Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Mari Malu Pada Rakyat Suriah

Published 07/06/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Foto: Syrian Perspective
Foto: Syrian Perspective

Oleh: Ayudia az-Zahra, Blogger

Kendati Bashar al-Assad telah mengukuhkan kemenangannya dengan 88% suara, perjuangan rakyat Suriah masih panjang. Ada beberapa wilayah yang masih dikuasai oleh kelompok teroris, salah satunya di Raqqa. Pengungsi Suriah masih melimpah di  negara-negara tetangga, dan menurut informasi dari rekan saya (seorang mahasiswa yang tengah kuliah di Damaskus) tiap hari Damaskus kejatuhan roket-roket dari pemberontak.

Siapapun yang menyaksikan Suriah hari ini pastinya akan merasa miris. Bagaimana tidak, di daerah-daerah konflik, kondisinya sangat mengenaskan. Gedung-gedung hancur, fasilitas umum rusak parah. Namun siapa sangka, ada sebuah foto mengharukan yang diunggah oleh Syrian Perspective, sebuah halaman pro-pemerintah Suriah beberapa waktu yang lalu– dan saya melihat pesan yang teramat penting dari foto tersebut (lihat gambar disamping).

Foto itu adalah sebuah bangunan tinggi (kurang lebih 7 lantai) yang rusak parah. Dan di bangunan rusak itu, dibentangkan sebuah poster berukuran besar: foto Bashar al-Assad yang tersenyum dan melambaikan tangan, dengan tulisan “together we will rebuild it” yang berarti bersama-sama kita akan membangun kembali [Suriah yang hancur –pen.]

Pada semester pertama tahun 2013, data dari PBB mengungkapkan kerugian akibat  perang di Suriah telah mencapai 103 milyar dollar. Belum dilansir secara resmi berapakah kerugian Suriah pada hari ini, dan benar, Suriah telah hancur. Tapi tidak demikian halnya dengan jiwa-jiwa mereka. Meski kasat mata Suriah telah hancur, mereka bertekad kembali membangun negeri mereka, mereka mempercayakan kembali tampuk pemerintahan dipegang Bashar al-Assad, mereka berduyun-duyun mendatangi tempat pemilihan suara untuk membuktikan kepada dunia: mereka mendukung Bashar. Mereka, sama sekali tidak putus harapan.

Lalu bagaimana dengan kita? Sebentar lagi, kita juga akan menghadapi pemilihan presiden yang akan dilangsungkan pada 9 Juli mendatang. Tidak seperti rakyat Suriah yang harus memilih ditengah dentuman bom dan hujan roket, kita di sini bisa memilih dengan aman dan nyaman. Saat pemilu, sekolah dan kantor-kantor diliburkan. Kita pun tidak menempuh perjalanan yang jauh untuk memilih. Tapi sangat disayangkan, pada Pileg lalu jumlah golput mencapai 49.677.076 atau 29,1 persen.

Banyak faktor yang membuat rakyat memilih golput, salah satunya karena masyarakat kecewa akan kinerja politikus dan orang-orang di kursi pemerintahan. Sebelum para caleg ini mendapatkan kursi strategis di gedung DPD, DPRD ataupun DPR, mereka biasanya akan melakukan kampanye untuk menarik rasa simpati dari rakyat. Salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah dengan memberikan pidato serta berbagai macam janji-janji manis untuk memperbaiki kondisi masyarakat.

Namun pada saat sudah terpilih, beberapa dari mereka terlihat tidak dapat memenuhi janji-janji yang mereka utarakan pada saat kampanye dulu. Bahkan ada juga yang tampak tidak bersungguh-sungguh dalam berkerja. Hal inilah yang kadang-kadang membuat orang merasa kecewa pada saat pemilu karena wakil rakyat yang mereka pilih ternyata tidak sesuai dengan harapan. Pada akhirnya, di pemilu-pemilu berikutnya mereka lebih memilih untuk tidak memberikan suara mereka alias bergabung dengan golongan putih.

Sah-sah saja jika lantaran kecewa, lalu sama sekali tidak ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi. Tapi seandainya kita membandingkan kondisi kita dengan rakyat Suriah, saya yakin kita akan merasa malu jika memilih untuk tidak memilih sama sekali hanya karena kehilangan kepercayaan. Kondisi rakyat Suriah jauh lebih tragis dan mengenaskan, namun mereka tetap bersemangat dan optimis akan membangun kembali negerinya. Jika mereka bisa optimis, mengapa kita yang hidup dengan kondisi yang lebih baik harus pesimis?

 

__________
Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini. Silahkan kirimkan ke [email protected]

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account