Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Olahraga

Beban Berat Messi

Published 01/07/2016 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

messi2

Oleh: Doni Wahyudi

Lionel Messi adalah dewa di Barcelona. Tapi di Timnas Argentina dia adalah sasaran kritik dan kekecewaan jika Albiceleste gagal dapat Piala.

Tidak ada pemain dalam sejarah sepakbola dunia punya karier segemilang Messi. Puluhan trofi sudah didapat bersama Barcelona, sementara belasan penghargaan lain dia terima sebagai bentuk pengakuan individu – atas kehebatan kaki kiri dan liukan-liukannya di atas lapangan.

Tapi sebagaimana ungkapan ‘tidak ada yang sempurna’, seperti itulah Messi. Dia belum sekalipun memberi trofi mayor untuk Timnas Argentina.

Sudah empat final turnamen mayor di jalani sebagai penggawa Albiceleste. Semua berakhir dengan cerita sedih yang sama: gagal menjadi juara. Mulai dari Copa America 2007, Piala Dunia 2014, Copa America 2015 dan Copa America 2016.

Publik Argentina selalu bereaksi secara negatif atas kegagalan-kegagalan tersebut – mungkin karena sudah sangat lama tak meraskan gelar juara (terakhir Copa America 1993). Sasaran kekecewaan, ketiadakpuasan, dan kritik publik Argentina hampir pasti mengarah ke sosok yang sama. Lionel Messi.

Messi dapat kritik sangat keras saat Argentina kalah dari Jerman di Piala Dunia 2014. Messi memang tampil jauh di bawah standarnya pada pertandingan tersebut. Tapi kalau mau jujur, hampir semua pemain Argentina tampil tak oke di final itu (kecuali Angel Di Maria).

Kondisi serupa terjadi di final Copa America 2015. Ketika itu Messi disebut tidak menghayati bermain dalam seragam Argetina sebagaimana dia berada di atas lapangan saat memakai jersey Barcelona. Messi sempat dirumorkan akan pensiun usai dapat kritik tersebut, meski kemudian itu tak terbukti.

Dengan nama besar yang diagung-agungkan di seluruh dunia, (publik) Argentina berharap Messi paling tidak menyamai apa yang sudah dilakukan Diego Maradona tiga dekade lalu. Maradona akan selalu diingat oleh orang Argentina sebagai satu orang yang mengantar Tim Tango jadi juara Piala Dunia 1986.

Bagaimanapun, Maradona akan selalu jadi benchmarck akan kesuksesan Messi. Tak peduli Messi sudah meraih puluhan piala di Barcelona (jauh lebih sukses dibanding Maradona), Argentina akan selalu menganggapnya gagal jika belum pulang dengan menyerahkan gelar bagi ‘Tim Tango’.

Bukannya membantu meringankan beban juniornya, Maradona dalam beberapa kesempatan malah ikut menambah berat beban Messi. Simak saja komentar dia di hari-hari pertama Copa America Centenario, awal Juni lalu. Maradona menyebut Messi kurang punya kepribadian.

“Dia sungguh sosok yang baik, tapi dia tak punya kepribadian. Dia tak punya karakter untuk jadi pemimpin,” sahut Maradona.

Messi memang berbeda dengan Maradona, dan kebanyak pemain lain. Messi, mungkin, adalah tipe tertutup. Dia bukan tipe yang ‘menangis’ jika ditekel, tidak juga memprotes wasit dengan keras atas keputusan yang dinilai merugikan, atau meneriaki rekannya yang bermain jelek. Messi adalah Messi. Dia ada untuk dinikmati, bukan untuk jadi pemimpin. Terlepas dari fakta bahwa sejak 2011 dia memakai ban kapten timnas.

Tapi kini publik Argentina tidak akan bisa menikmati Messi bermain untuk mereka. Dia memutuskan pensiun membela timnasnya setelah kegagalan di final Copa America Centenario.

Messi kanak-kanak pada suatu ketika pernah mengatakan kalau mimpinya adalah untuk bermain di Timnas Argentina. Setelah empat final dan kritik yang tidak fair, dia memutuskan pensiun di usia 29 tahun.

“Mereka memperlakukannya seperti kriminal. Leo, dia paling terpukul atas kekalahan ini. Banyak dari kami akan mengikutinya pensiun,” sahut Aguero soal tekanan pada Messi dan keputusannya pensiun dini. (liputanislam.com)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Selamat! Pasangan Bulutangkis Fajar/Rian Juarai All England

By Rachel
Indonesiana

Pemerintah Tolak Hasil KLB Kubu Moeldoko, AHY Enggan Minta Maaf ke Jokowi

By Rachel
Indonesiana

Ketum PSSI Ajak Timnas U-16 Tidak Gentar di Piala Asia 2020

By Fadel
Indonesiana

PSSI Tegaskan Shin Tae Yong Bebas Pilih Pemain Timnas

By Fadel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account