Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Opini

Antara Sigapnya Basarnas dan Buruknya Sistem Penerbangan

Published 02/01/2015 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

BasarnasOleh: Budi Baskoro

Prestasi Basarnas yang dalam tiga hari berhasil menemukan petunjuk dan memulai evakuasi pesawat AirAsia dengan kode penerbangan QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, dipuji banyak pihak. Bahkan, dinilai sebagai penemuan tercepat dalam sejarah SAR (Search and Rescue) pesawat.

Bila kita melihat kinerja pemerintah dalam tragedi ini, tampaknya memang patut bagi kita untuk mengacungkan jempol. Sejak hari pertama, proses pencarian dilakukan tim terpadu yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Kepala Basarnas, Marsekal Madya FHB Sulistyo. Esoknya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang baru datang dari Papua juga meninjau langsung proses pencarian.

Setelah serpihan pesawat dan jenazah ditemukan, Jokowi pun terbang ke lokasi di Pangkalan Bun untuk menyaksikan langsung proses evakuasi dengan menggunakan pesawat Hercules pada Selasa (30/12). Dia juga menemui keluarga korban di pusat krisis Bandara Juanda untuk menyampaikan duka cita.

Presiden, Wapres, maupun Basarnas secara tegas memastikan akan mengerahkan semua kekuatan dalam proses evakuasi korban, melibatkan TNI, Polri, SAR, dan dibantu tim negara sahabat. Informasi kepada publik diberikan dengan cara transparan, sigap, dan rutin. Publik dan terutama keluarga korban bisa mendapatkan informasi dengan baik. Adanya tempat bertanya, sangat membantu dalam situasi krisis. Menurut pendapat sejumlah orang, situasi ini sungguh berbeda dengan Malaysia ketika terjadi musibah Malaysia Airlines MH370 dan MH17. Saat itu, informasi sering berubah-ubah dan banyak terkesan ditutup-tutupi.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini pun terlihat sangat sigap melayani keluarga korban. Sejak hari pertama, Risma tidak pernah absen mendampingi keluarga penumpang yang berkumpul di area Crisis Center. (baca: Begini Dedikasi Risma untuk Keluarga Korban Air Asia)

Namun, di balik semua puja-puji ini, ada masalah penting yang harus diperhatikan semua pihak, terutama pemerintah. Tragedi AirAsia  kembali mengingatkan kita bahwa sistem penerbangan di Indonesia masih sangat buruk. Sebagaimana dilansir New York Times, tim auditor PBB mengunjungi Jakarta pada bulan Mei 2014 lalu untuk menilai keselamatan penerbangan Indonesia. Tim ini pun menyimpulkan bahwa tingkat kelayakan penerbangan di Indonesia jauh di bawah rata-rata, lebih buruk daripada negara yang lebih miskin, seperti Laos dan Myanmar.

Indonesia adalah negara dengan 17.000 pulau, di mana penerbangan murah telah menggantikan perjalanan feri, bis, atau kapal. Para kapitalis berlomba-lomba membuka jalur penerbangan murah di Indonesia. Pasar yang ada memang sangat menjanjikan. Seperti ditulis Washington Post, dalam dekade terakhir, kelas menengah Indonesia menggelembung 80 juta hingga 13 juta. Mereka dengan suka cita menggunakan penerbangan murah, daripada harus berpenat naik bis atau kapal laut.

Namun, potensi besar ini tidak didukung oleh kesiapan sumber daya manusia yang mengelola sistem penerbangan. Akibatnya industri penerbangan di Indonesia menjadi salah satu industri yang paling berbahaya di dunia. Banyak kecelakaan dan insiden yang terjadi. Tak heran Uni Eropa pernah melarang 67 penerbangan dari Indonesia masuk wilayah udara Eropa.

Departemen Luar Negeri AS juga menyatakan keprihatinan atas praktek penerbangan di Indonesia. Federal Aviation Administration menetapkan Indonesia dalam “kategori 2” , yaitu negara yang minim keselamatan penerbangan, yakni satu peringkat bersama Ghana dan Bangladesh.

Sejak akhir 1990-an, Indonesia melakukan beberapa langkah deregulasi yang memudahkan para kapitalis membuka bisnis penerbangan. Perusahaan penerbangan baru pun bermunculan bak jamur. Antara 2000 dan 2007, jumlah penumpang naik sebesar 20 persen pertahun, menurut Associated Press. Pada tahun 2011, 60 juta orang Indonesia naik pesawat terbang. Hal ini tak terbayangkan oleh orang Indonesia sebelumnya. Dulu, hanya orang kaya yang bisa naik pesawat. Kini, pedagang bersandal jepit pun bisa naik pesawat dari Padang ke Jakarta untuk ‘kulakan’ baju di Tanah Abang.

Namun pertumbuhan pesat industri ini tidak didukung oleh SDM dan infrastruktur. Banyak pengamat dari dalam negeri maupun luar negeri yang sejak lama memperingatkan bahwa Indonesia kekuarangan pakar penerbangan, ahli regulasi, dan peralatan.

Sebagai contoh, bisa dilihat dari pengakuan seorang mantan pilot Singapore Airlines (SIA) yang dikutip jpnn.com. Menurutnya, ada koridor-koridor penerbangan tertentu yang sangat sibuk, salah satunya rute Indonesia-Singapura. Di rute ini, ada banyak perusahaan dan tipe pesawat yang terbang dengan jenis ketinggian dan kecepatan berbeda-beda.

“Karena maskapai-maskapai semakin berjubel, maka ATC menjadi lebih lama berkoordinasi dan dalam memberikan izin untuk hal-hal seperti permintaan menaikkan ketinggian terbang dan penghindaran cuaca (buruk),” kata mantan pilot SIA itu.

Inilah PR besar bagi pemerintahan Jokowi. Kerja keras dan sigap hendaknya tidak terhenti di evakuasi korban, melainkan pada upaya perbaikan sistem keamanan penerbangan, melalui penataan regulasi, penambahan SDM, dan fasilitas.(LiputanIslam.com)

—

Redaksi menerima sumbangan tulisan untuk rubrik Opini, silahkan dikirim ke [email protected]

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Opini

Perang Opini di Dunia, Israel Kalah Telak Melawan Palestina

By Muhammad
Indonesiana

Seruan Jihad Lewat Adzan, Melawan Siapa?

By Fadel
Indonesiana

Kasus Telkomsel dan Hassan Haikal yang Kian Meradang

By Fadel
Analisis

Dari Palestina Hingga Amerika, Kita Harus Membela Hak Semua Orang untuk Bernapas

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account