Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Lawakan Baru Saudi, Serukan Intervensi untuk Selamatkan Suriah

Published 19/06/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

irak korban massacre04

Oleh: Khadija, Blogger

Perkembangan politik di dunia Arab kian memanas, apalagi setelah Arab Saudi, melalui Menteri Luar Negeri Pangeran Saud Al-Faisal  — meminta masyarakat internasional agar campur tangan dalam konflik Suriah demi mengakhiri penderitaan rakyatnya.

Hal tersebut diungkapkannya saat berbicara pada pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jeddah, Rabu, 18 Juni 2014. Ia mengatakan krisis Suriah semakin memburuk setelah kegagalan konferensi Jenewa 2.

“Kegagalan Jenewa 2 telah mengakibatkan meningkatnya kekerasan dan genosida, yang dilakukan oleh rezim Suriah terhadap penduduk yang tak berdaya,” katanya.

Arabnews.com, media Arab Saudi mengabarkan pertemuan tersebut yang  berlangsung di Qasr Al-Motamarat atau Conference Palace, sebuah tempat yang menghadap Laut Merah. Saat itu,  Laut Merah terlihat begitu tenang, kontras dengan kondisi  dunia Muslim yang tengah kacau balau.

Pangeran Saud juga mengatakan bahwa  kekuatan luar biasa dari rezim Bashar Assad  lantaran kuatnya  dukungan  dari pihak luar. Pernyataannya ini  mengacu pada Hizbullah yang terlibat dalam perang Suriah.

Statemen Pangeran Saud ini bisa dibilang menggelikan. Ia menghendaki campur tangan internasional untuk menghentikan Rezim Assad membunuhi rakyatnya, tapi ia tidak menyinggung kemenangan Bashar al-Assad sebesar 88,7% pada Pilpres lalu, apakah ini berarti rakyat Suriah telah memilih pembunuh untuk memimpin negaranya? Sepertinya tidak.

Pangeran juga tidak menyinggung terbentuknya pasukan pertahanan nasional  Suriah yaitu National Defence Force, yang menjadi partner Syrian Arab Army dalam melawan pemberontak. Siapa yang dilawan oleh kedua pasukan ini? Rakyat Suriah, atau pasukan asing?

Pangeran mengecam keterlibatan Hizbullah dalam perang Suriah, lalu, bagaimana dengan komplotan teroris sayap Al-Qaeda yaitu Al-Nusra, dan ISIS, yang beranggotakan puluhan  ribu tentara dari delapan puluh negara?

Dan yang paling mengherankan, mengapa dia tidak menyebutkan keterlibatan Arab Saudi dalam memasok jihadis dan membiayai mereka?

Setiap hari, kita saksikan betapa brutalnya kawanan teroris ini, yang selalu meneriakkan takbir sebelum melakukan eksekusi pada lawannya yang  tak berdaya, ataupun pada saat menghancurkan tempat-tempat bersejarah. Kekejaman seperti apa yang tidak pernah diperlihatkan mereka? Menembak dari jarak dekat, menggorok leher dan menjadikannya sebagai mainan – yang lantas memamerkannya dengan senyum kegirangan di internet. Dan siapa yang membiayai mereka? Siapa yang memberikannya senjata? Dan siapa yang membayarnya untuk melakukan itu semua?

Saksikan video ini http://www.youtube.com/watch?v=VlSFjyybo4k, yang  mengungkapkan interview antara televisi Arab Saudi Al-Arabiya dengan militan ISIS yang berhasil ditangkap. Militan itu bercerita tentang “orderan” dari Pangeran Saud al-Faisal, yang menjabat sebagai menteri luar negeri Arab Saudi. Tentu, Al-Arabiya tidak sengaja menyebarkan interview tersebut dan kemudian segera dihapus. Hanya saja, Syrian Free Press berhasil mendapatkan cuplikannya sebagai bukti keterlibatan Saudi mendanai kelompok-kelompok ekstremis. Bukankah sesungguhnya Arab Saudi sendiri yang membantu menghancurkan Suriah? Lantas, kenapa kini ia menyerukan kepada dunia untuk melakukan intervensi?

Mungkin saja, Arab Saudi sedang kelewat marah dan telah kehilangan akal. Tiga tahun lebih lamanya berusaha menggulingkan Assad melalu berbagai cara, namun tidak berhasil. Assad yang diprediksi bisa digulingkan dalam hitungan minggu, ternyata malah terpilih kembali menjadi Presiden dengan kemenangan telak.

Sementara itu di sisi lain, Arab Saudi  sendiri sudah dilanda ketakutan, karena krisis Suriah telah menyebar ke Lebanon dan Irak. Bukan tak mungkin, jika Saudi akan mengalami nasib serupa. Apalagi, beberapa waktu silam sebuah video amatir diunggah di YouTube yang memperlihatkan ancaman jihadis ini untuk menjadikan Arab Saudi sebagai area jihad selanjutnya. Daripada sibuk  berkicau tentang Suriah, lebih bijak rasanya jika Pangeran Faisal memperkuat pertahanan wailayahnya.

 

———–
Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini. Silahkan kirimkan ke [email protected]

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account