Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Jurus Mabuk Arab Saudi

Published 15/01/2016 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Syeikh Nimr
Oleh: Cahaya Gusti

Ada yang menarik ketika Arab Saudi menghukum mati Syaikh Nimr Baqir al-Nimr. Dr Jeff Hood, seorang pastor teologian dan aktivis dari Texas, Amerika Serikat (AS), juga menunjukkan kesedihan yang mendalam melalui akun Facebook-nya.[1]
“Jika Anda ingin tahu seperti apakah sosok Gandhi atau Dr. King hari ini, maka lihatlah Syaikh Nimr. Seluruh gereja di dunia harus berkabung karena telah kehilangan sosok yang agung ini.”

Dalam website pribadinya [2] Dr. Jeff Hood juga berkomentar:
“Selama lima tahun terakhir, saya mengikuti kasus hak asasi manusia di Arab Saudi, terutama yang berkaitan dengan Syaikh Nimr. Dengan adanya persetujuan dari AS, rezim Arab Saudi dengan sewenang-wenang telah menekan setiap perbedaan pendapat,”kecamnya.
“Syaikh Nimr, adalah sosok religius yang tertindas dari kaum minoritas. Ia berusaha memperjuangkan kehidupan yang lebih baik, terutama bagi penganut mazhab Syiah di Arab Saudi. Ia melakukan perlawanan tanpa kekerasan….”
“Alih-alih mendengarkan hal-hal yang diperjuangkan Syaikh Nimr, rezim Saudi malah mengeksekusinya. “
“Kita telah kehilangan sosok yang agung. Sayang sekali, mungkin sebagian umat Kristiani tidak bisa membayangkan Yesus Kristus dengan mengenakan sorban. Tetapi saya bisa membayangkannya. Saya ingin menjadi sepertinya. Meskipun Syaikh Nimr gugur, tetapi saya tetap memuji Allah, karena ia (semangatnya-red) masih hidup.”

Sungguh menarik bahwa tokoh non-Muslim pun mampu menangkap hakikat sejati Sheikh Nimr yang banyak difitnah oleh para pendukung Arab Saudi. Sheikh Nimr adalah ulama terkemuka dan tokoh politik yang dikenal aktif memperjuangkan hak warga negara ini secara damai. Beliau tidak pernah melakukan teroris atau pemberontakan kepada pemrintahan Saudi. Yang diperjuangkan adalah persamaan hak sebagai warga negara Arab Saudi. Saudi khawatir Sheikh Nimr bisa membuat rakyat tersadarkan dan bangkit melawan rezim despotik itu. Sheikh Nimr pun dianggap sebagai duri dalam negaranya. Kharisma dan keulamaannya dianggap sebagai “Khomeini” di Saudi. Maka satu-satunya cara untuk membungkam harus duhukum mati. Aparat keamanan Arab Saudi pada 8 Juli 2012 menguntit mobil Sheikh Nimr dan menembakinya hingga cidera, kemudian menangkapnya. Setelah dipenjara selama tiga tahun akhirnya tanggal 2 Januari 2016, beliau syahid dihukum mati.

Saudi Kalap
Pemenggapan terhadap Sheikh Nimr bisa dipandang sebagai bentuk kekalapan Rezim Saudi. Bagaimana tidak, jutaan dolar digelontorkan ke pemberontak Suriah untuk menggulingkan pemerintahan yang Bashar Assad, ternyata gagal berantakan. Jutaan dolar dihamburkan dengan cara menggempur kelompok Syiah Houthi di Yaman, ternyata gagal juga. Kebencian Bani Saud terhadap kelompok Syiah semakin memuncak, dan pelampiasannya adalah menghukum mati Sheikh Nimr, seorang ulama besar bermadzhab Syi’ah.

Baik rezim Saudi maupun para pendukungnya menyebar propaganda bahwa Sheikh Nimr adalah seorang pemberontak yang merencanakan makar pada pemerintahan, sehingga hukuman mati baginya itu wajar dan lumrah. Namun, hanya dengan melihat rekam jejaknya, yang bisa kita akses melalui Google dan Youtube, kita bisa melihat bahwa Sheikh Nimr bagaikan Mahatma Gandi memperjuangkan keadilan dengan damai. Sebagaimana Mahatma Gandhi dibunuh oleh ekstrimis, Sheikh Nimr pun menjadi korban kebencian ekstrimis oleh rezim kalap yang sudah menyebarkan kebencian dan mengadu domba kaum Muslimin sedunia. (LiputanIslam.com)

[1]https://www.facebook.com/revjeffhoo…
[2]http://revjeffhood.com/sheikh-nimr-…

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account