Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Budidaya Lalat Tentara Hitam Sebagai Solusi Menangani Sampah

Published 15/05/2019 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com – Selain menggunakan alat pemilah dan pencacah sampah seperti Pujo Bae serta bio methagreen yang mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar biogas, ada cara unik lain seperti yang dikembangkan oleh warga Dusun Larangan Desa Sokawera Kecamatan Cilongok Banyumas Jawa Tengah. Mereka membudidaya lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF), nama latinnya adalah Hermetia illucens, untuk mengurai sampah organik. 1 kg larva BSF dapat mengurai 1 kg sampah organik.

Hasil penguraian dari BSF pun bisa langsung digunakan sebagai pupuk. BSF adalah jenis lalat yang berbeda. Jika biasanya lalat identik dengan hal yang kotor dan penyakit, BSF tidak. BSF adalah lalat yang tidak bersifat patogen karena tidak membawa agen penyakit. Dan baiknya, BSF mampu mengurai sampah tanpa bau sebagaimana bau busuk sampah biasanya. Sehingga warga dapat dengan mudah menbudidaya BSF di lingkungan rumah masing-masing karena tidak menimbulkan bau busuk.

“Sudah dilakukan percobaan oleh warga Dusun Larangan, bahwa sampah-sampah organik dari rumah tangga, tidak lagi dibuang, melainkan sebagai pakan maggot (larva BSF). Larva tersebut melakukan penguraian bahan-bahan organik tanpa menimbulkan bau. Inilah hebatnya, karena biasanya sampah organik menimbulkan bau. Tetapi kalau diproses oleh maggot, tidak memunculkan bau yang tidak sedap,” ungkap Adib, warga pembudidaya di Dusun Larangan.

Budidaya BSF memiliki manfaat yang sangat luar biasa. Selain menambah pendapatan warga pembudidaya yang cukup lumayan, budidaya BSF pun dapat dijadikan sebagai salah satu solusi hebat untuk mengurai sampah organik yang kian menumpuk setiap hari dan menimbulkan bau busuk warga sekitar.

Menurut Akbar, salah satu warga pembudidaya, satu kandang BSF mampu menghasilkan 50 gram telur per hari dengan harga jual Rp. 10 ribu per gram. Berarti dapat menghasilkan Rp. 500 ribu per hari. Itu baru telur dari BSF. Yang bisa dijual dari budidaya BSF tidak hanya telurnya, tetapi juga larvanya.  Per hari bisa menghasilkan sampai 30 kg larva. Siklus hidup BSF hanya berkisar 45 hari mulai telur hingga lalat dewasa. Seekor lalat betina bisa menghasilkan 500-900 butir telur. Sedangkan untuk mendapatkan 1 gram telur membutuhkan 14-30 BSF. Dan untuk 1 gram telur akan menghasilkan 3-4 kg maggot atau larva. Fase larva sekitar 18 hari. Pada fase larva lah, BSF mengurai sampah-sampah organik.

Hasil penguraian larva BSF tidak dibuang, melainkan digunakan sebagai pupuk tanaman.

Pihak warga Dusun tersebut telah menghubungi Pemkab Banyumas untuk mendorong masyarakat sekitar Banyumas membudidayakan BSF untuk mengatasi persoalan sampah dan menambah pendapatan ekonomi masyarakat Banyumas.

Lebih lanjut, manfaat lain dari budidaya BSF menurut mereka adalah bahwa hasil pendapatan dari budidaya BSF mampu memberikan beasiswa kuliah bagi anak-anak kurang mampu di daerah tersebut. Khususnya budidaya BSF yang bersifat komunal dari para masyarakat sekitar.

Diambil dari Mongabay

“Sudah ada tiga anak di Sokawera yang menggunakan sumber dana hasil  budidaya BSF. Anggaran itu diambilkan dari budidaya komunal. Kalau budidaya pribadi kan keuntungannya untuk warga pembubidaya, tetapi jika panen dari kandang komunal, maka ada pembagian hasil. Sebanyak 50% untuk Kampung Laler (sebutan untuk Dusun Larang), 30% dipakai untuk beasiswa kuliah dan 20% bagi mitra. Dengan skema ini, ada unsur sosial yang masuk, terutama pendidikan bagi anak-anak kurang mampu,” lanjut Adib. (Ay/Mongabay)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account