[Video:] Tegang, Pasukan Komando Iran Rebut Kapal Tanker dari Tangan Pasukan AS di Laut Oman

0
1802

Teheran, LiputanIslam.com –  Iran mengumumkan bahwa Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sekira seminggu lalu telah menggagalkan upaya Amerika Serikat (AS) menyita kapal tanker yang membawa minyak Iran, sementara seorang pejabat Pentagon mengkonfirmasi kepada majalah News Week kebenaran pernyataan IRGC bahwa pasukan elit Iran ini telah menahan kapal tanker asing di Laut Oman.

Sebuah pernyataan yang dirilis IRGC dan disiarkan oleh saluran TV resmi Iran, Rabu (3/11), menyebutkan, “AS telah menyita sebuah kapal tanker yang mengangkut minyak Iran yang dipersiapkan untuk diekspor, mengalihkan muatannya ke kapal tanker lain, dan menggiring kapal itu ke arah yang tak diketahui.”

IRGC menambahkan, “AL IRGC melakukan pendaratan udara ke kapal tanker itu dan menyitanya. Pasukan AS kembali berusaha menghambat jalur kapal itu dengan menggunakan helikopter dan kapal perang, tapi gagal lagi.”

IRGC kemudian merilis pernyataan lagi yang menjelaskan secara lebih rinci di situsnya, Sepah New. Namun, pernyataan kali ini menyebutkan bahwa kapal tanker yang hendak disita lagi oleh AL AS tapi gagal itu adalah kapal “yang membawa minyak yang dicuri”.

IRGC menjelaskan bahwa kapal tanker itu telah memasuki perairan regional Iran dan bersandar di Pelabuhan Bandar Abbas di Iran selatan pada hari Selasa 25 Oktober 2021 pukul 08.00 waktu setempat.

Sumber-sumber resmi tidak menyebutkan negara asal dua kapal tanker itu maupun keterangan lebih lanjut tentang keduanya.

Usai pengumuman tersebut, saluran TV resmi Iran menayangkan video dokumentasi operasi pengejaran dua kapal perang AS oleh kapal cepat IRGC dalam peristiwa tersebut.

Dalam video itu terlihat kapal-kapal kecil IRGC mengejar sedikitnya dua kapal kecil lain yang mengibarkan bendera AS, dan tampak pula kapal-kapal AS yang lebih besar di sekitar lokasi peristiwa.

Sementara itu, kabar yang ada masih simpang siur mengenai identitas kapal yang digiring oleh IRGC dari lokasi peristiwa ke perairan Iran. Jurnalis Iran Hossein Deliriyan, yang tergolong dekat dengan pihak-pihak militer Iran, di Twitter, menyebutkan bahwa kapal tanker Iran itu milik Arab Saudi.

Namun, Ismail Kosari, anggota parlemen Iran, mengatakan bahwa pembicaraan bukan berkenaan dengan kapal asing, melainkan kapal tanker Iran yang mengalami insiden ini.

Menteri Perminyakan  Iran berterima kasih kepada IRGC karena “telah membebaskan kapal tanker minyak Iran dari cengkraman para perompak AS”.

Tanggapan AS

Menanggapi pernyataan IRGC mengenai peristiwa itu, seorang pejabat Kemhan AS Pentagon mengakui bahwa pasukan Iran telah menahan kapal tanker di Laut Oman.

Di kutip AP, pejabat anonim itu mengatakan, “Kapal-kapal cepat dan helikopter Iran terlibat dalam operasi menguasai kapal tanker SOTHYS.Pasukan Iran menguasai kapal tanker itu di perairan internasional dan menggiringnya ke perairan Iran. Peristiwa ini terjadi pekan lalu.”

Secara terpisah, seorang pejabat AS mengatakan kepada News Week, “Pasukan kami menyaksikan IRGC menahan sebuah kapal tanker di Teluk Oman dan tidak melakukan intervensi. Kami tidak mengumumkan penahanan kapal tanker oleh Iran supaya tidak mempengaruhi kesempatan perundingan nuklir.” (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Iran Capai Kesepakatan Kesepakatan Awal dengan Arab Saudi

Iran Mengaku Sependapat dengan China Mengenai Sanksi AS

DISKUSI: