[Video:] Luncurkan Satelit Militer Lagi, IRGC: Iran Negara Muslim Pertama Peluncur Satelit

0
198

Teheran, LiputanIslam.com –Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran,  berhasil  meluncurkan satelit “Noor 2” pada orbit 500 km di sekitar Bumi, Selasa (9/3).

Peluncuran  itu dilakukan pada momen peringatan hari raya Syakbaniyah dari wilayah gurun kota Shahroud di timur laut Iran dengan menggunakan roket pembawa satelit tiga tahap “Qased”.

Dilaporkan bahwa satelit ini membawa misi penginderaan dan pengintaian.

Satelit Noor 2 ditempatkan dengan kecepatan 7,6 km per detik dan berada di Low Earth Orbit (LEO) pada ketinggian 500 km di atas permukaan bumi 480 detik setelah peluncuran.

Pengorbitan satelit kedua ini menjadi kemajuan besar bagi militer Iran, dan praktis meningkatkan kekhawatiran Barat terhadap program nuklir dan rudal negara itu.

Komandan Antariksa Pengawal Revolusi Angkatan Udara Iran Ali Jafarabadi menyatakan negara republik Islam ini masih akan mengirim serangkaian satelit militer ke orbit dalam beberapa tahun mendatang.

 

“Kami akan meluncurkan serangkaian satelit Noor di tahun-tahun mendatang. Program luar angkasa negara, di mana kami menjadi bagiannya, adalah menstabilkan berbagai satelit saintifik, penelitian dan pertahanan di orbit rendah bumi dan kemudian mencapai orbit 36.000 kilometer. di atas tanah,” kata Jafarabadi.

IRGC telah meluncurkan satelit Noor pertamanya pada tahun 2020, dan mengungkapkan kepada dunia bahwa mereka menjalankan program luar angkasanya sendiri.

Panglima IRGC Mayjen Hossein Salami, Selasa, menyebut Iran sebagai negara Muslim pertama yang meluncurkan satelit ke orbit.

“Ini bukan insiden, melainkan pencapaian yang diperoleh setelah menaklukkan siapa yang ingin menahan Iran di tanah dan tidak membiarkannya tumbuh,” katanya pada seremoni terkait kesuksesan peluncuran satelit Noor 2.

Dia menambahkan bahwa kemampuan menempatkan satelit ke orbit merupakan salah satu karakteristik negara maju, dan bahwa   Iran dengan pemerintahan Islamnya mencapai kesuksesan besar meskipun dikenai sanksi internasional.

Dia  berharap satelit lebih lanjut akan berhasil diluncurkan ke orbit sesuai jadwal.

Militer AS mengatakan teknologi balistik jarak jauh serupa yang digunakan untuk menempatkan satelit ke orbit memungkinkan Teheran meluncurkan senjata jarak jauh, termasuk hulu ledak nuklir.

Di mata AS, peluncuran satelit Iran menyalahi resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Washington telah meminta Teheran  tidak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan rudal balistik yang mampu mengirimkan senjata nuklir.

AS pada tahun 2019memberlakukan sanksi terhadap badan antariksa sipil Iran dan dua organisasi penelitian, sembari mengklaim bahwa semua itu digunakan untuk memajukan program rudal balistik Teheran.

Teheran menyangkal pernyataan AS bahwa kegiatan demikian merupakan kedok untuk pengembangan rudal balistik, dan memastikan tak pernah berniat mengembangkan senjata nuklir. (mm/alalam/irna/reuters)

Baca juga:

Pejabat Iran Sebut Prospek Perundingan Wina Masih Tak Jelas Akibat Sikap AS

Iran Sambut Baik Pernyataan Terbaru Putra Mahkota Saudi Soal Hubungan Kedua Negara

 

DISKUSI: