Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Konflik Nigeria, Minyak ataukah Agama?

Published 17/12/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

SayedOleh: Andi Hakim

Konflik yang terjadi di Negeria dengan terbunuhnya ratusan pengikut ormas Islamic Movement Nigeria yang mayoritas bermazhab Jafari/Syiah oleh aparat tentara dan polisi Nigeria adalah persoalan re-negosiasi kontrak minyak.

Nigeria adalah salah satu negara termiskin di dunia dengan kategorisasi yang diperhalus oleh PBB dengan istilah negara LDCs (less developing country) meski mereka masuk sebagai 10 negara pengekspor dan pemilik cadangan minyak dunia terbesar.

Selama lebih dari 30 tahun Nigeria diperintah oleh kelompok Junta Militer sebagaimana ciri khas negara-negara bekas kolonialisme Inggris. Keberadaan Junta adalah memastikan bahwa meskipun Nigeria berobah menjadi negara “demokratis” namun kepemilikan dan hak-hak pengelolaan sumber daya alam penting mereka (yaitu minyak dan gas) tetap dikuasai asing. Dalam hal ini tiga negara yang paling banyak berinvestasi di Nigeria adalah AS, Inggris dan Israel.

Belakangan produksi minyak dunia mengalami penurunan signifikan dengan banyak alasan mulai dari strategi banjir minyak (oil-flooding) dari Saudi Arabia untuk menjatuhkan harga pasar, ditemukannya metode rekahan di AS sampai isu-isu perubahan iklim yang mendorong keluar investasi sektor ini kepada sektor energi terbarukan yang ramah lingkungan. Faktor-faktor tadi semakin menekan pendapatan pemerintah Nigeria dan rakyat mereka yang mengandalkan 80% GDP-nya dari minyak . Padahal sebelum adanya krisis, praktik korupsi menjerumuskan negeri ini dalam hutang luar negeri dan kemiskinan.

Adalah NIM (Nigerian Islamic Movement) yang mulai melakukan protes terhadap krisis yang terjadi di Nigeria. Krisis ekonomi, inflasi harga bahan pokok, korupsi, dan peningkatan pajak-pajak baru adalah topik-topik yang mereka kritik. Gerakan NIM kemudian mengarah kepada nasionalisasi dan gerakan mengembalikan moral melawan korupsi di tubuh pemerintah terutama sisa-sisa Junta Militer. Tindakan yang direspon dengan tekanan dan teror terhadap pemimpin-pemimpin agama yang memang dikenal sebagai penting bagi penduduk Nigeria.

Melalui isu menolak Islamisasi Negara, menolak ajaran Syiah, aparatur kepolisian dan militer Nigeria menekan gerakan perobahan ini melalui kekerasan. Hal yang sepertinya akan semakin tereskalasi mengingat persoalan Nigeria kini memanglah bukan persoalan sektarian atau madzab keagamaan, melainkan persoalan ekonomi yang menyulitkan lapisan masyarakatnya. Strategi “memotong kepala naga” dari militer untuk menghentikan dorongan perubahan di Nigeria tidak akan begitu saja selesai.

Nigeria sebenarnya negeri kaya-raya dan dengan penduduknya yang sedikit mereka memiliki peluang tumbuh seperti Brunei. Tetapi mereka memang terkena kutukan Sumber Daya Alam, yang merupakan praktik dari pengusaha serakah, militer, dan politisi korup yang berkongsi dengan pemodal asing.

Bukankah latar belakang konflik ini mirip dengan Indonesia (bagian Papua)? (LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account