Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Olahraga

Taufik Hidayat Kritik Pelaksanaan PON XIX

Published 26/09/2016 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

taufik-hidayatBandung, LiputanIslam.com—Pebulutangkis senior Taufik Hidayat angkat bicara perihal pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat. Ia mengatakan pelaksanaan pesta olahraga nasional empat tahunan ini cenderung mengutamakan kepentingan daerah sehingga tidak maksimal dalam memajukan prestasi olahraga Indonesia ke depan.

Maka itu, Taufik, yang baru beberapa hari bertugas sebagai Staf Ahli Deputi IV Bidang Olahraga Prestasi Kemenpora, KONI, KOI, dan Satlak Prima, sepakat dengan keinginan Menpora Imam Nahrawi yang meminta pelaksanaan PON ke depan fokus mempertandingkan cabang olahraga (cabor) Olimpiade dan dilakukan pembatasan usia bagi peserta.

“Ya, kita memang harus fokus mempertandingkan cabor Olimpiade dan usia atlet yang tampil juga harus dibatasi di PON XX 2020. Kalaupun ada penambahan cabor harus disesuaikan dengan cabor yang dipertandingkan di SEA Games. Kebijakan ini harus dilakukan sekarang, kalau tidak kapan lagi?” kata Taufik.

Selain itu, kebijakan pembatasan usia atlet juga penting demi terjadinya regenerasi, sementara untuk atlet senior bisa lebih fokus menyiapkan diri menghadapi ajang multievent atau program event internasional yang telah disusun induk organisasinya (PB/PP).

“Jadi, berikan kesempatan atlet muda untuk berkembang. Kalau atlet senior yang sudah berprestasi di Olimpiade atau Asian Games tampil di PON, jelas saja mereka menang. Pembatasan usia ini juga bisa menghindari adanya kasus atlet senior yang menolak tampil di event internasional hanya karena ingin mengejar bonus atau dipaksa membela daerah di PON,” katanya.

Dia pun mengusulkan agar kebijakan itu bisa dituangkan dalam bentuk Keputusan Menteri (Kepmen) atau Keputusan Presiden (Keppres). Hal ini penting supaya ketika ada pergantian pemerintahan, peraturan tidak mengalami perubahan.

Di luar itu, Taufik, yang juga merupakan Wakil Ketua Satlak Prima, mengaku akan mendorong pemerintah untuk menyiapkan bantuan anggaran pembinaan terhadap cabor sesuai prestasi pada perhelatan multievent. Anggaran prioritas utama tentu untuk cabor berprestasi di Olimpiade. Berikutnya cabor berprestasi di Asian Games dan terakhir cabor berprestasi di SEA Games.

“Seperti misalnya cabor bulutangkis yang telah menyumbang medali 1 emas dan angkat besi yang telah menyumbang dua perak untuk kontingen Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, tentu akan menjadi prioritas utama,” katanya.

Soal penetapan anggaran prioritas, Taufik mengusulkan sistem reward and punishment terhadap cabor berprestasi. Tujuannya agar terjadi persaingan di antara cabor Olimpiade.

“Prioritas cabor bulutangkis dan angkat besi bisa saja berubah jika keduanya tidak berprestasi di Olimpiade. Posisi keduanya bisa saja digantikan cabor lain. Reward and punishment harus diberlakukan,” pungkasnya. (ra/detik)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Selamat! Pasangan Bulutangkis Fajar/Rian Juarai All England

By Rachel
Indonesiana

Pemerintah Tolak Hasil KLB Kubu Moeldoko, AHY Enggan Minta Maaf ke Jokowi

By Rachel
Indonesiana

Ketum PSSI Ajak Timnas U-16 Tidak Gentar di Piala Asia 2020

By Fadel
Indonesiana

PSSI Tegaskan Shin Tae Yong Bebas Pilih Pemain Timnas

By Fadel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account