Suriah Sebut Klaim Presiden Turki Omong Kosong

0
220

Damaskus, LiputanIslam.com –  Seorang narasumber di Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut klaim Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengenai pemerintah dan tentara Suriah sebagai “omong kosong belaka”, yang tidak terlontar kecuali dari “orang yang terasing dari realitas”.

“Pernyataan-pernyataan presiden rezim Turki itu datang setelah organisasi-organisasi teroris yang didukung, dipersenjatai, dan dilatih olehnya hancur akibat gempuran Pasukan Arab Suriah (SAA) dan setelah kasus dan peranannya sebagai alat terorisme internasional terungkap,” ujar sumber anonim itu, Rabu (12/2/2020).

Dia menambahkan, “Ancaman Erdogan untuk menyerang tentara Suriah terlontar setelah pasukan Turki dan para terorisnya mendapat pukulan yang menyakitkan.”

Sumber itu memastikan bahwa Suriah akan terus menjalankan ” kewajiban nasional dan konstitusionalnya” dalam menumpas organisasi-organisasi teroris di semua wilayah geografis Suriah serta “membebaskan penduduk” dari serangan teroris, termasuk dengan membukakan jalur-jalur kemanusaan yang aman bagi warga sipil yang selama ini “dijadikan  sebagai perisai manusia oleh Turki”.

Baca: Rusia Salahkan Turki Terkait Ketegangan di Idlib

Dia menegaskan bahwa keberadaan pasukan Turki di wilayah Suriah merupakan “kebercokolan yang tidak sah serta pelanggaran secara terbuka terhadap undang-undang internasional”.

Sementara itu, SAA pada hari itu mencetak kemenangan lagi dengan membebaskan tiga desa di barat jalur Aleppo-Damaskus setelah menggempur kawanan teroris dan menghancurkan kubu-kubu pertahanan mereka di sana.

Baca: Turki Minta NATO Bantu Hadapi Tentara Suriah di Idlib

Kantor berita Suriah, SANA, melaporkan bahwa dalam peristiwa itu sejumlah teroris Jabhat al-Nusra dan para sekutunya yang didukung oleh Turki tewas dan beberapa lainnya terluka di tangan SAA. (mm/alalam/sana)

DISKUSI: