Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Olahraga

Inilah Kesempatan terakhir Liliyana Natsir Meraih Emas Olimpiade

Published 04/08/2016 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

lilySao Paulo, LiputanIslam.com— Liliyana Natsir akan menjalani olimpiade ketiganya di Rio de Janeiro. Tak bisa menawar usia, Brasil bisa jadi kesempatan terakhirnya untuk meraih emas olimpiade.

Liliyana sudah mengantongi berderet-deret medali dari ajang bergengsi. Baik bersama Nova Widianto ataupun Tontowi Ahmad. Saat harus turun pada dua nomor sekaligus, juga pada ganda putri, Liliyana juga sukses membuktikan kualitasnya dalam beberapa turnamen super series: China Masters 2007 dan Indonesia Open 2008. Tak sedikit yang menilai dia sebagai pebulutangkis putri terbaik Indonesia di era 2000-an.

Namun, Liliyana masih dibuat penasaran dengan olimpiade. Dua kali lolos ke olimpiade, dua kali itu pula dia gagal meraih medali emas. Hasil terbaik diraihnya bersama Nova pada Olimpiade Beijing 2008. Dia berhasil membawa pulang medali perak kala itu.

Pemain kelahiran Manado, 9 September 1985 itu kemudian harus berpisah dengan Nova setelah Nova memutuskan pensiun. Sempat bergonta-ganti pasangan, Liliyana kemudian klop dengan Tontowi. Mereka menjadi kekuatan menakutkan di sektor ganda campuran.

Kualitas itu dibuktikan sebagai ganda campuran pertama di Indonesia yang mampu mencetak hat-trick di All England 2012, 2013 dan 2014. Selain itu, mereka menjadi juara dunia 2013.

Namun, dalam perjalanannya–yang malah saat memasuki periode kualifikasi Olimpiade–Owi/Liliyana kesulitan meraih kemenangan. Apalagi jika harus menghadapi pasangan China, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Tahun ini mereka hanya meraih satu juara: Malaysia Open Super Series Premier 2016.

Sebuah hal yang wajar jika Butet–sapaan karib Liliyana–penasaran berat untuk bisa meraih emas olimpiade. Berulang kali dia menuturkan keinginan itu kepada media, baik secara tersurat atau tersirat. Sebab, tahun ini dia sudah berusia 31 tahun. Bisa jadi ini adalah kesempatan terakhir Butet untuk tampil di olimpiade.

“Tentunya besar harapan untuk meraih emas di olimpiade ketiga ini. Mendekati olimpiade, saya memang tidak mau bicara banyak. Talk less, do more. Bukannya pelit ngomong ya, tetapi dengan begini saya merasa bisa lebih tenang dan fokus menuju pertandingan. Tak lupa saya mohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia,” ucap Liliyana seperti dikutip Badminton Indonesia.

Mama Butet, Auw Jin Chen, mendoakan agar putri bungsunya bisa memenuhi hasrat itu. Namun, dia tak ingin membebani Liliyana.

“Liliyana adalah sosok yang pantang menyerah. Kalau kalah dari lawannya, dia pasti sudah punya rencana untuk membalas. Biasanya kalau habis kalah, saya tidak menelepon dia, karena menjaga perasaannya, tunggu saja beberapa hari pasti dia yang akan telepon saya. Lalu Liliyana bilang kalau di turnamen selanjutnya akan bertemu lawan yang mengalahkan dia dan bertekad akan balas kekalahannya,” kata Auw Jin Chen, sang mama. (ra/detiksport)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Selamat! Pasangan Bulutangkis Fajar/Rian Juarai All England

By Rachel
Indonesiana

Pemerintah Tolak Hasil KLB Kubu Moeldoko, AHY Enggan Minta Maaf ke Jokowi

By Rachel
Indonesiana

Ketum PSSI Ajak Timnas U-16 Tidak Gentar di Piala Asia 2020

By Fadel
Indonesiana

PSSI Tegaskan Shin Tae Yong Bebas Pilih Pemain Timnas

By Fadel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account