Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Olahraga

“Kecacatan” Atlet Tak Halangi Prestasi

Published 01/10/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
maria londa (foto;afp/kompas)
maria londa (foto;afp/kompas)

Incheon, LiputanIslam.com–Kekurangan fisik ternyata bukan halangan untuk meraih prestasi cemerlang di dunia olahraga. Maria Natalia Londa, pelompat jauh Indonesia, yang berhasil meraih emas dalam Asian Games 2014 ternyata memiliki paru-paru kecil dan ukuran kaki yang tidak simetris.

Pelompat jauh kelahiran 29 Oktober 1990 ini memiliki ukuran paru-paru yang lebih kecil dari orang normal. Akibatnya Maria sering pingsan ketika sedang menjalani latihan, terutama yang berkaitan dengan ketahanan. Di tengah latihan, tiba-tiba dia terjatuh dan hilang kesadaran.

Awalnya, hal ini menimbulkan kepanikan atlet lain dan juga pelatihnya, I Ketut Pageh. Namun, pada akhirnya mereka mulai terbiasa. Saat sadar dari pingsan pun, Maria berlaku seperti tidak terjadi apa-apa.

“Dokter sudah mengingatkan supaya saya berhati-hati. Namun, sebelum saya jatuh, sebelum saya pingsan, saya akan ayuk terus untuk latihan,” kata Maria ketika kepada Kompas.com.

Paru-paru kecil ternyata bukanlah satu-satunya cacat yang dimiliki Maria. Sulung tiga bersaudara ini juga memiliki panjang kaki yang tidak sama. Kaki kanan Maria memang sedikit lebih pendek dibanding kaki kirinya.

Ketika ditanya apakah kekurangan tersebut mengganggu performanya saat berlatih atau bertanding, Maria menjawab santai, “Enggak juga. Sama Tuhan dikasihnya begini, jadi disyukuri saja.”

“Ini juga ada bekas operasi di kaki kanan dan kiri,” kata Maria sambil menunjukkan bekas sayatan kecil di atas mata kaki bagian dalam di kedua kakinya. “Waktu itu pembuluh darahnya tersumbat, jadi harus dioperasi.”

Segala kekurangan fisik tersebut tak membuat Maria putus asa. Dengan semangat tinggi dan tak kenal lelah, dia berlatih tanpa pernah mengeluh. Buah kerja kerasnya mulai terlihat ketika dia meraih medali perunggu pada SEA Games 2009 (Laos) di nomor lompat jauh dan lompat jangkit.

Pada SEA Games 2011 (Indonesia) perolehan medali Maria naik menjadi perak di dua nomor tersebut. Lalu, pada SEA Games 2013 (Myanmar), Maria akhirnya meraih emas, juga di kedua nomor tersebut. Maria pun mendapat kepercayaan membela Indonesia di event olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2014, yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan.

Dalam SEA Para Games  tahun 2014 di Myanmar, para atlet penyandang ‘cacat’ (difabel) Indonesia pun berhasil membuntikan ketangguhan mereka. Dalam pertandingan yang berlangsung 14-20 Januari 2014, Indonesia merebut status juara umum. Kontingen Indonesia berhasil menyabet  medali emas dalam jumlah yang fantastis, melebihi medali emas yang diraih atlet Indonesia dalam pertandingan ‘normal’ (SEA Games). Kontingen Difabel Indonesia meraih 99 emas, 69 perak, dan 49 perunggu. (fa)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Selamat! Pasangan Bulutangkis Fajar/Rian Juarai All England

By Rachel
Indonesiana

Pemerintah Tolak Hasil KLB Kubu Moeldoko, AHY Enggan Minta Maaf ke Jokowi

By Rachel
Indonesiana

Ketum PSSI Ajak Timnas U-16 Tidak Gentar di Piala Asia 2020

By Fadel
Indonesiana

PSSI Tegaskan Shin Tae Yong Bebas Pilih Pemain Timnas

By Fadel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account