Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Derita Arsilan di Tengah Industri Pencitraan

Published 26/08/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

tukang kebun BKOleh: Putu Heri

Kakek tua itu bernama Arsilan, ia adalah mantan tukang kebun Bung Karno. Semasa mudanya, ia pernah bertempur melawan kaki tangan Belanda. Namun kini, ia hanya tinggal di gubuk 2X3 meter yang pengap. Dinding dan pintunya terbuat dari triplek tipis. Atapnya tampak seperti hendak rubuh, dan dibangun di trotoar Tugu Proklamasi.

Alangkah ironisnya keadaan Pak Tua itu dengan kemeriahan pesta demokrasi yang baru saja berlalu. Sigi Kaca Pariwara, perusahaan pengolahan data yang mengelola situs Adstensity.com, menyebut dua kubu calon presiden: Prabowo Subianto dan Joko Widodo, menghabiskan sekitar Rp 186 miliar untuk membiayai iklan kampanye. (Tempo, 7 Juli 2014)

Hitler pernah berkata, bahwa sebuah propaganda yang diulang-ulang lambat laun akan diterima sebagai sebuah kebenaran. Berdasarkan teori ini, wajar, jika lantas baik para caleg, maupun capres-cawapres, rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membangun jaringan propaganda yang terstruktur.

Tentu saja, propaganda seperti ini sangat tidak murah. Artinya, biaya demokrasi di negeri kita juga mahal. Menurut pengamat politik dari Charta Politika, Arya Fernandes, ada tiga faktor penyebabnya, yaitu:

Pertama, adanya perubahan model kampanye dengan pemilihan presiden secara langsung. Menurutnya, perubahan ini membuat biaya politik sangat mahal. Yang diuntungkan orang-orang memiliki banyak uang.

Faktor kedua, munculnya iklan di televisi yang menjadi alat efektif untuk pengaruhi pemilih dan jangkauannya yang luas. Arya mencontohkan, dari total dana kampanye  yang digunakan Obama pada tahun 2008, sebanyak 54% habis untuk membayar iklan.

Faktor ketiga, pergeseran politik yang makin personal, maka orang makin butuh personal branding (pencitraan personal). Semua itu butuh biaya. Biaya mahal juga dibutuhkan bagi siapa saja yang maju dalam pemilu legislatif. (Inilah.com 26/1)

Citra atau pencitraan adalah upaya-upaya sistematis untuk membentuk persepsi, pikiran, serta mempengaruhi sikap perilaku kita agar bersedia memberikan respons sesuai kehendak si pembuat citra. Dan momentum pesta demokrasi pun menjadi lahan subur bagi usaha pencitraan. Jadi tak aneh bila pencitraan menjadi sebuah industri tersendiri.

Pada Pilpres lalu, sebelum hari pencoblosan, nyaris semua ruang publik tidak ada yang kosong dari iklan para capres. Di jalanan, di media masa, bahkan di jejaring sosial, penuh dengan berbagai propaganda – yang didesain oleh para konsultan politik guna membangun citra para politisi agar sesuai dengan selera publik. Lihatlah, kita disuguhi tayangan yang mencitrakan sosok capres yang tegas, yang berkomitmen, yang sederhana, namun realitasnya, jauh panggang dari api.

Imbasnya, ketika menjabat nanti, maka politisi-politisi ini pun akan berlomba-lomba untuk ‘menuai benih’ dari modal-modal masa kampanye yang mereka tanam. Dari data ICW, angka korupsi di Indonesia  pada tahun 2013-2014, meningkat dari dua tahun sebelumnya. Inilah mata rantai setan yang belum bisa diputus.

Uang dihambur-hamburkan demi sebuah pencitraan, padahal realistasnya, masih banyak Arsilan-Arsilan lain yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Andai saja, biaya untuk iklan tersebut dialokasikan untuk membantu rakyat butuh makan dan tempat tinggal. Andai saja, uang sebanyak itu digunakan untuk membantu rakyat yang butuh pengobatan.

Jadi, masih pentingkah sebuah pencitraan, ditengah kondisi rakyat yang terperangkap dalam harga-harga sembako yang mencekik leher? Sayangnya masih, karena saat ini kita tengah hidup di era simulakra, dimana realitas dan citra telah melebur.

 

——————–
Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini. Silahkan kirimkan ke [email protected]

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account