Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Olahraga

Lilyana Natsir dan Cita-Cita Masa Kecilnya yang Tak Biasa

Published 25/08/2016 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

lilJakarta, LiputanIslam.com– Saat masih anak-anak, Liliyana Natsir mengaku mempunyai cita-cita yang tak biasa. Dia sudah berniat menjadi tulang punggung keluarganya.

Bagi orang tua, memang tidak mudah menerima keinginan sang anak yang tidak ingin sekolah lagi. Hal itu seperti diungkapkan oleh orang tua Liliyana, saat menceritakan semasa putrinya baru tamat dari Sekolah Dasar (SD).

Ada suatu kejutan ketika sang ayah, Beno Natsir, bertanya kepada Liliyana untuk memilih sekolah atau pilih bulutangkis.

Jawabannya cukup mengagetkan. Di balik selembar tisu, Butet –sapaan akrab Liliyana– justru menuliskan hal yang tidak biasa untuk anak dengan usia awal belasan tahun. Dia menulis: Saya ingin menjadi tulang punggung keluarga.

“Saya sempat agak lupa-lupa ingat. Mungkin saya dari kecil saya ketu (kecil tua) makanya bisa berpikir itu. Saya punya rasa optimis bahwa bisa membanggakan orang tua. Suatu kebanggaan itu tidak bisa didapat kalau bukan dari prestasi olahraga. kebetulan saya berprestasi di olahraga,” cerita Butet.

 

Butet boleh dibilang lahir di keluarga pecinta bulutangkis. Dia sudah dimasukkan ke sebuah klub di Manado, Sulawesi Utara, sejak kelas tiga SD. Sedikit hiperbolis, Butet bahkan sudah diperkenalkan pada olahraga tepok bulu oleh ibunya, Olly Maramis, sejak dalam kandungan.

“Mama itu memang suka banget sama bulutangkis. Sejak kecil saya sudah dikenalkan oleh orang tua saya pada olahraga tersebut. Tak sekadar dikenalkan, saya juga didukung penuh, papa sama mama yang suka mengantarkan ke tempat latihan, sampai ikut jadi pelatih pribadi, hingga menyiapkan segala kebutuhan untuk bertanding,” ungkapnya.

“Kalau tidak didukung mungkin saja saya tidak bisa seperti ini. Tapi orang tua saya mendukung penuh saya,” ujar dia lagi.

Dukungan penuh itu pun membuahkan hasil. Butet berhasil menjuarai beberapa kejuaraan dan turnamen di Manado. Prestasi itulah yang akhirnya mengantarkan dia ke pelatnas Cipayung.

Selama di Cipayung, Butet juga sempat mengalami masa surut. Saat itu dia masih turun di nomor ganda putri karena dinilai permainannya tidak berkembang. Dia lantas ditampung oleh Richard Mainaky, pelatih ganda campuran yang dikenal mempunyai tangan dingin ini.

Saat itu, Richard melihat ada potensi besar di diri perempuan asal Manado tersebut. Dia pun disandingkan Nova Widianto untuk main di sektor ganda campuran pada tahun 2004. Pada tahun pertama dipasangkan, Nova/Butet bisa menjadi juara dunia 2005 di ajang yang berlangsung di California, Amerika Serikat.

Bersama Nova, Butet berpasangan hingga 2010. Contoh gelar lain yang diraih pasangan ini ada medali perak di Olimpiade Beijing 2008. Keduanya akhirnya harus pisah jalan usai Nova pensiun.

Sebelum berpasangan dengan Tontowi, Richard sempat memasangkan Butet dengan beberapa pemain putra Devin Lahardi dan Muhammad Rizal. Namun, Richard menilai Tontowi punya sorot mata juara. Karenanya, pemain asal Banyumas itu lebih dipilih menjadi pasangan untuk Butet.

Keputusan Richard itu terbukti tepat, sejauh ini Owi/Butet sudah mengoleksi 12 gelar juara Superseries, sekali menjadi juara dunia, sekali menjuarai kejuaraan Asia, satu emas di ajang SEA Games 2011, dan puncaknya emas Olimpiade di tahun ini.

Meski banyak sudah meraih banyak gelar, Owi/Butet juga sempat mengalami masa pasang surut. Selama beberapa turnamen grafik perfoma mereka menurun, termasuk di beberapa turnamen Superseries menjelang Olimpiade. Di tahun ini, mereka cuma sekali juara, saat berlaga di Malaysia Open Superseries. Oleh karena itu, pantas kalau ada keraguan mereka bakal mampu meraih medali emas.

Owi/Butet bisa menjawab keraguan itu dengan penampilan oke. Mereka meraih emas dengan penampilan mantap. Enam kali bertanding dengan rekor selalu menang dalam dua gim.

“Ya, jujurlah dari wartawan juga pasti sempat ragu dengan saya dan Owi. Indonesia Open saja seperti itu,” kata Liliyana.

“Tapi semua perjuangan keras kami terbayarkan, tidak bisa tidur, tegangnya juga akhirnya bisa kami bayar di Olimpiade ini,” kata dia lagi. (ra/detik)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Selamat! Pasangan Bulutangkis Fajar/Rian Juarai All England

By Rachel
Indonesiana

Pemerintah Tolak Hasil KLB Kubu Moeldoko, AHY Enggan Minta Maaf ke Jokowi

By Rachel
Indonesiana

Ketum PSSI Ajak Timnas U-16 Tidak Gentar di Piala Asia 2020

By Fadel
Indonesiana

PSSI Tegaskan Shin Tae Yong Bebas Pilih Pemain Timnas

By Fadel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account