[Video:] Serangan Teror Tewaskan Lima Orang di Iran

0
181

Teheran, LiputanIslam.com   Kawanan bersenjata tak dikenal melancarkan serangan di Iran hingga menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai beberapa lainnya di provinsi Khuzestan, Iran barat daya, Rabu malam (16/11).

Dilaporkan bahwa sekawanan teroris menembaki  warga  dan pasukan keamanan di pasar yang ramai pengunjung.

“Pada pukul 17:30 waktu setempat, pengendara dua sepeda motor melancarkan aksi teror dengan menembaki warga dan pasukan keamanan dengan menggunakan senjata militer,” Valiollah Hayati, wakil direktur urusan keamanan di kantor gubernur provinsi Khuzestan.

“Sejauh ini lima warga gugur,” tambahnya, sembari menyebutkan bahwa korban terdiri atas seorang anak kecil, seorang wanita tua, dan tiga pria, dan beberapa korban luka yang sedang dirawat di rumah sakit berada dalam kondisi kritis.

“Upaya sedang dilakukan untuk mengidentifikasi dan meringkus para pelaku serangan itu,” imbuhnya.

Sumber keamanan menyatakan bahwa kawanan teroris tak dikenal yang mengendarai dua sepeda motor menembaki warga dan polisi di pasar pusat kota Izeh dengan menggunakan senapan serbu AK47.

Serangan itu terjadi setelah  kelompok-kelompok kontra revolusi Iran menyerukan aksi kerusuhan di Iran selama tiga hari, mulai Selasa lalu.

Dilaporkan pasukan keamanan berusaha membubarkan sekelompok perusuh di daerah itu ketika para penyerang tiba dan melepaskan tembakan. Penyerang datang mengendarai dua motor dengan berboncengan.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Sebuah pernyataan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Isfahan menyatakan bahwa dua pasukan Basij gugur dalam serangan tersebut.

“Dua pasukan Basij gugur dalam operasi teroris di tangan perusuh dengan senjata api, dan 8 orang terluka, termasuk tujuh polisi dan satu Basij,” ungkap IRGC.

Pesantren Diserang

Dalam peristiwa lain, sebuah sekolah agama atau pesantren (hawzah ilmiyyah) di kota Izeh dibakar oleh sekelompok perusuh.

Nesa Sheikhzadeh, kepala pesantren wanita Izeh, mengatakan bahwa para pejabat telah mengeluarkan perintah untuk mengevakuasi pelajar pria dan wanita setelah seruan untuk kerusuhan dirilis.

“Tidak ada seorang pun di dalam pesantren saat kebakaran itu terjadi,” katanya.

Serangan itu tidak menjatuhkan korban jiwa, namun tiga mobil dan terjadi kerusakan parah pada peralatan dan gedung pesantren.

Kerusuhan melanda Iran setelah elemen ekstremis, yang didukung oleh sejumlah negara asing terlibat dalam kerusuhan atas kematian Mahsa Amini, seorang wanita muda Iran yang pingsan dalam tahanan polisi dan dinyatakan meninggal beberapa hari kemudian di rumah sakit.

Pada 26 Oktober, seorang teroris yang berafiliasi dengan kelompok teroris ISIS menyerang makam Shah Cheragh di provinsi selatan Fars, dan menewaskan sedikitnya 15 peziarah,  termasuk seorang wanita dan dua anak, serta melukai 40 lainnya.

Penyerang berhasil ditangkap oleh petugas keamanan tetapi kemudian meninggal karena lukanya di rumah sakit.

Kementerian Intelijen Iran mengumumkan bahwa pasukannya telah menangkap 26 tersangka teroris takfiri yang terlibat dalam serangan itu. Puluhan orang itu adalah warga negara Azerbaijan, Tajikistan dan Afghanistan. (mm/alalam/fna/irna)

Baca juga:

Satu Perwira IRGC Tewas Diserang Orang Tak Dikenal, Satu Agen MOSSAD Ditangkap

Iran Jatuhkan Vonis Hukuman Mati pada Provokator Kerusuhan

DISKUSI: