Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Antara Utsman ra dan Pak Beye

Published 12/05/2014 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE
interior Boeing Jet 2 (foto:boeing.com)
interior Boeing Jet 2 (foto:boeing.com)

Fatma, ibu rumah tangga

Dikisahkan, suatu saat sahabat Utsman bin Affan ra menemui Rasulullah. Ketika itu Rasulullah sedang menyiapkan pasukan muslim menghadapi serangan dari tentara Roma (Perang Tabuk). Utsman yang dikenal sebagai saudagar kaya dan memiliki harta berlimpah, dengan enteng memberikan sumbangan seribu dinar. Ia juga membawa lebih dari 940 unta, kemudian membawa 60 kuda, sehingga genaplah 1000 hewan tunggangan yang disumbangkannya kepada pasukan Rasulullah (diriwayatkan Imam Tirmizi, Anas, Al Hakim).

Di riwayat ini terlihat, sedemikian mudahnya seorang tokoh merogoh kocek demi bangsanya. Namun yang terjadi di negara kita justru sebaliknya: sedemikian mudahnya pemimpin kita menghamburkan uang negara untuk membeli pesawat mewah.

Begitu pula halnya dengan Ali bin Abi Thalib ra, khalifah setelah Ustman bin Affan ra, yang hidupnya juga teramat sederhana. Ali ra bekerja keras membanting tulang untuk nafkah keluarganya. Istrinya, Fathimah, setiap hari menggiling gandum sampai melepuh tangannya.

Nasehat beliau terkait pemerintahan, terabadikan dalam sebuah surat kepada Malik al-Asytar ketika diangkat menjadi gubernur di Mesir, yang berbunyi, “Ini adalah pesan seorang hamba Allah, Ali bin Abi Thalib kepada Malik al-Asytar. Jangan sekali-kali engkau mengira bahwa kekuasaan yang telah diserahkan kepadamu itu adalah hasil buruan yang jatuh ke tanganmu. Itu adalah amanah yang diletakkan ke pundakmu. Pihak yang di atasmu mengharapkan engkau dapat menjaga dan melindungi hak-hak rakyat. Maka janganlah engkau berbuat sewenang-wenang terhadap rakyat.”

Namun SBY terlihat senang karena akhirnya bisa menikmati pesawat kepresidenan yang telah tiba dari pabriknya, Boeing, tanggal 10 April yang lalu. Dalam kunjungan kerjanya ke Bali (5 Mei 2014), SBY berkata, “Satu hal saja yang saya sampaikan, selama 10 tahun jadi presiden saya bersyukur di enam bulan terakhir bisa naik pesawat presiden dan itu bisa menghematkan anggaran kita.”

Benarkah menghemat anggaran? Mari kita hitung dulu.
Berikut rinciannya:

Harga total: US$ 91,2 juta
– Badan pesawat : US$ 58,6 juta
– Interior kabin   : US$ 27 juta
– Sistem keamanan : US$ 4,5 juta
– Biaya administrasi: US$ 1,1 juta

Rincian Interior
Kokpit    : Tempat duduk bagi dua awak, enam monitor penerbangan, dual GPS build-in, TCAS, GPWS, dan sistem panduan penerbangan Flight Dynamics.
Kabin depan : Kamar dengan tempat tidur besar, ruang tamu, ruang istirahat kru, kamar mandi dengan pancuran.
Kabin Belakang : 24 kursi penumpang yang bisa diselonjorkan jadi tempat tidur, ruang rapat, ruang olahraga, dan toilet.

Situs beritaprotes.com menulis, pesawat Boeing 737-800 Business Jet 2 warna biru itu dibeli dari Boeing Company dan sudah dibayar kontan dari kas negara, HANYA 58,6 juta Dolar AS saja. Dengan SEDIKIT tambahan biaya 27 juta Dolar untuk permak interiornya, lalu tambah SEDIKIT lagi 4,6 juta Dolar buat pemasangan sistem keamanannya, maka total jenderal uang mengucur dari kas negara HANYA 91,2 juta Dolar AS saja, atau setara dengan 1, 03 Trilyun rupiah.

Presiden SBY menyatakan bahwa dengan adanya pesawat kepresidenan ini, anggaran negara akan dihemat karena selama ini presiden harus sewa pesawat kepada Garuda bila hendak bepergian. Menurut Sudi Silalahi, Mensesneg, pesawat bisa dipakai selama 35 tahun mendatang. Pertanyaannya: berapa banyak lagi sebenarnya uang harus keluar untuk biaya operasional, biaya perawatan, dan lain-lain selama 35 tahun ke depan itu?

Koordinator Fitra, Ucok Sky Khadafi, menilai, pernyataan ‘pembelian pesawat akan menghemat anggaran’ adalah pernyataan asal bunyi. Menurutnya memiliki pesawat kepresidenan sendiri justru lebih boros ketimbang menyewa pesawat komersil milik Garuda. Dengan cara itu negara tak akan dirugikan karena Garuda itu BUMN. Artinya, dengan cara menyewa, kata dia, maka uang yang dikeluarkan Sekretariat Negara untuk sewa pesawat itu akan dikembalikan lagi ke kas negara.

Menyewa pesawat, kata Ucok, juga lebih efisien karena negara tak perlu keluar uang lebih saat pesawat tak dipakai. “Sedangkan pembelian pesawat harus mengalokasikan biaya perawatan, baik saat digunakan maupun tidak.”

Jadi, pembelian pesawat 1,03 T itu sebenarnya penghematan atau tidak sih? Anak-anak di Banten yang ke sekolah harus melalui jembatan berupa seutas tali, lebih tahu jawabannya.

 

————-

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini. Silahkan kirimkan ke [email protected]

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account