Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Ini Pilpres, Bukan Perang Suriah, Kawan

Published 26/06/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Sukseskan pilpres

Oleh: Khadija, Blogger

Melihat perkembangan Pilpres akhir-akhir ini, saya merasa dibawa kembali kepada Perang Suriah, yang hingga kini masih berlangsung sengit. Bagaimana tidak, foto-foto palsu, manipulasi informasi dan perdebatan sengit yang mewarnai Perang Suriah, kini saya temukan kembali dalam euphoria Pilpres.

Lihatlah bagaimana pihak pemberontak Suriah dengan gencar menyebarkan foto-foto yang terjadi di Palestina, Lebanon, bahkan Brazil, dan menggunakannya untuk propaganda kekejaman Presiden Suriah Bashar al-Assad. Dalam hitungan menit, informasi tersebut telah menyebar ke seluruh dunia.

Tidak terbatas pada foto palsu, video palsu pun marak beredar. Informasi-informasi yang tidak valid juga memenuhi ruang pemberitaan. Demi menarik simpati, seorang yang disebut “ustadz” menuturkan bahwa jumlah pengungsi Suriah telah mencapai 45 juta jiwa, dan karenanya ia mengajak masyarakat untuk menyalurkan bantuan. Karena yang bicara adalah seseorang yang disebut ulama, tentu saja banyak yang percaya tanpa menyelidiki lebih jauh. Hanya saja, tak lama kemudian terbongkar bahwa klaim si ustadz tersebut palsu. Tidak mungkin pengungsi Suriah menembus angka 45 juta jiwa sedangkan jumlah penduduk Suriah saja hanya sekitar 23 juta jiwa.

Akibat dari berbagai manipulasi ini, muncullah perdebatan sengit di media sosial antara pendukung pemberontak dan pendukung pemerintah Suriah. Indonesia yang jaraknya beribu-ribu kilometer dari Suriah turut terkana dampak. Masing-masing memiliki argumen atas keyakinannya. Hingga Dina Y. Sulaeman, seorang pengamat Timur Tengah menyatakan bahwa Perang Suriah ini telah membagi dunia menjadi dua.

Bahkan Perang Suriah yang juga mengobarkan semangat jihad melawan tiran, menjadikan puluhan pemuda Indonesia yang telah terdoktrin dengan sukarela mengangkat senjata untuk turut menggulingkan pemerintah sah Suriah. Dari laporan Al-Manar, terdapat sebanyak 55 orang yang tewas dalam pertempuran di Suriah teridentifikasi dari Indonesia.

Lalu, bagaimana  dengan Pilpres di Indonesia hari ini?

Saya juga menemukan hal serupa. Setiap hari ada saja manipulasi informasi, foto palsu, keterangan palsu, dan kampanye hitam yang dilancarkan oleh kedua belah pihak. Padahal, masing-masing kandidat presiden telah mewanti-wanti untuk berkampanye dengan cara yang patut, tidak menyebar fitnah, dan menjadikan Pilpres ini sebagai suatu kegembiraan politik.

Namun melihat geliat yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, seperti memutuskan silahturahiim dengan temannya hanya karena beda pilihan capres, saya khawatir jika Pilpres ini malah memicu perpecahan.

Din Syamsudin, Ketua Umum Muhammadiyah juga  meminta kepada pasangan capres dan cawapres, serta khusus tim sukses maupun pendukungnya untuk menghentikan berbagai kampanye hitam, apalagi yang berbau SARA. Karena, hal ini sangat potensial untuk menciptakan perpecahan di tubuh bangsa ini.

Dan kekhawatiran itu mulai menjadi kenyataan. Misalnya, seperti kabar dari Liputan6.com, pada tanggal 24 Juni 2014 massa simpatisan PDI Perjuangan dan PPP terlibat bentrok di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bentrokan massa pendukung Jokowi dengan Prabowo itu mengakibatkan kerusakan mobil, belasan sepeda motor, dan mebel.

Dan sebelumnya, pada tanggal 15 Juni 2014, seperti dilansir Kompas, dua kelompok simpatisan pendukung Jokowi dan Prabowo nyaris bentrok di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Jika sudah bentrok begini, siapa yang akhirnya dirugikan? Kawan, ingatlah, yang kita hadapi adalah Pilpres, bukan perang hidup mati seperti Suriah. Meski begitu, tak layak jika cara-cara curang yang digunakan dalam Perang Suriah, kini kembali diulang dalam Pilpres Indonesia.

———————

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini,  bisa dikirimkan ke [email protected]

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account