[Video] Hari Quds, Pesan Lengkap Ayatullah Khamenei dengan Bahasa Arab kepada Para Pemuda Arab

0
574

Teheran, LiputanIslam.com –   Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Khamenei telah menyampaikan pesan berahasa Arab kepada para pemuda Arab, terutama Palestina, pada Hari Quds Internasional, Jumat 7 Mei 2021.

Berikut ini terjemahan lengkap pesan tersebut;

Saya ingin berbicara sejenak untuk para pemuda Arab dengan bahasa mereka, bahasa Arab.

Bismillahirrahmanirrahim.  Salam atas kaum merdeka Arab sekalian, terutama para pemuda mereka. Salam atas bangsa Palestina nan teguh, dan atas penduduk Quds para pengawal Masjid Al-Aqsa.

Salam atas syuhada resistensi dan sekelompok mujahidin yang telah mengorban jiwanya di jalan ini, khususnya Syahid Ahmad Yasin, Syahid Sayid Abbas Musawi, Syahid Fathi Syaqadi, Syahid Imad Mughniyah, Syahid Abdul Aziz al-Rantisi, Syahid Abu Mahdi al-Muhandis, dan kemudian sang pemuka syuhada resistensi Syahid Qasem Soleimani.

Mereka semua, dengan kesyahidannya sesudah menjalani kehidupannya yang penuh berkah telah meninggalkan pengaruh penting pada lingkungan resistensi.  Perjuangan orang-orang Palestina dan darah suci para syuhada resistensi telah menjaga bendera suci ini tetap menjulang tinggi dan menambah ratusan kali lipat daya kemandirian jihad Palestina. Para pemuda Palestina dulu membela diri dengan (lemparan) batu, tapi sekarang membalas musuh dengan menembakkan rudal presisi.

Palestina dan Quds dalam Al-Quran disebut sebagai ”tanah yang disucikan”. Sejak puluhan tahun silam tanah suci ini terinjak oleh orang-orang yang paling nista dan keji.

Mereka adalah para syaitan yang menumpahkan darah orang-orang mulia kemudian mengakui perbuatan ini dengan tanpa rasa malu sama sekali.  Mereka adalah para rasis yang memraktikkan pembunuhan, penjarahan, pemenjaraan dan penyiksaan terhadap penduduk pribumi sejak lebih dari 70 tahun silam.

Tapi, segala puji bagi Allah, mereka tak dapat menghancurkan kehendak para pribumi itu.  Palestina tetap hidup, melanjutkan jihadnya, dan dengan pertolongan Allah pada akhirnya akan dapat mengalahkan musuh nan keji itu.

Al-Quds Al-Sharif dan Palestina secara keseluruhan adalah milik bangsa Palestina, dan akan kembali kepada mereka, Insyallah. “Dan yang demikian itu tidaklah sukar bagi Allah”.  Pemerintah dan bangsa-bangsa Muslim secara keseluruhan memikul tanggungjawab dan kewajiban dalam urusan Palestina.

Namun, poros perjuangan ini adalah orang Palestina sendiri, yang berjumlah 14 juta di dalam dan di luar tanah pendudukan Palestina.  Kesatuan tekad jutaan orang ini dapat mencetak prestasi besar.  Persatuan sekarang ini adalah senjata terbesar orang Palestina.

Musuh-musuh persatuan Palestina adalah entitas Zionis dan AS serta beberapa elemen kekuatan politik lain, namun jika persatuan ini tidaklah retak dari dalam komunitas masyarakat Palestina, maka musuh di luar tak bisa berbuat apapun.  Poros persatuan ini haruslah berupa jihad di dalam dan ketidak percayaan kepada musuh.

Kebijakan Palestina hendaklah tidak bergantung pada musuh utama Palestina, yaitu AS, Inggris dan para Zionis keji.  Orang-orang Palestina di Gaza, Quds, Tepi Barat maupun di tanah pendudukan 1948 dan kamp-kamp pengungsi merupakan satu raga, dan hendaknya bergerak menuju strategi kohesi di mana setiap elemen dapat membela elemen lain, dan menggunakan segenap persiapan yang mereka miliki ketika terjadi tekanan terhadap mereka.

Harapan untuk menang sekarang lebih besar daripada sebelumnya. Perimbangan kekuatan sudah berubah menguntungkan Palestina. Musuh, Zionis, terpuruk pada kelemahan tahun demi tahun. Pasukannya semula mengaku sebagai tentara tak terkalahkan, tapi sekarang – setelah menjajal perang 33 hari di Libanon serta perang 22 hari dan perang 8 hari Gaza- telah berubah menjadi tentara yang tak akan pernah mengeyam kemenangan.

Pada kondisi politiknyapun, entitas congkak ini dalam dua tahun terpaksa menyelenggarakan empat pemilu,  sedangkan pada kondisi keamanannya sesudah kekalahan beruntun dan meningkatnya keinginan Yahudi untuk melakukan migrasi terbalik mengalami skandal demi skandal.

Upaya intensif yang dikerahkan dengan bantuan AS untuk normalisasi dengan sejumlah negara Arab justru mengindikasikan kelemahan entitas ini, dan tentu juga tidak akan berguna baginya.   Israel telah menjalin hubungan dengan Mesir sejak puluhan tahun silam, tapi sejak itu sampai sekarang Zionis malah semakin lemah dan retak.

Jika demikian adanya maka mana mungkin hubungan dengan sejumlah pemerintah yang lemah dan remeh akan berguna baginya.  Sebaliknya, pemerintah-pemerintah itulah yang pada gilirannya tak akan mendapat menfaat apapun dari hubungan itu, dan Zionis malah akan membuat kerusakan pada wilayah, harta dan keamanan mereka.

Fakta-fakta ini hendaknya tidak membuat pihak-pihak lain mengabaikan tanggungjawab beratnya terhadap pergerakan ini.

Para ulama Muslim dan agamawan Kristen berkewajiban mengumumkan bahwa normalisasi itu haram hukumnya,  dan kaum terdidik dan merdekapun harus bangkit menjelaskan dampak buruk pengkhianatan dan tikaman ke punggung Palestina ini bagi semua orang.

Di sisi lain, hitungan mundur bagi entitas Zionis serta eskalasi kekuatan kubu resistensi , meningkatnya kemampuan pertahanan dan militer kubu ini, kemandiriannya dalam membuat senjata-senjata efektif, meningkatnya rasa percaya diri mujahidin, menyebarnya kesadaran diri para pemuda, membesarnya lingkaran resistensi di dalam dan di luar Palestina,  gelombang terbaru pembelaan pemuda Palestina atas Masjid Al-Aqsa, dan terefleksinya gempita jihad dan keteraniayaan bangsa Palestina secara serempak pada opini publik di banyak belahan dunia, semua ini menyiratkan kabar gembira akan hari esok nan cemerlang.

Logika perjuangan Palestina dan apa yang telah dicantumkan oleh Republik Islam Iran dalam dokumen PBB adalah logika yang luhur dan progresif.

Dengan itu para pejuang Palestina dapat menyelenggarakan referendum di tengah penduduk pribumi Palestina. Referendum ini adalah untuk menentukan sistem politik negara, yang diikuti oleh penduduk pribumi dari semua suku dan agamanya. Sistem baru itu akan memulangkan orang-orang yang terusir dan menentukan nasib para imigran asing.

Perencanaan demikian ini berpijak pada kaidah demokrasi yang lazim dan diakui di dunia, dan tak seorangpun dapat meragukan keluhuran dan efektivitasnya.

Mujahidin Palestina harus tegar melanjutkan perjuangan mereka yang sah dan etis melawan entitas penjajah sampai entitas ini bertekuk lutut menerima tuntutan hukum dan referendum ini.

Bergeraklah maju dengan menyebut nama Allah, dan ketahuilah bahwaSesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya” (QS. Al-Hajj [22:40).

Wassalamualaikum wr. wb.

(mm/sahara)

Baca juga:

Hari Quds, Ayatullah Khamenei: Perimbangan Kekuatan Sudah Menguntungkan Palestina

Umat Islam di Berbagai Negara Peringati Hari Quds Internasional

DISKUSI: