Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Merangkul Musuh: AS Evakuasi ISIS dari Ramadi

Published 04/01/2016 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

StephanOleh: Stephen Lendman

Sebelum pasukan gabungan Irak berhasil mengambil alih kota Ramadi minggu lalu, Amerika Serikat (AS) telah mengevakuasi sekitar 2.000 anggota teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

“Keterlambatan operasi untuk membebaskan Ramadi dan Fallujah di provinsi Anbar adalah hasil campur tangan AS,” jelas Haidar al-Hosseini, Komandan Batalyon Imam Khamenei.

“Tampaknya AS berencana untuk mengevakuasi pimpinan ISIS secara diam-diam dari Ramadi menuju lokasi yang tidak diketahui,” tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat pasukan Irak berhasil mengambil alih kota Ramadi, yang akan membuka jalan untuk mengepung ratusan teroris ISIS yang masih terperangkap.

Fort Russ melaporkan bahwa seorang pejabat tinggi Irak berkata, “Dari isyarat dan informasi intelejen disampaikan bahwa AS… terkait pergerakan ISIS.”

“Kami tidak diizinkan untuk menolak hal ini, dan tak ada satupun jajaran pemerintah yang kontra-AS. Maka, AS memerintahkan kepada Irak untuk mengizinkan ‘lintasan bebas’ untuk ISIS dan untuk melemahkan pengaruh Iran.

AS memerintahkan Irak untuk mengganti puncuk pimpinan unit anti terorisme, intelejen, layanan militer dan kementrian dalam negeri. AS menginginkan agar yang duduk dalam posisi tersebut adalah sosok-sosok yang ‘bersahabat’ dengannya.

Sejauh ini, Perdana Menteri Haider al-Abadi tidak meminta dukungan dari Rusia sebagaimana yang dilakukan Suriah. Meskipun ia tahu betul bahwa AS mendukung ISIS dan memiliki tujuan untuk balkanisasi Irak menjadi tiga negara kecil, yaitu negara Kurdi di utara, negara Syiah di selatan dan negara Sunni di tengah-tengah.

AS juga mendukung kehadiran tentara Turki di Irak, padahal itu adalah tindakan ilegal. Intelejen Perancis berkata, “Timur Tengah tidak akan bisa kembali seperti sedia kala.”

“Apa yang terjadi hari ini sudah semakin jelas. ISIS adalah alat yang digunakan oleh pemain adidaya untuk melaksanakan agenda mereka yaitu menggambar ulang peta di Timur Tengah.”

Kematian, kehancuran, dan kesengsaraan telah menghantui jutaan rakyat Irak. Agenda Imperium yang harus memikul tanggung jawab terhadap hal ini.

Badan PBB untuk Irak atau (UN Assistance Mission for Iraq-UNAMI) melaporkan bahwa lebih dari 7.500 penduduk Irak telah tewas dan 15.000 lainnya terluka selama tahun 2015. Dan jumlah ini bisa terus meningkat mengingat konflik yang berlarut-larut.

“Tahun 2015, kita melihat ribuan rakyat Irak tewas dan terluka akibat konflik dan terorisme. Rakyat Irak berhak hidup damai dan tenang…”

Ban Ki-moon adalah ‘alat’ yang ditunjuk oleh AS, yang telah gagal memenuhi mandatnya. Padahal ia telah bersumpah akan menyelamatkan generasi dari bencana, menentang kekerasan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Ban Ki-moon adalah ‘alat’ dari kebijakan luar negeri AS, terutama dalam melegitimasi perang. Rakyat Irak begitu menderita, demikian pula halnya dengan rakyat dari negara konflik lainnya. Tapi sayang, mereka tidak memiliki sekutu yang menjabat sebagai Sekjen PBB, sehingga tidak ada yang melayani hak-hak mereka.

UNAMI sendiri mengakui bahwa tidak mungkin melakukan verifikasi jumlah korban, dan bisa saja lebih tinggi daripada laporan resmi. Rakyat Irak kekurangan makanan, minuman dan perawatan medis.

Tidak ada prospek untuk perdamaian, selama AS masih menjalankan agenda Imperumnya.

___

Artikel ini diterjemahkan dari Globalresearch.ca

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account