Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Doa dan Kesabaran Nabi Zakaria

Published 07/12/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

doaOleh: Zulfatul Fuadiah

Doa adalah senjatanya orang mukmin. Kalimat tersebut tak lagi asing di telinga kita. Dalam keterangan lain bahkan disebutkan, doa ialah sesuatu yang disyari’atkan oleh Allah SWT lewat firmannya, “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.”(Q.S Ghafir: 60)

Doa dianalogikan dengan sebuah “senjata” sedangkan kata “senjata” dapat  dipahami dengan alat yang lazim digunakan untuk perlawanan musuh atau menyelamatkan diri. Maka jelaslah bahwa doa ialah kunci kebaikan dan keselamatan orang mukmin.

Bahkan dalam suatu hadits Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah (dengan berdoa), maka Allah marah kepadanya.”

Jelas hal ini menjadi sebuah pembeda antara Allah dengan makhlukNya. Bila seorang manusia terus-menurus dipinta, ia akan balik marah. Tetapi jika Allah tak dipinta,  justru Ia akan marah.

Berbicara tentang berdoa, tentunya berdoa memiliki tatacara yang mesti dilaksanakan, diantaranya yaitu, hendaklah berdoa diiringi kesabaran, bersungguh-sungguh, tidak tergesa-gesa dan dengan suara yang lemah lembut (tenang). Berdoa seperti itu, adalah cara berdoa yang dicontohkan oleh Nabi Zakaria As.

Nabi Zakaria adalah seorang nabi yang diutus Allah, yang tidak memiliki keturunan hingga usia telah senja. Lantaran istrinya mandul. Sebenarnya sejak memasuki gerbang pernikahan pun beliau sudah mendambakan kehadiran seorang putera. Tapi apa daya hingga rambutnya beruban, tulang belulangnya melemah, keinginannya belum jua terpenuhi.

Walau demikian, Nabi Zakaria tidak pernah putus asa untuk selalu meminta dan berdoa. Ia yakin, sekalipun istrinya juga sudah tua renta bahkan seorang yang mandul, jika Allah menghendaki, niscaya mereka akan dikaruniai anak juga.

Hingga pada suatu hari, masuklah Nabi Zakaria menemui keponakannya, Maryam, yang selalu menyepi dalam mihrab (tempat shalat). Beliau mendapati buah-buahan musim panas di kamar Maryam, padahal saat itu tengah musim hujan. Nabi Zakaria bukan main herannya. Sebab, setahunya Maryam sepanjang waktu selalu bersujud kepada Allah dan tidak diperbolehkan seorang pun masuk kecuali ia dan Maryam.

Karena heran, ia tak tahan untuk tak bertanya.

“Dari mana kau mendapatkan semua rezeki ini?”tanya Nabi Zakaria dengan heran.

“Dari Allah SWT,” jawab Maryam. “Dia memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendakin-Nya,” sambung Maryam.

Hati Nabi Zakaria merasa dipenuhi keyakinan yang tinggi, bahwa Allah maha kuasa, tiada yang mustahil bagiNya.

Sebenarnya ada kehawatiran yang berlebih di hati Nabi Allah itu, ia menghawatirkan siapa yang akan menggantikan dakwah sepeninggalannya nanti. Sehingga walaupun keadaannya begitu, Nabi Zakaria tetap menyimpan keinginan untuk memiliki keturunan yang akan mewarisi keilmuannya, pun yang akan meneruskan perjuangannya menyerukan kebenaran.

Dan Nabi Zakaria pun kembali berdoa memohon dikaruniai seorang putera. Ia begitu sabar meminta walaupun sadar bahwa menurut hukum adat hal demikian sulit untuk terjadi. Tapi berkat kesabaran, keyakinan, dan kesungguhannya, Allah mengabulkan doanya.

Atas kuasa Allah, Nabi Yahya pun kemudian terlahir dari rahim istrinya. Ini bukti nyata bahwa doa mampu mendobrak ketidakmungkinan.

Lantas doa apa yang telah kita langitkan hari ini? Sebarapa  sabarkah kita menanti doa terkabul? (LiputanIslam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account