Iran Mengaku Sependapat dengan China Mengenai Sanksi AS

0
247

Teheran, LiputanIslam.com –  Wakil Menlu Iran Urusan Kebijakan, Ali Bagheri, menyatakan negaranya sependapat dengan China mengenai sanksi-sanksi yang diterapkan secara sepihak oleh Amerika Serikat (AS).

“Iran dan China sebagai dua negara yang sangat terpercaya memiliki pendirian yang sama mengenai ilegalitas sanksi-sanksi sepihak AS dan keharusan pemenangan undang-undang dalam hubungan internasional,” ungkap Bagheri di Twitter, Senin (1/11).

Dia menyebutkan bahwa percakapan telefon dirinya dengan sejawatnya dari China berlangsung dengan sangat akrab dan bermanfaat.

“Dalam komunikasi ini saya mengungkapkan apresiasi saya atas pendirian positif Beijing dan interaksinya yang konstruktif,” lanjutnya.

Dia juga menyebutkan bahwa dalam percakapan itu keduanya mendesak supaya AS mencabut sanksi terhadap sejumlah orang dan lembaga Iran serta pihak ketiga, dan menjamin agar tindakan sepihak sedemikian rupa tidak terulang lagi.

Ali Bagheri menyatakan bahwa Iran dan China akan terus mengadakan pembicaraan bilateral mengenai sejumlah isu, terutama internasional.

Sementara itu, di hari yang sama Jubir Kemlu China Wang Wenbin menyatakan negaranya mendukung pemulihan perjanjian nuklir Iran dengan sejumlah negara dunia, sembari menekankan keharusan AS mengoreksi kebijakan “tekanan maksimum”-nya terhadap Iran.

Dikutip Global Times, saat ditanya mengenai ancaman terbaru tiga negara terkemuka Eropa mengenai proyek nuklir Iran, Wenbin mengatakan, “Implementasi aktif perjanjian nuklir adalah satu-satunya jalan yang benar untuk penyelesaian masalah proyek nuklir Iran, dan China sangat mendukung pengembalian secepatnya perjanjian nuklir itu ke jalurnya yang benar.”

Inggris, Prancis dan Jerman dalam sebuah statemen di akhir KTT G-20 di Roma, Italia, mengaku cemas terhadap proyek pengayaan uranium Iran dan menegaskan tidak membuang-buang waktu dalam upaya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Mengenai kebijakan AS terhadap Iran, Wenbin mengatakan, “AS sebagai pihak utama yang bersalah dalam krisis nuklir Iran dewasa ini hendaknya mengoreksi semua kebijakan kelirunya berupa tekanan maksimum terhadap Iran, sebagaimana Iran juga berkewajiban kembali sepenuhnya kepada janji-janjinya dalam kesepakatan nuklir, dan pihak-pihak lainpun (Rusia, China, Inggris, Prancis dan Jerman) hendaknya memainkan peran yang konstruktif dalam hal ini.” (mm/alalam)

Baca juga:

Menlu Rusia: Moskow Dukung Sikap Teheran bahwa Perjanjian Nuklir Iran Tak Bisa Diubah

Tanggapi Barat, Abdollahian: Teheran Tak akan Kaitkan Nasib Bangsa Iran dengan Perjanjian Nuklir

DISKUSI: