berulang-ulang? Mengapa ada kicauan yang tak relevan dengan tagar?  Anda heran? Itu dinamakan BOT (Build and Operate Transfer). BOT itu bisa kita artikan sebagai program yang bekerja secara otomatis, yang biasanya diprogram untuk bekerja seperti seolah-olah dioperasikan oleh seseorang.

BOT pada twitter juga bisa dilakukan. Walau kita offline sekalipun, BOT akan tetap berfungsi. Cara menggunakan BOT adalah dengan memasang sebuah aplikasi, disini. Setelah itu kita isi dengan pilihan tweet kita, dan secara otomatis, kicauan itu akan muncul di timeline setiap 30 menit sekali.

Dengan BOT, maka hastag yang dipilih pun bisa menempati trending topic. Dan semakin banyak pengguna twitter yang menggunakan BOT, maka hastag tersebut akan naik, dan bisa mengalahkan hastag yang berada di puncak. Dan ini memang terjadi pada hastag #ShamedByYou yang posisinya naik turun saling bertukar tempat dengan hastag #PDIPAroganSBYDisalahkan.

Sayang sekali, masalahnya belum berhenti sampai disitu. Saya melakukan pengecekan terhadap akun yang melakukan BOT, salah satunya @ErlanggaWD, yang berkicau bahwa hastag #PDIPAroganSBYDisalahkan belum dibayar.

@ErlanggaWD,”hesteg #PDIParoganSBYdisalahkan blm bayar…”

Silahkan lihat kicauannya dibawah:

Kicauan akun pengguna BOT yang belum dibayar
Kicauan akun pengguna BOT yang belum dibayar

Artinya, seseorang telah membayar kepada akun-akun tertentu, untuk membuat hastag tandingan guna menenggelamkan hastag #ShamedByYou.

Berpikir Ulang Tentang Kebebasan Menyuarakan Pendapat

Kejadian ini membuat saya mau tak mau harus berpikir ulang tentang pemerintah kita. Selama ini dalam era kepemimpinan SBY, kita bebas menyuarakan aspirasi, dan tentu, hal itu patut kita syukuri bersama.

Namun, di penghujung pemerintahannya, pemerintah telah menunjukkan gelagat buruk yaitu dengan berusaha membungkam suara publik di media sosial, walau tentu saja – pemerintah tetap akan mengelak walau dengan argumen-argumen konyol sebagaimana yang dilakukan oleh Tifatul Sembiring.

Publik saat ini, tidak hanya marah soal pilkada langsung atau tak langsung, tetapi juga kecewa atas pemerintah yang menggunakan berbagai macam cara untuk menutup aspirasi masyarakat. Meski demikian, pemerintah kini melihat sendiri perlawanan publik: hastag  #ShamedByYouAgainSBY, #WeWillNotBeSilentSBY, #SukaBohongYa, hingga kini masih menghiasi trending topic di twitter.

————————

Redaksi menerima sumbangan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke [email protected] 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account