[Video] Pasukan Saudi di Kandang Sendiri Dihajar oleh Pasukan Yaman, Bin Salman Dibully Netizen Saudi

0
1125

Riyadh, LiputanIslam.com –   Para pegiat medsos Saudi meluncurkan kampanye tuntutan kepada rezim negara ini, yang secara de facto ada di tangan Putra Mahkota Mohamed bin Salman (MbS) , agar menghentikan perangnya terhadap Yaman, melindungi tentara kerajaan ini terutama di wilayah Saudi, dan tidak menyepelekan nyawa mereka, sebagaimana dilaporkan situs The Saudi Reality, Senin (30/5).

Kampanye itu dilakukan dengan membuat tagar berbahasa Arab yang berarti “cukuplah penyia-nyiaan terhadap tentara kita” setelah media perang milik pasukan Ansarullah (Houthi) Yaman merilis penggalan-penggalan video dokumentasi serangan mereka yang membuat tentara Saudi dan pasukannya bayarannya, terutama dari Sudan, tunggang langgang dan berjatuhan sebagai korban serbuan pasukan Ansarullah Yaman ke Jizan yang merupakan wilayah provinsi Saudi di bagian selatan negara ini.

Militer Yaman melaporkan bahwa dalam serangan pada Jumat pekan lalu itu sebanyak 32 kendaraan militer Saudi hancur, dan lebih dari 70 tentara dan pasukan bayarannya tewas. Selain itu, beberapa lainnya terluka dan ditawan.

Jubir koalisi yang dipimpin Saudi menepis keaslian video itu dan menyebutnya “hoax”, tapi dia sendiri malah dibully oleh netizen Saudi akibat bantahannya ini. Mereka bahkan menyebut MbS bertanggungjawab atas “kegagalan” yang membuat nyawa tentara Saudi di Yaman terancam bahaya.

Mereka mendesak MbS selaku menteri pertahanan Saudi untuk segera mundur, mengingat bahwa di berbagai negara dunia juga ada para menteri pertahanan yang mundur karena peristiwa-peristiwa yang bahkan tak sefatal itu.

Mohammed al-Otaibi di Twitter sembari memosting salah satu penggalan video mencuit, “Dia (MbS) mengira bahwa kita akan melupakan kegagalan yang melenyapkan nyawa anak-anak dari para ibu serta para ayah dari anak-anak kecil. Mengapa tentara kabur tanpa senjata sedemikian rupa? Apakah karena ada kekurangan logistik? Apakah mereka ditelantarkan ketika terjadi serangan, sebagaimana biasa dan kami dengar?”

Aktivis medsos lain, Walid Al-Hathloul menyatakan, “Sejarah selalu terulang. Perang ini mengingatkan kita pada peristiwa ketika Abdel Nasr memasuki Yaman, yang kemudian berujung pada perang sia-sia, menghancurkan Yaman dan menimbulkan banyak kerugian pada barisan tentara Mesir. Semoga Allah membebaskan kita dari MbS, karena bahayanya besar bagi negara…”

Aktivis lain pengguna akun “Aseeryhur” menyatakan, “Tentara kita dibunuhi di selatan, sedangkan mereka (rezim Saudi) sibuk menutup pengeras suara (masjid). Dalih mereka bahwa pemandangan (video) itu palsu adalah demi menutupi kegagalan mereka, tapi dalih ini tidak mempengaruhi siapapun. Cukuplah kalian berbuat sia-sia dan ceroboh.”

Pengguna  “2someonee” mencuit, “Apa yang terjadi di Jizan adalah tragedi dalam arti yang sesungguhnya, 200 tentara Saudi gugur syahid! Houthi menguasai 40 posisi serta menghancurkan dan merampas 63 kendaraan militer. Hal ini cukup untuk membuat menteri pertahanan di negara manapun di dunia mengajukan pengunduran diri, kecuali di Saudi yang agung.”

Pemilik akun “Obaid” menyatakan, “Saya telah melihat apa yang saya tidak ingin melihatnya sejak awal perang. Tapi saya ingat bahwa saya memiliki famili dan teman yang terbunuh dalam perang akibat orang yang keras kepala memulai perang, tapi dia sendiri pergi berpesta di Kepulauan Maladewa. Sejarah tak kenal ampun dan akan menandai coreng arang di jidatmu, hai pria lemah.”

Sedangkan pengguna akun “Sharqiyyah” mengomentari berita di akun “Akhbar Al-Saudiyyah” dengan menyatakan, “Houthi berburu tentara kita di perbatasan, sedangkan kalian tidur bersama madu, merusak rumah dengan hajat-hajat kalian. Berbicaralah dengan para pengikut mereka, dan rilislah pernyataan keputusan apapun yang menguatkan keluarga mereka.” (mm/thesaudireality)

Berita Terkait:

Ansarullah Siarkan Dokumentasi Gambar Operasi Militernya di Jizan, 70 Pasukan Bayaran Saudi Tewas

Ansarullah: Jangan Harap Krisis Yaman Bisa Diselesaikan Jika Koalisi Masih Memblokade Yaman

DISKUSI: