Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Olahraga

Indonesia, Tim Asia Pertama di Piala Dunia

Published 31/05/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

1938_aJakarta, LiputanIslam.com, –Kalau saja Indonesia merdeka tujuh atau delapan tahun lebih awal, sejarah itu betul-betul jadi milik kita. Indonesia akan tercatat sebagai timnas Asia pertama yang berpartisipasi di putaran final Piala Dunia sepakbola.

Ya, di edisi ketiga Piala Dunia 1938 yang berlangsung di Perancis, ada satu tim peserta yang sebagian anggotanya adalah orang-orang bertubuh pendek, bersawo matang, dan memiliki nama-nama khas kawasan Nusantara. Ada nama Achmad Nawir, Anwar Sutan, Tjaak Pattiwael, Suwarte Soedarmadjie, hingga Hans Taihuttu.

Sayangnya, karena kawasan Nusantara masih dijajah Belanda, mereka tidak bernaung di bawah bendera Indonesia. Kesebelasan inipun diberi nama Hindia Belanda. Indonesia (Hindia Belanda) menjadi salah satu dari enam belas peserta putaran final Piala Dunia 1938. Lima belas lainnya adalah timnas Belanda, Italia, Norwegia, Perancis, Belgia, Brasil, Polandia, Cekoslovakia, Hungaria, Swis, Jerman, Swedia, Austria, Kuba, dan Rumania.

Meskipun demikian, tetap saja sejarah itu menjadi milik anak-anak Nusantara. Di bawah bendera manapun, mereka tetap tercatat sebagai para pemain sepakbola yang ikut di Piala Dunia. Dan mereka berasal dari kawasan Nusantara.

Juga perlu diingat, nama Achmad Nawir pastilah Muslim. Dialah kiper dan kapten tim Indonesia. Kemungkinan besar, Achmad Nawir, Anwar Sutan, dan Suwarte Soedarmadjie adalah Muslim pertama yang tampil di putaran final Piala Dunia.

Sayangnya, Indonesia langsung tersingkir setelah menderita kekalahan dari Hungaria. Meski kebobolan banyak gol, penggawa Indonesia dianggap tampil menjanjikan. Apalagi, tim Hungaria yang dihadapi anak-anak Indonesia itu memang termasuk favorit juara. Hungaria melaju sampai babak final sebelum dikalahkan oleh juara bertahan Italia.

Lolosnya Indonesia ke Piala Dunia sejatinya lebih karena faktor keberuntungan. Karena terlibat perang Asia Timur di 1937, Jepang mengundurkan diri dari Piala Dunia. Timnas Indonesia pun langsung lolos ke babak final Piala Dunia di Prancis 1938, tanpa harus melewati babak kualifikasi. Menurut sumber lainnya, Negeri Matahari Terbit itu tak jadi berangkat karena faktor transportasi.

Untuk memenuhi undangan tersebut, Hindia Belanda membentuk skuat yang terdiri dari perpaduan antara warga lokal suku Jawa, Maluku, warga etnis Tiongkok plus Indo-Belanda. Johannes Christoffel van Mastenbroek (Belanda) ditunjuk untuk menangani tim nasional Hindia Belanda.

Skuat Hindia Belanda diketahui berangkat ke Prancis tanpa mendapat restu dari PSSI yang berdiri pada tahun 1930. Para pemain dan staf kepelatihan diberangkatkan oleh sebuah organisasi bentukan pemerintah kolonial Belanda, Nederlandcshe Indische Voetbal Unie (NIVU). FIFA lebih mengakui NIVU daripada PSSI.

Sekitar 9,000 penonton hadir di Stadion Velodrome Municipal, Reims untuk menyaksikan sebuah pertandingan putaran pertama Piala Dunia 1938 antara Hungaria dan Hindia Belanda. Turnamen ini masih menggunakan sistem gugur. Jadi, yang kalah langsung tersingkir.

Wasit Roger Conrie (asal Prancis) memimpin pertandingan yang digelar pada 5 Juni 1938 itu. Ia didampingi hakim garis Carl Weingartner (Jerman) dan Charles Adolphe Delasalle (Prancis), memimpin dua tim yang masuk ke dalam lapangan hijau.

Tim Hindia Belanda dilaporkan oleh BBC bermain dengan mengenakan kaos oranye berkerah putih, celana pendek selutut berwarna putih dan kaos kaki berwarna biru muda. Sedangkan tim Hungaria memakai kostum serba putih.

Kapten tim Hindia Belanda Achmad Nawir memakai kacamata dalam bermain. “Kapten timnya itu dokter, yang menggunakan kacamata,” ujar wartawan The Times.

Wartawan olahraga Belanda, CJ Goorhoff, berkesempatan meliput pertandingan Hindia Belanda vs Hungaria secara langsung di stadion yang kini berganti nama jadi Stadion Auguste Delaune. Dalam laporannya, seperti dikutip dari BBC, permainan tim Hindia Belanda kurang mampu mengembangkan permainan. Namun di babak kedua, permainan mereka lebih baik

“Mereka bermain terbuka dan berani menyerang,” tulis Goorhoff dalam ulasan pertandingannya.

Bintang Hungaria Gyorgy Sarosi tidak menyangka Hindia Belanda sanggup menandingi timnya. “Pertandingan melawan Hindia Belanda agak berat karena mendapat perlawanan. Banyak kejutan,” kata pencetak dua gol Hungaria ke Hindia Belanda, seperti diungkapkan kembali oleh Goorhoff.

Komentar Sarosi pasca-pertandingan ini memang beralasan. Sebab, rata-rata tinggi badan para pemain Hindia Belanda adalah sekitar 160 cm, sangat berbeda dengan badan skuat Hungaria yang memiliki postur tinggi besar.

Alhasil, Hindia Belanda harus menerima kekalahan telak 0-6 dari Hungaria. Hindia Belanda tersingkir, Hungaria melenggang ke babak berikutnya, bahkan sampai babak final setelah mengalahkan Swiss 2-0 di perempatfinal dan Swedia 5-1 di semifinal. Italia kemudian tampil sebagai kampiun selepas menghajar Hungaria 4-2.

Di Mana Mereka?

Usai dikalahkan Hungaria, mereka kembali ke Belanda, dan menggelar laga persahabatan dengan timnas Belanda di Stadion Olimpiade, Amsterdam, pada 26 Juni 1938. Hasilnya? 9-2 untuk timnas Belanda!

Akhirnya, setelah tiga bulan berada di Eropa, mereka melakukan perjalanan pulang pada 1 Juli, dalam perjalanan selama tiga pekan, sebelum akhirnya berlabuh kembali di Tanjung Priok.

Setelah ‘pesta’ Piala Dunia 1938 berakhir, kemana pergi para pemain itu? Tidak ada catatan yang menunjukkan kiprah mereka selanjutnya, utamanya ketika Belanda harus angkat kaki ketika Indonesia merdeka.

“Tidak jelas kemana mereka,” demikian laporan situs yang dikelola di Belanda, Java Post, dalam artikel berjudul Een historische voetbalreis, yang diunggah 23 Maret 2012 lalu. Hanya ada catatan tragis terkait yang dialami pemain tengah Frans Alfred Meeng. Menurut situs Java Post, pemain kelahiran 1910 ini ikut tenggelam bersama kapal Jepang Junyo Maru yang ditenggelamkan oleh kapal selam Inggris pada 18 September 1944. (by/dari berbagai sumber)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Selamat! Pasangan Bulutangkis Fajar/Rian Juarai All England

By Rachel
Indonesiana

Pemerintah Tolak Hasil KLB Kubu Moeldoko, AHY Enggan Minta Maaf ke Jokowi

By Rachel
Indonesiana

Ketum PSSI Ajak Timnas U-16 Tidak Gentar di Piala Asia 2020

By Fadel
Indonesiana

PSSI Tegaskan Shin Tae Yong Bebas Pilih Pemain Timnas

By Fadel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account