Video: Konvoi Militer AS Diserang Warga Suriah, Tentara Rusia Terlibat?

0
5283

Damaskus, LiputanIslam.com –  Beberapa penggalan rekaman video amatir yang sedang viral sejak Rabu (12/2/2020), memperlihatkan adegan perlawanan sengit penduduk Suriah yang beberapa di antaranya membawa senapan terhadap konvoi pasukan Amerika Serikat (AS) sebuah jalan di wilayah Hasakah, Suriah.

Media pemerintah dan aktivis Suriah menyebutkan bahwa penduduk yang pro-pemerintah itu melepaskan tembakan ke arah konvoi pasukan AS ketika mereka berusaha mencegah konvoi militer itu melintasi pos pemeriksaan milik tentara Suriah di bagian timur laut negara ini.

Dilaporkan pula bahwa satu orang Suriah terbunuh dan satu lainnya terluka dalam adegan kekerasan yang tergolong langka tersebut.

Militer AS menyatakan pasukannya diserang sehingga membalas demi “membela diri”, dan lantas dilakukan investigasi atas insiden itu.  Juru bicara pasukan koalisi pimpinan AS, Myles Caggins, menyatakan bahwa satu tentara AS mengalami “luka ringan” dalam peristiwa itu.

https://www.youtube.com/watch?v=ymdAUsewO0E

Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa seorang pria yang tewas adalah warga sipil yang saat itu bersama warga lain di sebuah desa di timur kota Qamishli berkumpul di pos pemeriksaan tersebut dan melempari konvoi AS dengan batu.

Dalam video yang diunggah website SANA, Rabu (12/2/2020), itu terlihat sejumlah massa marah, termasuk remaja dan anak kecil, dan beberapa pria dewasa melepaskan tembakan ke konvoi lapis baja yang mengibarkan bendera AS.

Sejumlah orang juga melempari konvoi itu dengan batu, sementara yang lain membuang penuh kotoran di belakang satu kendaraan.

Dalam salah satu insiden kekerasan terburuk terhadap pasukan AS yang dikerahkan di Suriah timur laut ini juga terlihat kobaran api kecil pada kendaraan lapis baja, yang tampaknya berasal dari bom molotov yang dilemparkan ke konvoi, dan tentara AS berusaha membubarkan kerumunan.

Dalam beberapa video lain terlihat  mobil lapis baja AS terperosok ke tanah dan selokan dalam kondisi  bannya kempes.

Dalam sebuah video tampak seorang warga bertubuh jangkung berjalan mendekati tentara AS di salah satu kendaraan sembari menenteng bendera AS, lalu berteriak: “Apa yang Anda inginkan dari negara kami? Apa urusanmu di sini? ” Seorang tentara AS lantas berseru kepada pria itu agar “mundur.”

Saat itu pasukan AS menembakkan amunisi dan bom asap ke arah penduduk.

Baca: Suriah Sebut Klaim Presiden Turki Omong Kosong

Juru bicara militer AS mengklaim bahwa pasukan koalisi yang melakukan patroli di dekat Qamishli berhadapan dengan pos pemeriksaan yang “diduduki oleh pasukan pemerintah pro-Suriah yang mengabaikan serangkaian peringatan pasukan koalisi agar mengurangi eskalasi situasi”.

Patroli itu mendapat serangan senjata ringan dari orang-orang tak dikenal, kata juru bicara koalisi Myles Caggins, sembari menyebutkan bahwa pasukan koalisi membalas tembakan untuk membela diri.

“Situasi ini semakin memburuk dan sedang diselidiki,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Letkol Angkatan Udara Carla Gleason, yang menyertai Menteri Pertahanan AS Mark Esper di Brussels menyatakan tidak ada tentara AS yang terbunuh dalam insiden itu.

Sedangkan Esper sendiri ketika ditanya tentang insiden itu mengaku bahwa di Brussels dia diberitahu mengenai adanya “bentrokan” itu, tanpa memberikan rincian.

Dia juga mengatakan bahwa tentara Rusia tidak terlibat dalam peristiwa itu.

“Sepengetahuan saya hari ini, insiden itu tidak melibatkan orang-orang Rusia,” ujarnya.

Baca: Rusia Salahkan Turki Terkait Ketegangan di Idlib

Namun demikian, dalam salah satu video terlihat di arah samping belakang seorang pria yang melepas tembakan ke arah pasukan AS terdapat seseorang berseragam militer berlari ke arah sebuah kendaraan militer berbendera Rusia (mm/ap/sana)

DISKUSI: