Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Menanti Pemerintah yang Punya Nyali

Published 22/05/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE
Foto: blogfordasntt.blogspot.com
Foto: blogfordasntt.blogspot.com

Oleh: Khadija, Blogger

“Kemarin saya main ke Sulsel, ada surplus beras 2,6 juta ton. Detik itu juga saya tanda tangan dengan Gubernur Sulsel dan berasnya langsung dikirim ke Jakarta. Ketakutan saya jika tidak distok dari Sulsel, nanti diisi beras impor. Saya ingin mencegahnya, walaupun saat beras sudah datang, Jakarta masih ngutang. Di Lampung juga buah dan sayur melimpah, untuk apa kita impor?”

Begitulah petikan pidato Joko Widodo di hadapan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri Perekonomian Chairul Tanjung dan Gubernur BI Agus Martowardoyo saat menghadiri Rakornas V Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) 2014.

Dari pernyataan Jokowi, saya menyimpulkan bahwa kebijakan yang diambil adalah berusaha menjalin kerjasama antar daerah untuk menekan impor. Dengan Lampung, Pemprov DKI akan berinvestasi untuk peternakan ayam dan Rumah Potong Hewan (RPH). Tujuannya untuk menjamin pasokan daging ayam ke Jakarta demi stabilitas harga. Hal ini penting lantaran kebutuhan ayam potong di Jakarta 18-20 juta ekor per bulan. Sehingga diperlukan pasokan dari daerah-daerah penyangga seperti Lampung.

Lalu, Jokowi juga blusukan dalam upaya memenuhi kebutuhan daging sapi ke NTT. Pasalnya, penduduk DKI Jakarta sekitar 28 juta sehari membutuhkan 150 ton daging sapi atau berkisar 1.500 ekor sapi per hari. Kerjasama itupun disepakati, dan memiliki nilai plus yang lain karena dengan permintaan yang besar dari Jakarta, maka NTT berpeluang untuk mengembangkan peternakan sapi dalam skala yang lebih besar – yang pastinya akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang juga besar.

Segala upaya yang dilakukan Jokowi, tentu saja masih menanti realisasi. Namun poinnya, ada pada ide kerjasama antar daerah. Apakah cara ini lebih efektif daripada impor? Untuk mengetahui jawabannya, kita harus mencari pembanding.  Suriah, negara yang saat ini dilanda konflik berkepanjangan, merupakan salah satu negara yang oleh Bush, disebut Axis of Evil (Poros Setan) merupakan salah satu contoh negara yang sebisa mungkin memenuhi kebutuhan dalam negerinya sendiri.

“Sebenarnya Suriah sudah diembargo sejak dulu karena tidak mau berdamai dengan Israel. Tetapi, semua bisa diatasi karena Suriah adalah negara yang mandiri. Hampir semua kebutuhan pokok dapat dipenuhi sendiri mulai dari gandum, sayur sayuran, buah buahan, daging, semua produk susu, minyak zaitun dll. Bahkan dieskpor ke negara negara tetangga seperti Yordania, Lebanon, dan negara negara Teluk.” (Liputan Islam, 17/2/2014)

Dengan ideologi sosialis yang diusung oleh Partai Bath tempat Presiden Suriah Bashar al-Assad bernaung, diberlakukan berbagai kebijakan pemerintah seperti menggiatkan produksi dalam negeri semaksimal mungkin, dan melarang impor untuk barang yang bisa mereka produksi sendiri. Hasilnya jelas terlihat, Suriah merupakan satu-satunya negara di kawasan dengan hutang luar negeri sebesar Rp. 0,-

Misalnya untuk memenuhi kebutuhan makanan rakyat Suriah, dibangunlah pabrik roti di seluruh penjuru negeri. Roti itu, masih disubsidi pemerintah dan rakyat hanya membeli dengan harga sepertiga biaya produksi. Murah sekali. Di Suriah, sekolah gratis hingga SMA, biaya kesehatan gratis, dan harga BBM pun sangat murah.

Lalu Indonesia, negara subur yang membentang dari Sabang sampai Merauke, nyaris semua kebutuhan pokok tidak bisa dipenuhi sendiri. Tahun 2013, menurut Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Ali Muso, Indonesia mengimpor beras sebanyak 300.000 ton (Republika, 10/10/2013).

Tidak hanya beras, bahkan negara yang subur ini pun harus mengimpor singkong. Jumlah impor fluktuatif, pada tahun 2012 impor singkong tercatat 13,3 ribu ton atau senilai US$ 3,4 juta. Sementara hingga pertengahan tahun 2013, jumlah impor singkong 100 ton. (Liputan Islam, 15/5/2014)

Dengan potensi sumber daya alam yang jauh lebih kaya dari Suriah, sesungguhnya Indonesia jauh lebih bisa lagi untuk menyejahterakan anak bangsa. Dengan catatan, semua potensi diberdayakan dengan maksimal. Hanya saja, realisasinya sangat butuh keberanian pemerintah. Karena, para mafia dan kartel yang selama ini meraup banyak untung dari impor akan berupaya keras menjegal segala upaya menuju kemandirian bangsa.

 

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini, silahkan kirimkan ke [email protected]

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account