Rusia Salahkan Turki Terkait Ketegangan di Idlib

0
98

Moskow, LiputanIslam.com –  Rusia akhirnya angkat bicara terkait dengan menyalahkan Turki terkait dengan eskalasi ketegangan militer antara Turki dan Suriah di provinsi Idlib dan Aleppo di bagian barat laut Suriah. Moskow menuding Ankara tidak mematuhi Perjanjian Sochi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova di Moskow, Rabu (12/2/2020), mengatakan, “Kami melihat alasan kemunduran saat ini (terletak) pada kegagalan kronis Turki memenuhi kewajibannya berdasarkan nota Sochi 17 September 2018, dan tindakan Ankara mengirim unit-unit yang dikontrol Turki berupa apa yang disebut oposisi bersenjata moderat ke Suriah timur laut di dalam zona Operasi Musim Semi Perdamaian dan ke Libya.”

Dalam briefing mingguan itu Zakharova menekankan pihaknya tetap berkomitmen pada perjanjian yang dicapai sebelumnya dan bertekad untuk terus bekerja sama dengan Turki dalam penyelesaian konflik Suriah.

Juru bicara Kremlin Dmitri Peskov juga angkat bicara dengan menuding Turki tidak melontarkan tuduhan yang sama serta tidak melakukan tindakan apapun untuk menumpas para teroris di kawasan Idlib.

“Turki berkewajiban menetralisir kelompok-kelompok teroris, tapikelompok-kelompok ini justru menyerang tentara Suriah dan fisilitas militer Rusia. Ini tak dapat diterima dan menyalahi Perjanjian Sochi,” ungkapnya.

Peskov juga menyebutkan bahwa apa yang dilakukan tentara Suriah di provinsi Idlib dan Aleppo adalah menyerang “kawanan teroris, bukan warga sipil”.

Sebelumnya di hari yang sama di tengah meningkatnya ketegangan di Idlib Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding Moskow dan Damaskus menyerang warga sipil di Idlib.

Baca: Turki Minta NATO Bantu Hadapi Tentara Suriah di Idlib

Selasa lalu Kementerian Pertahanan Turki mengklaim bahwa sebanyak 51 unit milik tentara Suriah, termasuk dua tank, lokasi instalasi anti-pesawat terbang dan depot amunisi telah dihancurkan.

Pada Senin lalu Kementerian Pertahanan Turki melaporkan bahwa lima tentara Turki tewas dan lima lainnya luka-luka akibat penembakan sebuah pos pantau militer Turki Idlib oleh tentara Suriah.

Baca: Pertama Sejak 2012, Tentara Suriah Kuasai Penuh Jalur Damaskus-Aleppo

Turki kemudian mengklaim bahwa pasukannya telah membalas dengan menggempur 115 target tentara Suriah, dan “menetralisir” (menewaskan) 101 prajurit. Namun, pemerintah Suriah membantah pihaknya menderita kerugian sebanyak itu.  (mm/sputnik/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS: